+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Ekspor Delapan Komoditas Agribisnis Perlu Digenjot

Investor Daily Indonesia | Rabu, 13 Maret 2019

Ekspor Delapan Komoditas Agribisnis Perlu Digenjot

Harga minyak sawit akan cenderung lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang, karena produksi akan berkembang pada kecepatan yang lebih lambat sementara pertumbuhan konsumsi relatif kuat. Harga minyak sawit rata-rata RM 2.300 (US$ 564) per ton tahun ini. Fitch Solutions seperti dilansir Antara mengatakan dalam sebuah laporannya bahwa mereka percaya ada kenaikan di depan dalam beberapa bulan mendatang untuk harga minyak sawit dan mempertahankan perkiraan harga minyak sawit rata-rata pada RM 2.300 (US$ 564) per ton tahun ini atau tingkat rata-rata yang sama pada 2018. Harga minyak sawit berbalik naik (rebound) pada awal tahun ini, dari rekor terendah pada Desember 2018, didorong oleh reli harga minyak mentah dan berita positif untuk permintaan minyak sawit seperti penurunan bea masuk minyak Kelapa Sawit India.

Fitch Solutions memperkirakan produksi minyak sawit global akan tumbuh pada tingkat yang lebih rendah 3,90% menjadi 73,20 juta ton tahun ini. Di antara mereka, produksi Malaysia hanya akan meningkat 2,20% menjadi 20,10 juta ton tahun ini, dibandingkan dengan pertumbuhan 4,30% yang tercatat tahun lalu. Lembaga riset itu juga memproyeksikan konsumsi minyak sawit global akan tumbuh lebih kuat pada lima persen, tingkat tercepat yang tercatat sejak 2014, karena pertumbuhan produksi biodiesel akan meningkat dengan Indonesia dan Malaysia semakin mendukung industri ini. Menurut laporan itu, konsumsi minyak sawit Tiongkok tahun ini juga diproyeksikan naik 9% tahun ke tahun (yoy) menjadi 5,57 juta ton dari 5,11 juta ton pada tahun lalu. Fitch Solutions juga mempertahankan pandangannya bahwa harga minyak sawit rata-rata lebih tinggi pada RM 2.370 per ton tahun depan, karena stok perlahan-lahan akan menurun tahun ini.