+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Bioenergi Di Pasar Global:

Bioenergi Di Pasar Global: Brazil merupakansatu-satunya negara ayang akan berada dalam posis tertinggi untuk memasok pasar ethanol global,dimana akan dapat memasok minimal 13 milar liter kepasar global pada tahun 2020. Pesain utama ethanol brazil diperkirakan adalah Amerika Serikat, EU27, China dan Jepang. Total gabungan permintaan setidaknya mencapai 15 miliar liter. Sedangkan China merupakan sebuah kejuatan, diaman demand China akan mencapai 8 miliar pada tahun 2020, yang meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan demand tahun 2010. Seiring dengan permintaan biodiesel global, maka pasokan biodiesel global juga harus berlipat ganda dalam jangka waktu 2010-2020. Hanya 57% kapasitas biodiesel yang ada yang dibutuhkan Uni Eropa pada tahun 2010 dan 2015 di bandingkan dengan permintaan yang diungkapkan, dengan mempertimbangakan FAME dan kapasitas diesel terbarukan dan proyeksi impor di NAPs. Pemenfaatan tersebut kemudian dapat meningkatkan menjadi 66% dari kapasitas tahun 2020 karena tidak ada penambahan kapasitas baru di tahun 2015. Pada tahun 2010, total impor mencapai 7% , prmintaan akan meningkat menjadi 20% pada tahun 2015 dan kemudian 35%di tahun 2020. (SAWIT INDONESIA)

https://sawitindonesia.com/rubrikasi-majalah/edisi-terbaru/bioenergi-di-pasar-global-2/

Indonesia Berpeluang Pecundangi Resolusi Sawit Parlemen Eropa: Resolusi Parlemen Eropa yang mengusulkan penghapusan minyak sawit sebagai sumber biodiesel belum mengikat secara hukum untuk menjadi keputusan seluruh negara Eropa sehingga Indonesia punya peluang untuk mengalahkan usulan parlemen tersebut. Ketua Bidang Luar Negeri Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Fadhil Hasan melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (1/5), menyatakan bahwa keputusan parlemen Uni Eropa belum menjadi undang-undang yang harus dijalankan. Diperlukan trialog dengan Komisi Eropa dan Dewan Eropa untuk mencapai keputusan untuk dilaksanakan di negara-negara anggota UE, tambahnya, sementara mulai 27 Maret tahun ini, ketiga badan UE tersebut memasuki putaran kedua perundingan trialog. “Posisi masing-masing negara anggota UE berbeda-beda, demikian pula posisi parlemen, komisi dan dewan. Hasilnya belum kita ketahui sampai keputusan diperkirakan baru diambil pada 2019,” kata Fadhil. (AKURAT)

http://ekonomi.akurat.co/id-212693-read-indonesia-berpeluang-pecundangi-resolusi-sawit-parlemen-eropa

Terbang ke Ceko dan Jerman, Menperin Fokus Gaet Investor dan Pelajari Industri 4.0: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke dua negara di Eropa, yakni Ceko dan Jerman. Kegiatan yang akan berlangsung selama lima hari, mulai 30 April sampai 4 Mei 2018 ini terkait dengan upaya pemerintah untuk menerapkan industri 4.0 dan meningkatkan investasi. Penemuan tersebut dinilai dapat menekan emisi gas buang kendaraan dan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM). Hal ini seiring dengan program yang telah diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian, yakni low carbon emission vehicle (LCEV) untuk mendorong industri otomotif di Indonesia memproduksi kendaraan ramah lingkungan. “Riset terhadap biofuel ini harus dilakukan, karena Indonesia merupakan salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Kita juga punya rumput laut. Keduanya sedang dilakukan riset, dan pemerintah siap memberikan insentif,” ucap dia. (LIPUTAN 6)

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3494987/terbang-ke-ceko-dan-jerman-menperin-fokus-gaet-investor-dan-pelajari-industri-40

Ilmuwan Jepang Akan Luncurkan Minuman Alkohol Berbahan Dasar Kayu: Para penikmat minuman keras akan segera dapat menikmati minuman beralkohol jenis baru. Sejumlah ilmuwan Jepang mengklaim telah menemukan cara untuk memproduksi minuman keras berbahan dasar kayu. Dikutip dari news.sky.com, tim peneliti asal Institut Penelitian Produk-Produk Hutan dan Kehutanan Jepang terus melakukan uji coba metode produksi alkohol konsumsi yang dikenal dengan sebutan etanol. Penelitian ini telah dimulai sejak tahun 2009. (KUMPARAN)

https://kumparan.com/ari-ulandari/tahun-2021-ilmuwan-jepang-akan-meluncurkan-produk-minuman-alkohol-berbahan-dasar-kayu

Biofuel group asks U.S. court to review EPA’s refinery waivers: A biofuels trade group asked a federal court on Tuesday to rule whether the U.S. Environmental Protection Agency violated the law in granting a growing number of small refineries exemptions from renewable fuel laws, according to a court filing. The Advanced Biofuels Association (ABFA), which counts oil major BP Plc as a member, submitted a petition to review the agency’s waiver decisions in the U.S. Court of Appeals in Washington DC. “ABFA members are concerned that Administrator (Scott) Pruitt is granting these exemptions in an arbitrary and capricious manner to undisclosed parties behind closed doors with no accountability for its decision-making process,” Michael McAdams, the head of the trade group, said in a statement. The EPA did not immediately respond to requests for comment. The lawsuit is the latest move in the biofuel industry’s fight with the EPA over the agency’s expansion of the small-refinery hardship exemption from the U.S. Renewable Fuel Standard (RFS). The RFS requires refiners to blend increasing amounts of biofuels such as corn-based ethanol into the nation’s fuel each year or purchase blending credits from other companies – a policy intended to provide a boost to Midwestern corn growers, reduce pollution and cut fuel imports. (REUTERS)

https://www.reuters.com/article/us-usa-biofuels-epa-lawsuit/biofuel-group-asks-us-court-to-review-epas-refinery-waivers-idUSKBN1I24CM