+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Biofuel Tanpa Sawit, Perparah Deforestasi:

Biofuel Tanpa Sawit, Perparah Deforestasi: Resolusi Parlemen Uni Eropa yang akan mengeluarkan sawit sebagai bahan baku biofuel pada 2021 bukan hanya sebagai bentuk diskriminasi dalam perdagangan internasional. Namun, resolusi tersebut juga akan memperparah laju deforestasi di dunia. Pendapat ini disampaikan Mahendra Siregar, Direktur Eksekutif CPOPC, dalam seminar ‘Menjawab Hambatan Perdagangan Ekspor Minyak Sawit di Pasar Global’ yang diselenggarakan Harian Kompas dan CPOPC di Jakarta, Mahendra mengatakan, alasannya adalah produktivitas minyak sawit empat hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan minyak nabati lain, seperti minyak soya, bunga matahari, dan rapeseed. Oleh sebab itu, seiring dengan permintaan minyak nabati dunia yang semakin tinggi, baik untuk pangan, non pangan, maupun energi, minyak sawit menjadi solusi untuk menahan laju deforestasi. Menurut Mahendra, penolakan terhadap Resolusi Parlemen Uni Eropa bukan semata-mata terkait aspek bisnis pasar minyak sawit di kawasan tersebut. Karena bisa saja mencari pasar baru di luar Uni Eropa. Namun, ini adalah masalah prinsip bahwa kami melawan segala tindakan diskriminatif perdagangan. Dalam diskusi sehari yang digagas Harian Kompas dengan CPOPC tersebut, Mahendra menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk menjawab tantangan global industri kelapa sawit Indonesia. Pertama, peningkatan produkvifitas perkebunan sawit rakyat sehingga memiliki daya saing yang lebih baik. Kedua, secara global CPOPC merekomendasikan untuk mengembangkan pasar, baik dengan menambah pasar baru atau pun mengembangkan pasar yang sudah ada. Terakhir, CPOPC sebagai wadah negara-negara penghasil kelapa sawit perlu terus memantapkan posisinya di hadapan dunia. (KOMPAS)

https://biz.kompas.com/read/2018/05/17/114539328/biofuel-tanpa-sawit-perparah-deforestasi

Misi Nasional Biofuel India: Tahap II Misi Nasional berkelanjutan untuk menghasilkan biodiesel berbasis minyak nabati yang cukup untuk mencapai 20 persen percampuran. Ini berencana untuk mencapai hal ini percepatan momentum yang dicapai dalam proyek demonstrasi, mengubah perkebunan menjadi sebuah gerakan massa di selururh negri. Ini akan dimulai pada tahun 2007 dan selesai dalam Rencana XI (2007-2012). Keberhasilan proyek percontihan ini diharapkan dapat menggembleng semua pemengku kepentingan dan peserta untuk memobilisasi sumber daya dengan pemerintah sebagai fasilisator.Salah sartu masalah utama dalam mendapatkan program biodiesel yang bergulir adalah sulitnya untuk memulai budidaya jarak pagar skala besar. Petani belum menganggap budidaya jarak pagar cukup menguntungkan. Misalnya, perkebunan tebu menghasilkan 70 ton/ha dan mengambil petani Rs. 70.000/ha dengan harga tebu Rs. 1.000/ton. Sebagai perbandingan, jika petani Jatropha mendapat Rs. 5.000 per ton minyak sayur dan jika hasilnya 3,75 ton/ha, pendapatannya hanya Rs. 18. 750 per hektar.Masalah utama lain adalah kurangnya pengumpulan bibit dan infrastuktur ekstraksi minyak. Dengan tidak adanya infrastuktur dan minyak sayur yang tersedia, akan sulit membujuk pengusaha untuk memasang tanaman transesterifikasi. (SAWITINDONESIA)

Aren Dikembangkan Jadi Bioetanol: Kegiatan pengolahan aren menjadi bioetanol telah diinisiasi oleh Badan Litbang dan Inovasi KLHK dan dipublikasikan secara resmi pada Oktober 2017. Tahun ini, keenam lembaga Pusat Unggulan Iptek akan bekerja sama mengembangkan desa mandiri berbasis aren di kabupaten itu. P3HH mendukung koordinasi dan aplikasi Iptek serta formulasi bioethanol. Pusat Penelitian dan PPPTMG Kementerian ESDM menyediakan 204 unit kompor bioetanol. Pusat Penelitian Kimia LIPI mendukung aplikasi teknologi peningkatan kualitas bioetanol fuel-grade.Pusat Penelitian Politik menyusun rekomendasi regulasi peraturan daerah/peraturan bupati terkait tata niaga. BBIA Kementerian Perindustrian mendukung pengujian produk pangan. Balai Penelitian Palma Kementerian Pertanian mendukung penyiapan varietas aren unggul. Dia menjelaskan potensi nira aren itu dapat diolah menjadi berbagai diversifikasi produk, mulai dari bioetanol untuk alternatif bahan bakar rumah tangga hingga pangan. Buahnya pun dapat diolah menjadi manisan kolang-kaling. (BISNIS)

http://industri.bisnis.com/read/20180517/99/796515/aren-dikembangkan-jadi-bioetanol