+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Ini alasan dibalik lobi minyak sawit hingga ke Roma:

Ini alasan dibalik lobi minyak sawit hingga ke Roma: Pemerintah dan pengusaha nasional bahu membahu melakukan lobi hingga ke Roma, Italia dalam upaya mengatasi kampanye negative dan diskriminasi Uni Eropa atas produk minyak sawit Indonesia. Dipimpin oleh utusan khusus presiden yang juga menko kemarintiman Luhut Binsar Pandjaitan asosiasi minyak sawit seperti GAPKI dan APROBI melakukan serangkaian pertemuan dan dialog dengan berbagai pihak terkait diItalia dan vatikan untuk mencari jalan tengah yang sama sama menguntungkan bagi petani dan industri di Indonesia maupun di Uni Eropa, Ia menjelaskan dari total ekspor minyak sawit mentah (CPO) ke berbagai negara di dunia sebesar 27 juta ton pada 2017, sebanyak lima juta ton dieskpor ke UNI eropa, dari total volume ekspor ke Uni Eropa itu , sebanyak 23 persen masuk Italia selain Belanda, Spanyol dan Jerman, Ia mencontohkan ada produk makanan yang sampai mencantumkan label ‘Tanpa minyak sawit’ karena minyak sawit dianggap tidak ramah lingkungan. (ANTARA)

https://www.antaranews.com/berita/710583/ini-alasan-dibalik-lobi-minyak-sawit-hingga-ke-roma

Misi Nasional Biofuel India: Pertama, Koleksi benih adan pusat ekstraksi minyak, dengan mengasumsikan hasil biji minyak sebesar 3,75 ton/ha/tahun, areal budidaya seluas 2.000 hektar akan menghasilkan 7.500 ton/tahun biji minyak jarak pagar, yang kesemuanya dapat diberikan satu koleksi benih dan pusat ekstraksi minyak. Kedua, Pabrik transesterifikasi, rencana proyek percontohan tersebut meminta dilakukannya instalasi pabrik biodiesel seharga 80.000 ton/tahun. Biaya tanam diperkirakan Rs. 700-750 juta. Ketiga, Memadukan dan memasarkan perusahaan minyak dan perusahaan sektor swasta lainnya, di bawah bimbingan Kementerian Perminyakan, akan memimpin dalam mengembangkan pencampuran dan pemasaran biodiesel. Keempat, Persyaratan keuangan, kebutuhan keuangan proyek percontohan diperkirakan mencapai Rs. 14.960 juta. Ini termasuk kontribusi pemerintah sebesar Rs. 13.840 juta diri dari Rs. 12.000 juta untuk biaya pembibitan, perkebunan dan perlindungan, yang harus disediakan oleh pemerintah sebagai tindakan promosi serta biaya adminitrasi Rs. 680 juta dan biaya litbang dengan jumalah yang sama. Untuk menyiapkan unit pengumpulan benih dan ekstraksi minyak, dana tersebut bisa menjadi campuran kontribusi pengusaha Rs. 160 juta subsidi dari pemerintah Rs. 480 juta dan pinjaman Rs. (SAWITNDONESIA)

Bertolak ke Vatikan, Luhut Bahas Kontribusi Sawit untuk Perekonomian: Pemerintah terus berupaya melakukan lobi sebagai langkah memulihkan citra positif komoditas sawit dan menghentikan wacana pelarangan produk turunan kelapa sawit khususnya biodiesel di Uni Eropa pada 2021. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut Binsar Pandjaitan telah bertolak ke Vatikan, Roma, Italia. Dalam kunjungannya ke Vatikan, Menko Luhut melaporkan sektor pertanian, terutama kelapa sawit telah berperan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja serta pengentasan kemiskinan petani Indonesia. Konferensi ini menjadi forum dialog antar pemangku kepentingan mewakili pemerintah, Organisasi Non Pemerintah, akademisi dan pengusaha agrikultural termasuk sawit dan kelompok-kelompok masyarakat sipil. Luhut berharap, Vatikan bisa menjadi fasilitator untuk menyampaikan fakta yang lengkap mengenai industri kelapa sawit dari sudut pandang kemanusiaan dan pengurangan kemiskinan. Luhut menjelaskan sektor pertanian berkontribusi signifkan terhadap perekonomian Indonesia. Pada 2014, sektor pertanian telah mempekerjakan 40,12 juta orang atau 33% terhadap total keseluruhan tenaga kerja di Indonesia. (KATADATA)

https://katadata.co.id/berita/2018/05/16/bertolak-ke-vatikan-luhut-bahas-kontribusi-sawit-untuk-perekonomian

UAD Daur Ulang Residu Jadi Penambah Oktan: Dalam setiap pembuatan biodiesel, akan menghasilkan cairan residu bernama gliserol. Meski merupakan residu, namun sebenarnya, gliserol dapat di daur ulang menjadi sebuah cairan yang dapat meningkatkan kualitas bahan bakar. Salah satunya adalah sebagai cairan penambah oktan pada bahan bakar mesin bensin baik itu premium, pertalite dan pertamax. Peneliti Utama Optimalisasi Gliserol dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Zahrul Mufrodi mengatakan, penelitan ini telah diinisiasi sejak 2009. Dalam penelitian itu, gliserol disulap jadi bioaditif dengan menggunakan katalis zeolit teraktifkan menggunakan reaktor fixed bes multi tube. Menurut dia, dengan menambahkan bioaditif sebanyak 10 persen dalam bahan bakar mesin bensin, maka oktan bahan bakar itu akan meningkat sebanyak 1,2 bilangan oktan. (REPUBLIKA)

http://republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/18/05/16/p8t16y335-uad-daur-ulang-residu-jadi-penambah-oktan