+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Govt to kick off bioethanol blending:

  • Govt to kick off bioethanol blending: After a prolonged delay, the government expects to begin the bioethanol blending program this year by assigning state-owned energy giant Pertamina and chemical distributor PT AKR Corporin-do to deliver the fuel in East Java. Indonesia initially planned to begin the 2 percent bioethanol program (E2) in the transportation sector under the governments public service obligation (PSO) scheme and the 5 percent blending program (E5) in the industry, commercial and nori-PSO transportation sectors in 2016. As of 2016, there were 14 bioethanol plants in the country with a total refinery capacity of 408,000 kiloliters per year. Of the figure, only three plants could produce fuel-grade bioethanol with a combined capacity of 100,000 KL annually. (THE JAKARTA POST)
  • 2018, Penyerapan Biodiesel Diperkirakan 3,5 Juta KL: Paulus Tjakrawan, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) memperkirakan penyerapan biodiesel nasional tahun ini mencapai 3,5 juta kiloliter (KL). Jumlah tersebut dipastikan meningkat dibanding realisasi penyerapan tahun lalu sekitar 3,1 juta KL. Adapun hingga November 2017 produksi biodiesel mencapai 3,13 juta kiloliter. Sementara serapan dalam negeri sebesar 2,35 juta kiloliter atau 90% dari total serapan, dan untuk ekspor sebesar 179.000 kiloliter. “Meningkatnya produksi tahun ini bisa dipicu oleh penggunaan biodiesel oleh transportasi kereta api. Bila kereta api menggunakan biodiesel tahun ini bisa menyerap sekitar 400.000-500.000 kiloliter,” ucapnya. (AGROFARM)

https://www.agrofarm.co.id/5343-2/

  • Saham CPO Masih dalam Tekanan (Analis masih menyarankan hold dan netral untuk saham emiten CPO): Sempat terpapar sentimen negatif dari Eropa, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali bangkit. Kondisi ini ikut mengerek prospek harga saham para pekebun sawit di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada Januari lalu, Parlemen Uni Eropa sepakat berupaya menghentikan penggunaan CPO sebagai bahan bakar pada 2021. Hal ini sempat menjadi pukulan bagi industri sawit dunia. Namun, salah satu perusahaan CPO terbesar dunia, Sime Darby Plantation, menyatakan pelarangan itu tak akan mengganggu permintaan CPO global. Pernyataan ini menjadi sentimen positif bagi saham perkebunan. Namun, Vice President Research Artha Sekuritas Indonesia Frederik Rasali menilai, hal itu belum bisa mendorong saham CPO. Apalagi, beberapa negara seperti Amerika Serikat dan India baru saja merilis aturan vang menghambat ekspor c”PO para emiten perkebunan. “AS baru mencanangkan kebijakan anti-dumping untuk impor biodiesel dari Indonesia, sementara India baru menaikkan pajak impor CPO menjadi 44%,” ujar Frederik kepada KONTAN, Jumat (2/3) lalu. (KONTAN)
  • Harga Bahan Bakar Nabati Naik Rp 199 per Liter: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN), meliputi biodiesel dan bioetanol pada Maret 2018 mengalami kenaikan. Seperti yang dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, di Jakarta, Jumat (2/3/2018), tarif biodiesel Maret 2018 ditetapkan sebesar Rp 8.161 per liter, atau naik sebesar Rp 199 per liter dari Februari 2018, yaitu Rp 7.962 per liter. Harga tersebut masih belum termasuk perhitungan biaya angkut, yang berpedoman pada Keputusan Menteri ESDM No.2026 K/12/MEM/2017. Kenaikan HIP biodiesel dorong oleh harga rata-rata minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) sepanjang 25 Januari hingga 24 Februari 2018 sebesar Rp 8.029 per kilogram (kg). Harga ini lebih tinggi pada periode sebelumnya, yaitu Rp 7.810 per kg. (LIPUTAN 6)

http://bisnis.liputan6.com/read/3336477/harga-bahan-bakar-nabati-naik-rp-199-per-liter