+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Biosolar Ramah Lingkungan, Ramah Kantong Juga?

Indonesia sejak tahun lalu menerapkan program mandatori pemakaian biodiesel sebesar 20% (B-20) pada kendaraan bermotor pada 2016. Di tengah ancang-ancang untuk meningkat ke tahap B-30, sejumlah keluhan konsumen justru menyeruak. Kebijakan pemanfaatan biodiesel ini dilakukan secara bertahap. Sesuai ketentuan pemerintah, dengan program B-20 berarti dalam setiap 1 liter solar akan memiliki 20% biodiesel dan 80% solar mumi. Campuran ini lah yang disebut dengan biosolar. Saat ini ada 19 produsen biodiesel yang terikat kontrak dengan PT Pertamina Tbk dan PT AKR Corporindo Tbk. melalui kerangka dukungan insentif pembiayaan dana sawit. Sementara itu, konsumen bahan bakar ini cukup luas, mulai dari pabrikan, pertambangan, hingga pemilik kendaraan bermotor. Di tengah ancang-ancang untuk memasuki tahap mandatori B-30, belakangan muncul keluhan dari para pengguna. Sebagai contoh, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menerima laporan bahwa penggunaan biosolar membuat filter kendaraan cepat kotor. Dibandingkan dengan solar, bahan bakar ini menghasilkan endapan kotoran lebih banyak. “Kalau dianalogikan, pakai solar biasa filter dibersihkan sebulan sekali. Pakai biosolar bisa sebulan dua kali,” kata Direktur Pemasaran dan Penjualan HMSI Santiko Wardoyo (BISNIS INDONESIA)