+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Biodiesel untuk Alutsista:

• Biodiesel untuk Alutsista: Setelah memperluas penggunaan biodiesel untuk kereta api dan sektor pertambangan, pemerintah juga membidik kendaraan tempur atau alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI dan Polri. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan bahwa rencana itu masih dikaji oleh Kementerian ESDM bersama dengan delapan kementerian terkait lain sehingga implementasi belum bisa dilakukan pada tahun ini. “Tahun depan maunya [penerapan biodiesel untuk alutsista]. Namun, harus ngobrol dulu dengan semua orang, yang saya bilang delapan kementerian itu,” ujarnya (BISNIS INDONESIA)

• Tarif Tinggi Biodiesel Dikenakan, RI Siap Adukan AS ke WTO: Pemerintah Ame-” rika Serikat (AS) mengenakan bea masuk antidumping (BMAD) dan Countervailing Duty (CVD) terhadap produk biodiesel Indonesia Keputusan pengenaan BMAD dan CVD dikeluarkan oleh United State International Trade Commission (USITC) pada tanggal 9 April 2018. Melalui dokumen Federal Register, Indonesia dikenakan tambahan BMAD dan CVD dengan kisaran tarif mulai dari 126,97% hingga 341,38%. Keputusan ini tentunya membuat produk biodiesel Indonesia tidak lagi kompetitif di pasar Uwak Sam tersebut. (KONTAN)

• Pencampuran Biodiesel Akan Diperluas: Pemerintah terus mendorong pencampuran bahan bakar nabati (BBN) dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebesar 15%. Mandatori penggunaan biodiesel akan diperluas untuk seluruh sektor, yakni industri, transportasi, dan pertambangan. “Saat iniyangkami sasar baru sebagian sektor merupakan konsumen terbesar, yaitu transportasi darat dan pertambangan,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridha Mulyana di Jakarta, kemarin. (SINDO)

• Pengusaha Indonesia Siap Hadapi Kebijakan Eropa Terkait Sawit: Pemerintah Indonesia siap menghadapi rencana Uni Eropa (UE) untuk penta- hapan keluar atau “phasing out” biofuel berbasis kelapa sawit, kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri, Siswo Pramono. Hal iai disampaikan Siswo di sela-sela kunjungan ke PT Inti Indosawit Subur (PT IIS) bersama dengan beberapa duta besar negara Eropa, seperti disampaikan dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, disaJin dari Antara. Siswo menjelaskan, ada beberapa upaya yang dilakukan Indonesia terkait rencana Uni Eropa itu, salah satunya dengan pembentukan “Council for Palm Oil Producing Countries” (CPOPC) untuk menciptakan posisi bersama negara-negara penghasil kelapa sawit (NERACA)

• Kenakan Bea Masuk Anti-dumping 300%, Indonesia Hentikan Ekspor Biodiesel ke AS: USITC kembali menekankan pengenaan BMAD dan CVD kepada produk biodiesel Indonesia. Keputusan tersebut dikeluarkan pada tanggal 19 April 2018 lalu, USITC pun menegaskan aturan yang dikeluarkan oleh USDOC tersebut. Melalui dokumen Federal Register, Indonesia dikenakan tambahan BMAD dan CVD dengan kisaran mulai dari 126,97% hingga 341,38%. Mengatasi hal tersebut, Pradnyawati bilang perusahaan sudah mulai bertindak. Tindakan dilakukan dengan melakukan banding ke pengadilan domestik AS. (TRIBUNNEWS)
http://manado.tribunnews.com/2018/04/23/kenakan-bea-masuk-anti-dumping-300-indonesia-hentikan-ekspor-biodiesel-ke-as

• Produksi Biodiesel Thailand: Diperkirakan sekitar 70 persen B100 berasal dari RBDPO atau CPO, 22 persen dari stearin sawit, dan 8 persen dari FFA. Pasokan CPO yang tersedia untuk kebutuhan pangan, pakan, dan industri dalam negri, di tambah ekspor diperkirakan akan meningkat menjadi 2,2 juta metrik ton pada tahun 2018 dan 2 MMT pada tahun 2017. Meskipun terus meningkat dalam penanaman dan perluasan lahan panen kelapa sawit, produktivitas kelapa sawit selama beberapa tahun terakhir telah terhambat oleh kondisi kekeringan mulai tahun 2014, hingga pertengahan tahun 2016. (SAWITINDONESIA)