+62 2129380882 office@aprobi.co.id

BPK: ‘Subsidi’ Konglomerat Sawit Langgar Perpres Jokowi:

• BPK: ‘Subsidi’ Konglomerat Sawit Langgar Perpres Jokowi: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kelebihan penyaluran subsidi mencapai Rp68,1 miliar dari dana sawit (CPO Fund) yang masuk kantong para konglomerat sawit dalam kurun waktu Mei 2016 hingga April 2017. Subsidi tersebut mengacu pada selisih harga biodiesel kepada Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN) yang berasal dari selisih besaran Harga Indeks Pasar (HIP) BBN jenis Biodiesel dengan HIP Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar. Tak hanya memberikan ‘subsidi berlebih’ atas kesalahan penggunaan kurs rupiah di BI, BPK juga menemukan bahwa dana sawit BPDPKS juga ‘bocor’ lantaran ada kelebihan bayar ongkos angkut Biodiesel ke BUBBN mencapai Rp6,62 miliar. PT Wilmar Bioenergi Indonesia (WBI) dan PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) disebut mendapat kelebihan ongkos angkut Biodiesel tersebut, masing-masing sebesar Rp,2,04 miliar dan Rp4,58 miliar. Kelebihan bayar terjadi lantaran perhitungan biaya angkut belum didasari oleh perhitungan dengan formula yang jelas dari BPDPKS dan Kementerian ESDM. Sedangkan yang terjadi di lapangan, perhitungan ongkoas angkut yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM hanya didasarkan pada besaran ongkos angkut yang diusulkan oleh perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), pada saat menyalurkan Biodiesel kepada PT Pertamina (Persero). (CNN INDONESIA)
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180403095136-532-287789/bpk-subsidi-konglomerat-sawit-langgar-perpres-jokowi
• Ikuti CPO, Harga Indeks Pasar Biodiesel Naik Jadi Rp8.356: Kementerian ESDM menetapkan harga indeks pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) sebesar Rp8.356 per liter pada April 2018, atau naik Rp195 per liter dibandingkan bulan lalu. Penetapan harga biodiesel di luar ongkos angkut itu tertuang dalam Surat Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Nomor 1802/12/DJE/2018. “Kenaikan harga biodiesel ini dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) yang semakin meningkat,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi‎ (CNN INDONESIA)
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180403145644-85-287901/ikuti-cpo-harga-indeks-pasar-biodiesel-naik-jadi-rp8356
• CPO dan Dolar AS Kerek Harga Biodiesel dan Bioetanol April 2018: Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) pada bulan April 2018 mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya. HIP BBN ini dimuat dalam Surat Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) nomor 1802/12/DJE/2018. Berdasar surat tersebut, harga Biodiesel menjadi Rp 8.356 per liter. Harga tersebut belum termasuk ongkos angkut yang telah ditetapkan sebelumnya dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 2026 K/12/MEM/2017. Besaran HIP Biodiesel ini meningkat Rp 195 per liter dibandingkan HIP Biodisel pada Maret 2018. (JAWA POS)
https://www.jawapos.com/read/2018/04/04/201348/cpo-dan-dolar-as-kerek-harga-biodiesel-dan-bioetanol-april-2018