+62 2129380882 office@aprobi.co.id

• Energi Terbarukan Butuh Dukungan Kebijakan (PERMINTAAN PENELITI):

Peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hartini Krisna-wati menyatakan, pengembangan energi terbarukan berbasis hutan di tanah air kini memerlukan dukungan kebijakan berbagai pihak. Dia mengatakan, pemanfaatan energi terbarukan berbasis sumber daya hutan bisa mendukung pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor energi Jalani mitigasi perubahan iklnn “Untuk memicunya, perlu ada kebijakan tarif yang menarik untuk listrik dari energi terbarukan,” kata Harum dalam keterangannya, di Jakarta. Dia mengungkapkan, hutan menghasilkan bahan baku potensial untukbioen-ergi dalam bentuk biomassa maupun minyak nabati. “Potensi sumberdaya hutan untuk bioenergi sangat besar. Ini perlu dikembangkan dan diaplikasikan secara terstruktur berdasarkan prioritas pengembangan dan memperhatikan kelestarian fungsi lingkungan, katanya. Dalam dokumen Niat Kontribusi Nasional (Nationally Determined Contri-butions/NDC) pada Persetujuan Paris, Indonesia mencanangkan untukmen-gurangi emisi sebanyak 29 persen dari Bussines as Usual pada tahun 2030. Sebanyak 11 persen berasal dari sektor energi atau setara dengan 314 Metrik Ton setara karbondioksida (CO2). Dalam bentuk biomassa, energi bisa dihasilkan melalui pengolahan pelet kayu dan arang. Sementara beberapa pohon bisa menghasilkan minyak nabati yang bisa diolah menjadi biodiesel dan bio-gasoline, seperti kelapa sawit, nyamplung, kemiri sunan, kelapa, dan aren. (NERACA)