+62 2129380882 office@aprobi.co.id

BMAD Biodiesel RI, Aprobi Tuding AS Lakukan Proteksionisme Dagang:

BIOFUEL (APROBI)

  • BMAD Biodiesel RI, Aprobi Tuding AS Lakukan Proteksionisme Dagang: Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia menuding langkah Amerika Serikat menetapkan Bea Masuk Anti-Dumping terhadap produk biodiesel RI sebagai upaya proteksionisme perdagangan yang semestinya tidak diperkenankan. Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan langkah proteksionisme yang dilakukan oleh negeri Paman Sam tidak diperolehkan dalam perdagangan Internasional. Pihaknya juga menyayangkan tindakan tersebut. Langkah ini juga dicurigai sebagai pola dagang American First yang dilakukan AS sejak masa kepemimpinan Presiden AS Donald Trump. “Keputusan yang dikeluarkan AS, kami kecewa karena ini keterlaluan dan benar-benar mendiskriminasi produk sawit Indonesia. Argentina juga kena [BMAD], tapi tidak sebesar Indonesia,” kata Paulus (BISNIS)

http://industri.bisnis.com/read/20180226/12/743167/bmad-biodiesel-ri-aprobi-tuding-as-lakukan-proteksionisme-dagang

  • Tuduh Dumping, Indonesia Laporkan AS ke WTO: Indonesia melaporkan Amerika Serikat (AS) ke World Trade Organization (WTO) atas tuduhan dumping biodiesel asal Indonesia. “Pemerintah berencana akan mengadu ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO),” kata Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (APROBI) Paulus Tjakrawan. Pelaporan itu digunakan untuk melawan tuduhan dumping dari AS. Selain upaya diplomasi terus dilakukan. Indonesia telah melaporkan tuduhan dumping itu pada Pengadilan Perdagangan Internasional AS (USCIT). Tuduhan itu dilakukan dengan kolaborasi antara pemerintah dengan Industri. “Pemerintah dan Industri sudah mengadu ke USCIT pada tanggal 4 Februari 2018,” ungkap  (SAWIT PLUS)

http://www.sawitplus.com/2018/02/27/tuduh-dumping-indonesia-laporkan-ke-wto/

  • Indonesia Uji Coba Pengembangan BBM dari Limbah Sawit: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan Indonesia saat ini mulai melakukan uji coba untuk menghasilkan bahan bakar minyak dari limbah kelapa sawit. Jika uji coba ini berhasil, ia menyebut, Indonesia berpotensi menghasilkan 3 juta kiloliter biofuel per tahun (REPUBLIKA)

http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/18/02/26/p4rm9f368-indonesia-uji-coba-pengembangan-bbm-dari-limbah-sawit

  • Produk Samping Tebu Sebagai Energi Terbarukan Bioetanol: Dunia saat ini sedang menghadapi penurunan cadangan energi tak terbarukan yang berasal dari pertambangan minyak. Penurunan cadangan minyak bumi menjadi masalah serius karena kenaikan konsumsi bahan bakar minyak dan terjadinya krisis politik, sehingga kecenderungan kenaikan harga minyak tak terelakkan. Biofuel telah menarik perhatian dunia karena selain meningkatkan diversifikasi sumber energi juga tidak berkontribusi mengurangi emisi gas rumah kaca. Biomassa lignoselulosa tebu merupakan bahan baku berpotensi untuk produksi bioetanol dan konversi energi termal. Manfaat penggunaan biomassa lignoselulosa terhadap lingkungan adalah positif karena mampu mengurangi efek rumah kaca dan meningkatkan penyerapan karbon. (REPUBLIKA)

http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/pertanian/18/02/26/p4rgy1453-produk-samping-tebu-sebagai-energi-terbarukan-bioetanol

  • Pembiayaan Sawit Andalkan Pungutan Ekspor: Pemerintah tidak lagi mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan pengembangan kapasitas subsektor kelapa sawit nasional mulai tahun ini. BPDP Sawit memproyeksikan hasil pungutan atas ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya bisa mencapai Rp 11 triliun hingga akhir 2018. BPDP Sawit mengelola dana pungutan atas setiap ekspor CPO dan turunannya dengan besaran bervariasi, mulai dari USS 10 hingga US$ 50 per ton. Berdasarkan Perpres No 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit, dana hasil pungutan ekspor sawit dialokasikan untuk pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, promosi, peremajaan, serta sarana dan prasarana perkebunan sawit. Penggunaan dana itu juga termasuk dalam rangka pemenuhan hasil perkebunan kelapa sawit untuk pangan, hilirisasi industri, serta penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati jenis biodiesel. Untuk rencana penyaluran dana 2018, di antaranya dialokasikan untuk peremajaan kebun kelapa sawit petani hingga 185 ribu ha serta untuk selisih yang harus dibayar pemerintah atas penggunaan biodiesel dengan estimasi sebesar 3,50 juta kiloliter (kl). (INVESTOR DAILY INDONESIA)