+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Harga Biodiesel Turun, Konsumsi Berpotensi Meningkat:

  • Harga Biodiesel Turun, Konsumsi Berpotensi Meningkat: Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia menilai bahwa konsumsi bahan bakar nabati atau biodiesel dalam negeri berpotensi meningkat dengan pergerakan harga biodiesel yang terus menurun. Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan penurunan harga biodiesel membuat dana yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk insentif biodiesel akan semakin bertambah. Hal ini karena dengan harga minyak yang juga mengalami kenaikan, maka selisih antara harga solar dan harga biodiesel semakin kecil. Menurutnya, kelebihan dana insentif tersebut dapat dialihkan untuk penerapan BBN Biodiesel ke non-PSO (public service obligation/subsidi) sehingga hal tersebut dapat memicu peningkatan konsumsi biodiesel. “Mungkin nanti ke yang non-PSO pakai dana itu sebagian, tapi bukan untuk PSO. Kalau PSO tetap saja segitu [penyerapan] karena PSO praktis semua sudah pakai, tinggal non-PSO yang belum,” ujar Paulus (BISNIS)

http://industri.bisnis.com/read/20180131/44/732891/harga-biodiesel-turun-konsumsi-berpotensi-meningkat

  • Ketika Uni Eropa Bakal Hapus Biofuel dari Sawit, Apa Kata Mereka?: Parlemen Uni Eropa kembali membuat geger dunia perkelapasawitan. Mereka mengesahkan rancangan proposal energi dengan menghapus minyak sawit (crude plam oil/CPO) sebagai bahan dasar bahan bakar berkelanjutan (biofuel) pada 2021. Keputusan ini terkait produksi sawit yang disebut-sebut sebagai penyebab deforestasi. Para politisi Uni Eropa pada 17 Januari 2018,mendukung Report on the Proposal for a Directive of the European Parliament and of the Council on the Promotion of the use of Energy from Renewable Sources” dalam pemungutan suara di Prancis, kala itu. Laporan itu menyebutkan, dalam ketentuan bahan bakar energi terbarukan ada pembatasan bahan bakar dari makanan dan tanaman yang diduga penyumbang deforestasi, yakni sawit. Ia sejalan dengan komitmen Eropa pakai energi terbarukan setidaknya 35% dari keseluruhan energi Eropa pada 2030. Keputusan ini masih belum memiliki konsekuensi hukum. Dokumen itu akan diajukan terlebih dahulu kepada pemerintah masing-masing negara dan Komisi Uni Eropa. Dalam pertemuan itu ada 492 orang setuju, 88 menolak dan 107 abstain. (MONGABAY.CO.ID)

http://www.mongabay.co.id/2018/01/31/ketika-uni-eropa-bakal-hapus-biofuel-dari-sawit-apa-kata-mereka/

  • Harga Biodiesel Periode Februari Turun Tipis: Harga indeks pasar (HIP) bahan bakar biodiesel pada Februari 2018 kembali turun berada pada kisaran Rp7.964 per liter. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dirilis Rabu (31/1/2018), HIP biodiesel tersebut turun Rp36 per liter dari bulan sebelumnya, yakni Rp8.000. Harga tersebut ditambah besaran ongkos angkut sesuai dengan ketentuan Keputusan Menteri ESDM No. 2026 K/12/MEM/2017. Penurunan HIP biodiesel pada Februari, dipengaruhi oleh harga rata-rata minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) periode 25 Desember 2017 – 24 Januari 2018. Adapun harga CPO juga mengalami penurunan menjadi Rp7.812 per kg dari sebelumnya Rp7.841 per kg. (BISNIS)

http://industri.bisnis.com/read/20180131/44/732889/harga-biodiesel-periode-februari-turun-tipis

  • Pasar Biodiesel di Dalam Negeri Belum Siap: Terus menurunnya harga bahan bakar nabati (BBN) biodiesel di pasaran berpotensi memicu meningkatnya konsumsi BBN dalam negeri. Namun demikian, peningkatan konsumsi dirasa masih sulit lantaran pasar dalam negeri belum siap. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan penyerapan biodiesel di Indonesia masih sangat rendah. Kebanyakan produsen justru menyasar pasar luar negeri.  Menurutnya, rendahnya serapan biodiesel dalam negeri tersebut disebabkan konsumen masih meragukan kualitas biodiesel sebagai bahan bakar. “Serapannya kecil sekali bahkan dalam beberapa tahun terakhir report dari perlaku usaha ada beberapa yang serapannya 0. Konsumen belum cukup yakin kualitasnya takut rusak mesin,” kata Komaidi kepada Bisnis, Rabu (31/1). (BISNIS)

http://industri.bisnis.com/read/20180131/44/732896/pasar-biodiesel-di-dalam-negeri-belum-siap

  • Perlu Tingkatkan Subsidi Untuk Ketahanan Pangan: Greenpeace Indonesia meminta pemerintah meningkatkan subsidi untuk ketahanan pangan yang dapat dialihkan dari berbagai alokasi yang dinilai kurang tepat, seperti pengelolaan dana sawit untuk subsidi biofuel atau industri bahan bakar nabati. Juru Kampanye Hutan GreenpeacelndonesiaAsep Komarudin, sebagaimana disalin dari Antara, menilai konversi lahan dan sistem subsidinya untuk penyediaan biofuel tidaklah tepat. Ia mengingatkan bahwa kondisi ketahanan pangan di  banyak masyarakat miskin yang hidup di sekitar hutan masih sangat memprihatinkan, seperti kondisiyangter-jadi di Asmat, Papua. (NERACA)
  • Palm oil group eyes double-digit growth: The Indonesian Palm Oil Producers Association (Gapki) expects production and exports of the commodity to achieve double-digit growth this year, despite surging challenges in international as well as domestic markets. The domestic palm oil industry may face bigger pressure as the European Union, its major foreign market, has issued draft measures to reduce the use of biodiesel in its renewable energy program.  Domestically, it is also grappling with uncertainties stemming from a regulation on plantation cultivation rights.  The group expected palm oil production to climb by 10 percent year-on-year (yoy) this year, from the 42 million tons they yielded last year. (THE JAKARTA POST)