+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Diversifikasi Energi

Kekhawatiran bahwa bangsa Indonesia bakal terperosok ke dalam tragedi energi, perlahan memudar. Pelan namun pasti, program diversifikasi energi yang dilakukan pemerintah dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan (EBD mulai menuai hasil Kita pun mendorong pemerintah lebih serius mengembangkan bioenergi. Penggunaan bioenergi secara masif bukan saja akan memperkokoh ketahanan energi, tapi juga ketahanan ekonomi nasional. Indonesia merupakan produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) terbesar di dunia, yang bisa menjadi balian baku bioenergi. Kita juga punya jarak, singkong, jagung, dan tebu. Sebagai contoh, program mandatori biodiesel sebesar 20% (B20) pada setiap minyak diesel (solar) tahun lalu berhasil menyerap 2,7 juta kiloliter (kl) biodiesel sawit. Kecuali itu, program B20 terbukti ampuh mengurangi greenhouse gas emissions (GHG) sekitar 4,49 juta ton CO2 serta menciptakan nilai tambah industri senilai Rp 4,4 triliun dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 385 ribu orang. Menilik fakta-fakta tersebut, kita setuju bahwa bioenergi tidak boleh dianaktirikan dalam program diversifikasi energi. Selain sambil menyelam minum air* (memperkuat ketahanan energi dan ekonomi nasional), pengembangan bioenergi adalah senjata yang efektif untuk mengurangi kesenjangan pengeluaran antarpenduduk dan ketimpangan ekonomi antarwilayah. Bukankah pelaku utama program biodiesel notabene adalah para petard di daerah? (INVESTOR DAILY INDONESIA)