+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Biodiesel Indonesia Kembali Jajal Pasar Uni Eropa:

Biodiesel Indonesia Kembali Jajal Pasar Uni Eropa: Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan berharap dengan terbukanya kembali pasar Uni Eropa, maka ekspor ke benua itu bisa mencapai 500.000 kiloliter hingga akhir tahun. Target itu masih lebih rendah dibandingkan dengan ekspor biodiesel Indonesia ke kawasan tersebut pada tahun 2014 yang sebanyak 1,8 juta kl. Target masih kecil karena tantangan utama bagi Indonesia adalah menjalin koneksi kembali yang sebelumnya sempat terputus. Pekerjaan lebih berat perlu diselesaikan, sebab selama empat tahun kekosongan ekspor biodiesel, Uni Eropa telah mensubtitusi biodiesel berbasis kelapa sawit dengan minyak nabati lain dari kedelai. Alhasil, upaya merangsek masuk ke Uni Eropa tidak akan mudah bagi Indonesia meskipun biodisel minyak sawit jauh lebih murah ketimbang kedelai. Pada tahun 2013, nilai ekspor biodiesel Indonesia ke Uni Eropa mencapai 649 juta dollar AS, turun menjadi 150 juta dollar AS di tahun 2016. Sedangkan di tahun 2017, ekspor tersebut nihil alias nol. Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono menyatakan, meskipun Uni Eropa akan menghapus BMAD biodiesel, tapi pengusaha Indonesia harus tetap waspada. Pasalnya Uni Eropa dipastikan akan berupaya agar biodiesel minyak nabati produksinya tetap eksis di pasar. Apalagi selama Uni Eropa menerapkan BMAD, pasar biodiesel di negara tersebut mengandalkan produksi domestik. (KOMPAS)

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/05/08/142900526/biodiesel-indonesia-kembali-jajal-pasar-uni-eropa

Eropa Larang Sawit RI, ‘Balas Dendam’ Dagang Jadi Opsi Akhir: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan aksi balas dendam perdagangan dengan Uni Eropa bukan jalan utama untuk menyikapi proteksionisme Benua Biru terhadap impor biodiesel Indonesia sebagai turunan produk kelapa sawit.Luhut menjelaskan, sejauh ini pemerintah masih melakukan langkah diplomasi untuk menghadapi rencana pembatasan penggunaan biodiesel di Eropa. Namun, jika langkah negosiasi sudah buntu, maka mau tak mau Indonesia melakukan retaliasi dagang. Di dalam revisi RED yang dilontarkan parlemen Uni Eropa, biodiesel tidak akan dimasukkan dalam kontribusi penggunaan EBT, sehingga impornya akan dibatasi tahun 2021 mendatang. Kebijakan ini memang belum final, karena harus mendapat persetujuan dari Komisi Eropa dan Komisi Energi Uni Eropa.Hanya saja, di dalam perundingan tiga pihak tersebut, masing-masing lembaga memutuskan untuk menentukan sendiri porsi penggunaan biodiesel terhadap bahan bakar nabati. Dengan demikian, masih ada kemungkinan Indonesia untuk bisa mengekspor biodiesel ke Eropa. Menurut data GAPKI, ekspor minyak kelapa sawit dan turunannya ke Uni Eropa tercatat 5,03 juta ton di tahun 2017. Angka ini naik 15 persen dari tahun 2017 sebesar 4,37 juta ton. (CNNINDONESIA)

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180508193822-92-296705/eropa-larang-sawit-ri-balas-dendam-dagang-jadi-opsi-akhir