+62 2129380882 office@aprobi.co.id
2016-biodiesel-20-resmi-dimanfaatkan-untuk-sektor-transportasi

2016, Biodiesel 20% Resmi Dimanfaatkan untuk Sektor Transportasi

VIVA.CO.ID – Pemerintah menargetkan pemanfaatan biodiesel 20 persen (B20) untuk sektor transportasi pada 2016. Biodiesel adalah bahan bakar mesin diesel yang berasal dari sumber energi terbarukan seperti minyak sawit. B20 merupakan campuran 20 persen biodiesel dengan 80 persen minyak solar.

Saat ini, pemanfaatan biodiesel masih menggunakan kadar 10 persen. Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) telah diatur dalam pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 25 Tahun 2013. Salah satu ketentuannya mewajibkan pemakaian biodiesel sebesar 20 persen.

Dadan Kusdiana selaku Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, baru-baru ini, menyatakan bahwa langkah ini merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam mengurangi bahan bakar minyak (BBM).

“Kami optimis biodiesel 20 persen bisa dimanfaatkan secara resmi pada 2016. Untuk mendukung ketersediaannya, akan dikembangkan 24 pabrik penghasil biodiesel 20 persen, dari saat ini sudah ada 12 pabrik oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),” ujar Dadan di Jakarta.

Hari ini Dirjen EBTKE Kementerian ESDM mengadakan uji jalan pemanfaatan B20 yang rencananya dilaksanakan dalam dua hari, dengan mengambil rute mulai dari BPPT Serpong (sebagai basecamp I)-tol Jagorawi-Puncak-Cianjur-Padalarang-Cileunyi-Bandung-Lembang (basecamp II)-Subang-Cikampek-Palimanan-Karawang-Cibitung-dan kembali ke Serpong.

Rute ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi riil jalan seperti highway, jalan beton, jalan naik dan turun, lalu lintas padat, serta suhu dingin (Puncak)

Menurut Dadan, hingga saat ini pelaksanaan uji jalan B20 telah menempuh jarak 37.000 kilometer dari target 40.000 kilometer. Berbagai uji yang sudah dilakukan, yakni rating komponen, uji emisi, uji pelumas, dan uji kinerja kendaraan.

Secara umum, ia menambahkan, hasil sementara dari kegiatan uji jalan ini menunjukkan pengurangan emisi CO, HC, dan PM, penurunan opasitas, sedikit peningkatan konsumsi bahan bakar, dan penurunan power dibandingkan dengan kendaraan yang menggunakan solar 100 persen.

Namun, kata Dadan, untuk kendaraan yang menggunakan B20 ada peningkatan power pada uji 10.000 km dan 20.000 km dibandingkan pada 0 km.

Sebelumnya, Kementerian ESDM (Ditjen EBTKE dan Balitbang ESDM), bekerja sama dengan BPPT, PT Pertamina Persero, Aprobi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Hino, Aspindo, Ikabi, dan Hinabi pada 17 Juli lalu telah meresmikan pemanfaatan B20.