+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Ekspor Biodiesel Terancam Turun (Indonesia Menilai AS Terlalu Protektif):

  • Ekspor Biodiesel Terancam Turun (Indonesia Menilai AS Terlalu Protektif): Ekspor biodiesel Indonesia ke Amerika Serikat turun bahkan terancam tidak dapat dilakukan lagi. Hal itu bisa terjadi setelah Departemen Perdagangan AS memutuskan untuk mengenakan bea masuk imbalan biodiesel Indonesia yang cukup tinggi, yaitu 34,45-64,73 persen. Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan, akan ada dua jenis bea masuk yang akan dikenakan AS terhadap biodiesel Indonesia, yaitu yang berhubungan dengan tuduhan subsidi Sementara yang kedua yang berhubungan dengan tuduhan dumping. Konsumsi domestik. Saat ini, kapasitas terpasang biodiesel Indonesia adalah sekitar 12 juta kiloliter per tahun. Dari jumlah itu, yang terserap di dalam negeri hanya sekitar 3 juta kiloliter per tahun atau sekitar 25 persen. “Kita perlu ekspor. Jika tidak, kinerja industri akan rendah dan akan berdampak kepada efisiensi, harga, dan tenaga kerja,” ujarnya (KOMPAS)
  • SALING TATAP: Ketua Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia Paulus Tjakrawan (tengah) berbincang bersama Penasehat Khusus untuk ISPO Perubahan Iklim Yayasan Kehati Diah Suradiredja (kiri) dan Chairman Medco Energy Muhammad Lutfi usai Konfeensi Perubahan Iklim (COP23/UNFCCC) di Paviliun Indonesia, Bonn, Jerman, kemarin. (RAKYAT MERDEKA-FOTO)
  • Pemeriksaan Intai Amnesti Pajak Jilid II (Pengusaha berminat ikut amnesti pajak jilid dua meski ada law enforcement): Kesempatan emas dapat pengampunan pajak dibuka lagi! Pemerintah, lewat revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 118/2016 membuka kesempatan bagi wajib pajak untuk ikut program amnesti psuak jilid II. Wajib pjak, baik yang sudah ikut program amnesti tahap I maupun yang belum dapat melaporkan harta atau aset yang belum tercantum di surat pernyataan harta (SPH) dan surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak penghasilan (PPh). “Ini kesempatan yang belum tentu datang lagi, jadi harus dimanfaatkan,” tandas Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Suryadi Sasmita, Minggu (19/11). Bahkan Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengaku akan mendorong anggotanya memanfaatkan kesempatan emas ini. Namun berbeda dengan program amnesti pajak jilid satu, ada janji tak ada pemeriksaan, maka dalam pengampunan pajak jilid II ini, pemerintah akan tetap melakukan penegakan hukum alias law enforcement t terkait harta bersih sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 3/2016. “Jadi batas waktu untuk pengungkapan sendiri adalah ketika pemeriksa datang dengan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak, yang bisa terjadi kapan sja,” tandas Direktur Pelayanan dan Penyuluhan (P2) Humas Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Hestu Yoga Saksam kepada KONTAN, Minggu (19/11) Artinya, harta tersembunyi yang ditemukan Ditjen Pajak saat pemeriksa datang akan kena tarif pjak berdasarkan PP 36 plus sanksi 2% perbulan bagi yang tak ikut amnesti pajak, dan sanksi 200% bagi yang ikut amnesti pajak. (KONTAN)
  • Pengusaha harus manfaatkan amnesti jilid II: Kementerian Keuangan merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 118/2016. Dalam peraturan ini Wajib Pajak (WP), baik yang mengikuti amnesti pajak ataupun yang tidak, diberikan kesempatan untuk melaporkan seluruh hartanya. Paulus Tjakrawan, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (APROBI) mendukung upaya yang dilakukan Kementerian Keuangan. Menurutnya, langkah ini merupakan salah satu langkah pemerintah untuk membenahi kondisi perpajakan di Indonesia yang selama beberapa tahun ini pencapaiannya masih di bawah target. “Tentunya kami minta kalangan pengusaha untuk menggunakan kesempatan ini,” ujar Paulus. (KONTAN)

http://nasional.kontan.co.id/news/pengusaha-harus-manfaatkan-amnesti-jilid-ii

  • Hari Sawit Indonesia 18 November, Berikut Sejarahnya: Di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) bersama pihak terkait di industri kelapa sawit mendeklarasikan 18 November sebagai “Hari Sawit Indonesia”. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian diharapkan menerbitkan surat keputusan penetapan, sekaligus mengusulkan perubahan nama Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) menjadi Dewan Sawit Indonesia (DSI). Deklarasi dilakukan DMSI bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Asosiasi Petanian Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (Maksi), Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (Aimmi), Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (Gimni), Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI), Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) serta tokoh dan petani sawit lainnya, Sabtu (18/11/2017) di Medan, Sumatera Utara. (GLOBAL PLANET NEWS)

http://www.globalplanet.news/berita/1893/hari-sawit-indonesia-18-november-berikut-sejarahnya

  • Bea Masuk Biodiesel AS Selangit, Indonesia Berniat Lapor WTO: Kementerian Perdagangan meminta pemerintah Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan kembali putusan final bea masuk imbalan (countervailing duty) atas produk biodiesel Tanah Air yang masuk ke Negeri Paman Sam. Bahkan, Indonesia tak segan melemparkan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) bila pemerintah AS mengabaikan permintaan tersebut. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai putusan final itu tidak adil dan tak sesuai dengan semangat perdagangan internasional. “Indonesia tidak segan-segan mengajukan gugatan melalui Mahkamah AS maupun melalui jalur Dispute Settlement Body WTO,” ujar Enggar dalam keterangan tertulis, Minggu (19/11). (CNN INDONESIA)

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20171119171913-92-256680/bea-masuk-biodiesel-as-selangit-indonesia-berniat-lapor-wto/

  • BPDP Kelapa Sawit Siapkan Rp 5,7 Triliun Untuk Dana Biodiesel Periode-5: Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa sawit siap menyalurkan dana untuk pembiayaan selisih kurang Harga Indeks Pasar (HIP) minyak solar dengan HIP Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis Biodiesel pada periode tersebut, kepada 20 produsen jenis biodesel yang telah ditetapkan sebagai penyalur biodiesel ke PT. Pertamina (Persero) dan PT. AKR Corporindo. Penyaluran itu sudah sesuai penetapan Badan Usaha BBN dan alokasi besaran volume biodiesel untuk periode Periode Nopember 2017 – April 2018, untuk pengadaan bahan bakar nabati jenis biodiesel. Sebagaimana keputusan Menteri ESDM pada surat bernomor 3756 K/10/MEM/2017. (MAJALAH SAWIT INDONESIA)

https://sawitindonesia.com/rubrikasi-majalah/berita-terbaru/bpdp-kelapa-sawit-siapkan-rp-57-triliun-untuk-dana-biodiesel-periode-5/

  • Dalam 10 Bulan, Program Biodiesel Sudah Habiskan Rp5,7 Triliun: Dana insentif program biodiesel pada periode Januari-Oktober tahun ini mencapai Rp5,7 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian biodiesel sebesar 1.407.778 kilo liter (kl). Menurut Direktur Utama BPDB KS Dono Boestami, rata-rata besaran insentif dana biodiesel selama Januari-Oktober 2017 sebesar Rp4.054 per liter. Kemungkinan dana tersebut akan bertambah mengingat lembaga pengumpul dana bea keluar minyak sawit ini siap memberikan dana insentif untuk bauran solar pada November 2017- April 2018. (OKEZONE)

https://economy.okezone.com/read/2017/11/17/320/1816055/business-hits-dalam-10-bulan-program-biodiesel-sudah-habiskan-rp5-7-triliun

  • Hingga September 2017, Permintaan Produk Sawit Masih Dalam Tren Positif: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyatakan, permintaan produk minyak sawit dari negara tujuan ekspor masih mencatatkan pertumbuhan hingga September tahun ini dengan kenaikan permintaan dari Timur Tengah sebesar 26%, Pakistan 9%, dan Uni Eropa 1%. “Secara keseluruhan, kinerja ekspor minyak sawit masih berada dalam tren positif dengan total volume 2,76 juta ton,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gapki, Togar Sitanggang, kepada pers di Jakarta, Jumat (17/11/2017). Kinerja ekspor minyak sawit, tidak termasuk biodiesel dan oleochemical pada September 2017 yang mengalami penurunan 7,5% secara month to month. Namun, angka tersebut masih tinggi apabila dibandingkan dengan tren ekspor sepanjang 2017. Di sisi lain, menipisnya stok minyak sawit Indonesia dan Malaysia mengerek harga di pasar global. Selama September 2017, harga harian komoditas itu bergerak di kisaran US$687,60 hingga US$760 per metrik ton dengan harga rata-rata US$724,9 per metrik ton. Harga rata-rata selama September 2017 naik 7% dibandingkan bulan sebelumnya senilai US$676 per metrik ton. (INDUSTRY CO ID)

http://www.industry.co.id/read/19843/hingga-september-2017-permintaan-produk-sawit-masih-dalam-tren-positif

  • (MAJALAH SAWIT INDONESIA) Ini Alasannya Indonesia Setop Ekspor Biodiesel Ke Amerika Serikat

https://sawitindonesia.com/rubrikasi-majalah/berita-terbaru/ini-alasannya-indonesia-setop-ekspor-biodiesel-ke-amerika-serikat/