+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Aprobi tetap dukung pungutan dana insentif biodiesel:

• Aprobi tetap dukung pungutan dana insentif biodiesel: Aprobi menegaskan pemberdayaan petani dan insentif biodiesel sama pentingnya. Penggunaan dana pungutan oleh BPDP-KS dinilai penting untuk pemberdayaan petani sawit. Hal tersebut akan membantu petani sawit memperbaiki produktivitas hasil kebunnya. “Namun sesuai dengan tujuan pendayagunaannya, dana untuk biodiesel harus tetap ada,” ujar Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan. Dana insentif yang diberikan BPDP-KS untuk biodiesel diakui dapat mengerek harga minyak sawit. Hal itu disebabkan dana insentif digunakan untuk mendukung program mandatori biodiesel. (KONTAN)
https://industri.kontan.co.id/news/aprobi-tetap-dukung-pungutan-dana-insentif-biodiesel
• Petani Sawit Minta Dana BPDP untuk Biodiesel Dihapus: Sepanjang 2015 hingga 2017, BPDP telah menghimpun dana sebesar Rp 27,94 triliun, dimana sekitar 89% dana himpunan telah digunakan untuk biodiesel. Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) meminta BPDP Kelapa Sawit menghapus dana insentif biodiesel. Pasalnya, pendanaan biodiesel tidak memiliki kekuatan hukum mengacu pada Undang-Undang (UU) Perkebunan. “Sejumlah perusahaan sawit berskala besar mendapat insentif dari pemerintah sebesar triliunan rupiah sebagai timbal balik atas penjualan minyak kelapa sawit untuk campuran solar atau biodiesel,” kata Ketua Departemen Advokasi SPKS Marselinus Andry. Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan mengatakan pihaknya menyatakan setuju dengan serikat petani bahwa dana yang terkumpul di BPDP di pergunakan juga untuk pemberdayaan petani sawit. Namun, sesuai dengan tujuan penggunaan, anggaran untuk biodiesel juga harus tetap ada untuk mendukung produksi serta mandatori biodiesel. Paulus menuturkan, pengumpulan dana yang sejatinya sudah dimulai sejak 2015 ketika program mandatori biodiesel terhenti akibat harga minyak bumi jatuh di bawah US$ 30 per barel. Sementara, harga sawit berada pada US$ 470 per Ton. (KATA DATA)
https://katadata.co.id/berita/2018/03/27/petani-sawit-minta-dana-bpdp-untuk-biodiesel-dihapus
• Dana Insentif Biodiesel Disoal Lagi: Serikat Petani Kelapa Sawit menilai dana insentif bagi biodiesel terlalu besar dan hanya dinikmati oleh 19 produsen biodiesel. Kebijakan BPDP-KS memberikan insentif untuk biodiesel kembali mendapat sorotan. Setelah sebelumnya Amerika Serikat (AS) menuding dana itu sebagai subsidi, kini Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) meminta dana tersebut dihapus. Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan menilai penghapusan insentif biodiesel bukanlah solusi meningkatkan peremajaan kebun kelapa sawit petani. Paulus mengklaim subsidi biodiesel juga bermanfaat kan bagi petani. Sebab lewat insentif tersebut, harga Tandan Buah Segar (TBS) ditingkat petani naik. Ekspor juga berkurang sehingga harga CPO di pasar global tetap tinggi. “Sesuai dengan tujuan pendayagunaan-nya, dana untuk biodiesel ha-rus tetap ada,” ujarnya. Paulus mencontohkan, tahun 2015 saat pengumpulan dana sawit dimulai, harga TBS kelapa sawit jatuh. Harga CPO hanya USS 470 per ton dan hasil yang diterima petani hanya Rp 600 hingga Rp 800 per kg TBS. “Setahun setelah dana terkumpul dan sebagian dipergunakan untuk mendukung program mandatori biodiesel, harga CPO menjadi US$ 700,” klaim Paulus. (KONTAN)