+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Ekspor ke AS Terbendung (Sejumlah komoditas ekspor Indonesia terbentur kebijakan yang diterapkan Amerika Serikat)

Dalam dua tahun terakhir, sejumlah komoditas ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) menemui berbagai ganjalan. Ganjalan itu terutama akibat kebijakan yang dibuat Pemerintah AS. Untuk itu salah satu pekerjaan rumah yang harus dijalankan Pemerintah Indonesia adalah melobi pihak Pemerintah AS agar kebijakannya lebih ramah pada produk RI. Tercatat, ada tiga komoditas yang terganjal masuk ke AS, yakni produk perikanan, rumput laut, dan biodiesel. Komisaris Utama Wilmar, Master Parulian Tumanggor menilai langkah AS ini karena adanya upaya proteksi terhadap produk minyak nabati yang mereka hasilkan yakni minyak kedelai. “Harga biodiesel sawit kita cukup murah. Daripada membiarkan industri kedelai mereka mati, mereka coba kurangi impor dari kita, sehingga perusahaan di sana membeli kedelai,” ucapnya Ia tidak menampik bahwa kebijakan AS ini akan berdampak bagi industri kelapa sawit Indonesia Terlebih apabila dilihat dari sisi persaingan dengan produsen biodiesel lainnya. Namun, menurutnya, kebijakan ini belum tentu akan menimbulkan kerugian bagi Indonesia Sebab yang membayar bea masuk adalah perusahaan AS sendiri dan sepanjang harganya masih menguntungkan bagi Indonesia, industri tidak masalah dengan kenaikan bea masuk ini. “Namun, mereka akan membandingkan antara mengimpor biodiesel sawit atau membeli biodiesel kedelai. Kalau harganya lebih murah kedelai, mereka akan beli kedelai,” papar Master. Menurutnya, volume ekspor biodiesel Indonesia ke AS tidak terlalu besar. Hal ini karena adanya persaingan antara Indonesia dan Malaysia sebagai penghasil biodiesel. (KONTAN)