+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Aprobi Belum Melihat Kendala Pemakaian Biodiesel:

Aprobi Belum Melihat Kendala Pemakaian Biodiesel: Secara terpisah, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan menegaskan, tidak ada kendala dalam peningkatan penggunaan biodiesel. “Sampai saat ini saya belum melihat adanya kendala dengan peningkatan pemakaian biodiesel,” ujar dia. Menurut data yang dihimpun Investor Daily, sejak 2011 Indonesia telah mendorong hilirisasi minyak sawit di dalam negeri melalui tiga jalur hilirisasi yakni jalur hilirisasi industri oleofood, jalur hilirisasi industri oleokimia, dan jalur hilirisasi biofuel. Tujuannya selain meningkatkan nilai tambah juga mengurangi ketergantungan Indonesia pada pasar CPO dunia. Jalur hilirisasi biofuel dikaitkan dengan kebijakan mandatori biodiesel dariB-5 (2010), B10 (2012), B15 (2016), dan B20 (2016). Jalur ini bertujuan selain untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor BBM fosil juga mengurangi emisi dari BBM fosil. (INVESTORDAILY)

http://id.beritasatu.com/home/aprobi-belum-melihat-kendala-pemakaian-biodiesel/176466

Biodiesel KA Temui Kendala Saat Pencampuran: Pemanfaatan biodiesel pada kereta api menemui kendala ketika campurannya ditingkatkan secara bertahap dari B5 menjadi B20. Namun, kendala itu saat ini dalam proses uji coba guna mengetahui apakah benar permasalahan itu ditimbulkan oleh biodiesel. Jika memang benar biodiesel penyebabnya maka dicarikan solusi agar kendala itu bisa diselesaikan.Sejak 2016, pencampuran ditingkatkan menjadi 20% atau B20. Laporan KAI menyatakan, ada masalah pada filter dan nozzle tip lokomotif setelah menggunakan B20. Dengan uji coba ini akan diketahui apakah permasalahan itu terjadi akibat pemakaian B20. Dadan Kusdiana yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Kajian Rail Test B20 mengungkapkan, uji coba dilakukan hingga Juli nanti. Dalam periode tiga bulan pertama uji coba tidak ditemukan adanya kendala pada kereta api dalam menggunakan B20. Namun, pihaknya tetap melakukan monitoring untuk tiga bulan berikutnya. “Kami belum menemukan tanda-tanda apapun dari uji coba tiga bulan ini. Tapi masih ada tiga bulan berikutnya,” ujarnya. (INVESTORDAILY)

http://id.beritasatu.com/home/biodiesel-ka-temui-kendala-saat-pencampuran/176467

Saling Berbalas Artikel Sawit (Oegroseno Vs Vincent Guerend): Belakangan ini muncul saling berbalas artikel di media mainstraim, sebagai wujud dari upaya pihak Indonesia menolak adanya diskiriminasi terhadap minyak kelapa sawit. Industri kelapa sawit saat ini memang telah menjadi komoditas utama bagi bangsa Indonesia, kendati masih banyak segundang pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki, namun upaya diskriminasi tentu bukan jalan yang tepat dalam upaya mendukung perbaikan tersebut. Sikap anti-sawit di seluruh Eropa, tidak sekadar UE, adalah ideologi. Ideologi tidak harus selalu terkait pada keanggotaan partai atau sistem kenegaraan. Spektrumnya sangat luas dari ekstrem kiri hingga ekstrem kanan. Gabungan kekuatan politik dari spektrum ideologi Eropa yang berbeda ini menghasilkan Resolusi PE yang melarang sawit sebagai minyak nabati (biofuel) transportasi di Eropa mulai 2021. Sebanyak 485 (60%) dari 751 anggota PE menyetujui resolusi diskriminatif anti-sawit dan menutup mata terhadap tak adanya standar yang sama terhadap produk lokal UE rapeseed, sunflower (bunga matahari) dan soya (kedelai). Biofuels di UE tidak hanya dari sawit tetapi juga dari rapeseed, bunga matahari dan kedelai yang ditanam petani secara masif seluas 11.5 juta hektar. Para petani ini dan juga petani di UE lainnya dapat subsidi yang besar, yaitu 59 miliar euro atau hampir Rp 1.000 triliun. Bas Eickout, Green MEP Belanda menyatakan penggunaan minyak sawit perlu dikurangi hingga nol pada 2021. Sementara Sekjen ePURE Emanuelle Desplechin, produsen ethanol di UE, menyatakan bahwa UE harus berhenti mempromosikan penggunaan minyak sawit dan turunannya dalam biofuel. UE sendiri secara resmi mengajukan anti-dumping terhadap sawit Indonesia sejak November 2013. 3,8 persen semua bahan bakar hayati (biofuel) berbasis tanaman yang turut dihitung dalam pencapaian target energi terbarukan UE. (INFOSAWIT)

https://www.infosawit.com/news/8077/saling-berbalas-artikel-sawit–oegroseno-vs-vincent-guerend-

Pemerintah Jamin Kualitas Biodiesel yang Dipasarkan: Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Rida Mulyana pernah menuturkan, pemerintah tidak sebatas menggenjot konsumsi. Namun juga menjamin kualitas dari biodiesel yang dipasarkan. Pemerintah telah membuat pedoman penanganan biodiesel ketika didistribusikan, yakni dengan menetapkan SNI solar sebelum dan setelah dicampur FAME. “Jadi dicek di beberapa titik, di produsen, ketika didistribusikan, di storage, dan di titik terakhir sebelum dijual ke konsumen,” jelas dia. Konsumsi biodiesel ditargetkan naik pada tahun ini seiring dengan perluasan insentif ke sektor pertambangan. Perluasan ini bakal menaikkan alokasi biodiesel Mei-Oktober yang sebesar 1,46 juta kl. Menurut Rida, alokasi biodiesel Periode ke-4 ini naik tipis dari periode sebelumnya yang sebesar 1,4 juta kl lantaran kereta api kembali memakai biodiesel walau hanya 5% (B5). Namun, pihaknya nantinya akan menambah lagi alokasi ini sebesar 400 ribu kl begitu insentif untuk pertambangan diberlakukan. Untuk periode satu tahun, sektor pertambangan diharapkan akan menambah penyerapan biodiesel sebesar 600 ribu kl. Target serapan biodiesel tahun ini naik 22,37% dari realisasi 2017 sebesar 2,86 juta kl. Meski konsumsi biodiesel terus naik, Rida menjamin tidak akan ada kekurangan pasokan FAME. Pasokan biodiesel masih melimpah mengingat kapasitas terpasang pabriknya mencapai 11,74 juta kl. “Target 2018, dengan adanya perluasan ke pertambangan, kami harapkan kurang lebih 3,5 juta kl. Ada tambahan 600 ribu kl dari pertambangan dalam satu tahun,” tutur Rida. (INVESTORDAILY)

http://id.beritasatu.com/home/pemerintah-jamin-kualitas-biodiesel-yang-dipasarkan/176468

Mandatori Biodiesel akan Diperluas ke Seluruh Sektor: Pemerintah akan menerapkan program mandatori biodiesel secara bertahap di seluruh sektor. Pada periode Juni-Juli 2018 pemerintah akan memperluas pemanfaatan biodiesel ini hingga ke sektor pertambangan, dan kemudian ke sektor industri lainnya. Saat ini penggunaan biodiesel baru untuk solar bersubsidi, pembangkit listrik, dan kereta api. Sementara itu, BPDPKS telah mengalokasikan dana hingga Rp 9 triliun untuk insentif penggunaan biodiesel pada tahun ini, yakni 3 juta kl untuk program solar bersubsidi dan pembangkit listrik PLN, 200 ribu kl untuk program nonsubsidi, dan 20 ribu kl untuk kereta api. Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, bahan campuran solar yakni unsur nabati yang digunakan berbahan dasar sawit. Adapun produksi sawit nasional mencapai 38 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 juta ton diserap dalam negeri dan sisanya diekspor. Artianya, peningkatan mandatori biodiesel mencukupi. “Program biodiesel ini guna mengamankan devisa negara dan wujud komitmen pemerintah mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata Dadan di Palembang, belum lama ini. Dadan menuturkan, kandungan FAME dalam biodiesel yang dipakai tiap sektor berbeda-beda. Untuk solar bersubsidi sebesar 20%, kereta api 5%, dan pertambangan 15%. Total konsumsi solar dalam negeri saat ini sekitar 35 juta kiloliter. Dia menegaskan, program mandatori biodiesel ini memiliki banyak manfaat. Dengan program ini, Indonesia dapat melakukan konservasi penggunaan energi fosil, mendongkrak harga CPO yang merupakan penghasil devisa terbesar, dan petani sawit juga akan diuntungkan.“Kemudian, kita juga berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca,” tutur dia. (INVESTORDAILY)

http://id.beritasatu.com/home/mandatori-biodiesel-akan-diperluas-ke-seluruh-sektor/176469

Harga BBN Naik: Besaran Harga Indeks Pasar BBN pada April 2018 naik dibanding bulan sebelumnya. Berdasarkan surat Surat Direktur Jenderal EBTKE Nomor 1802/12/DJE/2018, HIP BBN menjadi Rp 8.356 per liter. Harga tersebut belum termasuk ongkos angkut yang telah ditetapkan sebelumnya dalam Keputusan Menteri ESDM No. 2026 K/12/MEM/2017. Besaran HIP Biodiesel tersebut meningkat Rp 195 per liter dibandingkan HIP Biodisel pada Maret 2018. Kenaikan ini dipengaruhi oleh pergerakan harga CPO yang semakin meningkat. Dalam satu bulan terakhir, harga CPO naik sebesar Rp 201 per kg. Harga CPO sebesar Rp 8.029 per kg pada periode 25 Januari-24 Februari 2018, kemudian merangkak naik menjadi Rp 8.230 per kg pada periode 25 Februari-24 Maret 2018. Seiring dengan peningkatan harga biodiesel, HIP bioetanol pada April 2018 juga naik tipis jika dibandingkan dengan HIP periode bulan sebelumnya. Harga bioetanol pada April sebesar Rp 10.140 per liter dibandingkan Maret sebesar Rp 10.083 per liter atau naik sebesar Rp 57 per liter. Kenaikan harga bioetanol ini merupakan imbas dari penguatan nilai tukar dolar AS, meski harga rata-rata tetes tebu KPB tercatat tidak mengalami perubahan. Penghitungan besaran HIP Bioetanol ini berdasarkan harga rata-rata tetes tebu KPB periode 3 bulan sebesar Rp 1.625 per kg dikali 4,125 kg/liter kemudian hasilnya ditambahkan dengan US$ 0,25 per liter, dengan nilai kurs rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 13.748. (INVESTORDAILY)

http://id.beritasatu.com/energy/harga-bbn-naik/176465