+62 2129380882 office@aprobi.co.id

BBM dari Ampas Kopi:

  • BBM dari Ampas Kopi: BJO-bean, perusahaan startup Inggris, bermitra dengan Shell (RDSB) dan Argent Energy menciptakan bahan bakar bio (biofuel) berbahan dasar kopi. Biofuel ini akan digunakan oleh bus di Kota London, Inggris. Bio-bean mengumpulkan ampas kopi dari kafe, restoran, dan pabrik, dan mengangkutnya ke fasilitas daur ulang mereka. Di sana, ampas dikeringkan sebelum minyak kopi diekstrak-si. Minyak kopi kemudian dicampur dengan bahan bakar lain untuk menciptakan biofuel B20, yang bisa digunakan di bus diesel tanpa modifikasi. (MEDIA INDONESIA)
  • Pemkab Pelalawan Kumpulkan Banyak Asosiasi Sawit Nasional di Techno Park: Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan dipimpin Bupati Pelalawan HM Harris bekerjasama dengan BPPT gelar Temu Bisnis Pengembangan Industri Hilir Kelapa Sawit di Kawasan Techno Park Pelalawan-Riau, bersama Asosiasi Sawit Nasional, Kamis 30 Novenber 2017 di ruang Teknopolitan kantor Bappeda. Pada temu bisnis ini, terlihat hadir asosiasi sawit nasional semisal Direktur Eksekutif GIMNI, Sahat Sinaga, Ketua APOLIN, Rapolo Hutabarat, Ketua Harian APROBI, Ketua Umum GAPKI, Ketua Umum MAKSI,Darmono Taniwiryo Perwakilan PT PINDAD,Wiweka Hernadi, Direktur Rekayasa Engineering, sementara dari pihak BPPT hadir Deputi Bidang PKT Dr Gatot Dwiyanto dan Direktur PTKS Dr.Ir. Iwan Sudrajat MSEE, pihak Bank BRI, Kemudian hadir juga Anggota DPRD Pelalawan Abdullah, Kaban Bappeda Ir H M Syahrul Syarief serta Pimpinan OPD Kab Pelalawan dan sejumlah tokoh Masyarakat Provinsi Riau Prof H T Dahril Msc dan para petani kelapa sawit. (COM)

http://riausky.com/news/detail/22442/pemkab-pelalawan-kumpulkan-banyak-asosiasi-sawit-nasional-di-techno-park.html

Jangan Hanya Andalkan Gula: PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menjadi salah satu BUMN yang memiliki tini bisnis dari hulu hingga hilir pada sektor agribisnis. Perseroan juga mengembangkan bisnis farmasi, perdagangan dan properti melalui banyak anak usaha. Untuk mengetahui lebih dalam tentang rencana dan inovasi perusahaan ke depan, Bisnis Indonesia berkesempatan berdiskusi dengan Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), B. Didiek Prasetyo. Berikut petikannya. Adakah rencana pengembangan industri hilir? Kami sudah ada rencana di Rajawali I. Sejak tahun lalu, kami sudah gencar meminta kepada direksi anak perusahaan RNI yang bergerak di industri gula .supaya jangan hanya menjadikan gula sebagai produk pokok. Artinya begini, kalau kami kembangkan produk yang dari tetes-gula itu hanya produk samping-jadi ada yang lebih bernilai daripada gula. Saya minta supaya gula maupun tetes ini sebagai produk samping seperti industri di Thailand maupun India. Di India, pabrik gula itu produk utamanya adalah listrik. Gulanya malah dijual murah. Thailand mungkin lebih banyak [produk] hilirnya. Setidaknya ada 5 produk yang akan kami rilis setelah riset. Semuanya berbasis tebu. RNI juga bekerja sama dengan Pertamina dan Toyota untuk mengembangkan napier grass untuk energi terbarukan. Jadi, nantinya ada bioetanol yang bahan bakunya rumput gajah. Kami sudah lakukan penelitian, sudah tujuh kali panen sekarang. Saat ini masih diteliti di Jepang. (BISNIS INDONESIA