+62 2129380882 office@aprobi.co.id

HIP Biodiesel Mei 2018 Ditetapkan Rp8.261 per Liter:

HIP Biodiesel Mei 2018 Ditetapkan Rp8.261 per Liter: HIP bahan bakar biodiesel pada Mei 2018 ditetapkan pada kisaran Rp8.261 per liter.Berdasarkan pengumuman Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM yang dikutip, HIP biodiesel tersebut mengalami penurunan sebesar Rp95 per liter dari bulan sebelumnya, yakni Rp8.356 per liter.Harga tersebut belum termasuk ongkos angkut. Besaran ongkos angkut mengikuti ketentuan dalam Keputusan Menteri ESDM No. 1770 K/12/MEM/2018. Penurunan harga biodiesel ini dipengaruhi oleh pergerakan harga CPO yang mengalami penurunan. Dalam sebulan terakhir CPO turun sebesar Rp112 per kg. Dari sebelumnya harga CPO diketahui sebesar Rp8.230 per kg selama periode 25 Februari 2018-24 Maret 2018 , kemudian turun pada periode 25 Maret 2018-24 April 2018 menjadi Rp8.118 per kg.Sementar itu, HIP bioetanol pada Mei 2018 naik tipis jika dibandingkan dengan HIP bulan lalu. Diketahui harga bioetanol pada Mei 2018 sebesar Rp10.147 per liter , sementara harga bioetanol pada April 2018 sebesar Rp10.140 per liter sehingga ada kenaikan harga sebesar Rp7 per liter. (BISNIS)

http://industri.bisnis.com/read/20180502/44/790661/hip-biodiesel-mei-2018-ditetapkan-rp8.261-per-liter

Uni Eropa masih gamang menghapus sawit sebagai sumber biodiesel: Belakangan ini pemerintah dan industri kelapa sawit dibikin pusing oleh resolusi Parlemen UE yang mengusulkan penghapusan minyak sawit sebagai sumber biodiesel. Karena itu, berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah usulan tersebut menjadi kebijakan bersama di Benua Biru tersebut. Apalagi resolusi tersebut masih belum mengikat secara hukum. Maka masih ada peluang Indonesia mencegahnya menjadi keputusan bersama UE. Menurut Rosediana Suharto, Direktur Eksekutif Responsible Palm Oil Initiatives (RPOI) terdapat perbedaan prinsip antara Indonesia dan pihak UE mengenai definisi phasing out atau pengurangan pemakaian sawit sebagai sumber energi terbarukan. Dalam perspektif Indonesia, istilah phasing out sama dengan memboikot minyak sawit masuk ke Eropa. Mahendra Siregar, Direktur CPOPC atau Dewan Negara Produsen Kelapa Sawit menjelaskan bahwa negara produsen sawit seperti Indonesia, Malaysia dan lima negara produsen lainnya telah mengirimkan surat bersama ke berbagai lembaga di Uni Eropa untuk memprotes penghapusan penggunaan sawit sebagai sumber biofuel. Pradnyawati, Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan tetap optimistis bahwa Indonesia dapat menghadapi usulan Parlemen Uni Eropa untuk menghapuskan sawit menjadi sumber biodiesel pada 2021. (KONTAN)

https://industri.kontan.co.id/news/uni-eropa-masih-gamang-menghapus-sawit-sebagai-sumber-biodiesel

RI, Malaysia & Kolombia Kolaborasi Lobi Vatikan soal Larangan Sawit UE: Pemerintah Indonesia bersama Malaysia dan Kolombia akan bertemu pemerintah Vatikan di Roma pada 15 Mei 2018 mendatang. Pertemuan tersebut akan membahas wacana pelarangan produk kelapa sawit untuk biodiesel di UE. Pemerintah Indonesia bersama Malaysia dan Kolombia akan bertemu pemerintah Vatikan di Roma pada 15 Mei 2018 mendatang. Pertemuan tersebut akan membahas wacana pelarangan produk kelapa sawit untuk biodiesel di UE. Jose menuturkan, dalam pertemuan tersebut ketiga negara akan menyampaikan mengenai pengembangan minyak kelapa sawit keberlanjutan. Selain itu Indonesia, Malaysia dan Kolombia berencana untuk mendeklarasikan sikap mereka atas wacana pelarangan produk kelapa sawit untuk biodiesel di Uni Eropa. Sebelumnya, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengunjungi Vatikan dalam rangkaian perjalanan ke Eropa. Luhut ketika itu bertemu dengan Direktur Lembaga Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian di kota Vatikan Kardinal Peter Turkson. Sebelumnya, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengunjungi Vatikan dalam rangkaian perjalanan ke Eropa pada. Luhut ketika itu bertemu dengan Direktur Lembaga Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian di kota Vatikan Kardinal Peter Turkson. (KATADATA)

https://katadata.co.id/berita/2018/05/02/ri-malaysia-kolombia-kolaborasi-lobi-vatikan-soal-larangan-sawit-ue

Laporan kinerja 2016-2017, Eterindo berharap suspensi segera dicabut: PT ETWA pada menggelar paparan publik kinerja tahun buku 2016. Kinerja 2016 baru dilaporkan, lantaran selama ini kondisi perusahaan perkebunan kelapa sawit, biodiesel dan perdagangan produk-produk kimia ini, berada dalam fase penurunan. Pemicunya, terjadi masalah sosial di area perkebunan milik perusahaan Akibat lama tidak melaporkan laporan keuangan, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi terhadap perdagangan efek ETWA. Suspensi saham baru bisa dicabut jika perusahaan telah melaporkan kinerja keuangan setidaknya hingga September 2017. Saat ini, ETWA sudah mengirimkan laporan keuangan kuartal pertama dan kedua tahun 2017 pada 20 Maret lalu. Sementara, untuk laporan keuangan September 2017 akan segera dilaporkan ke bursa dalam dua hari mendatang. Saat ini, ETWA sudah mengirimkan laporan keuangan kuartal pertama dan kedua tahun 2017 pada 20 Maret lalu. Sementara, untuk laporan keuangan September 2017 akan segera dilaporkan ke bursa dalam dua hari mendatang. Berdasarkan pemaparan manajemen ETWA, tahun 2016, kinerja perusahaan memang lesu. Tercatat kinerja seluruh produk menurun. Penjualan produk biodiesel sebesar Rp 230,29 miliar, turun 18,5% dibandingkan tahun 2015. Sementara, penjualan TBS sejumlah Rp 3,56 miliar, turun 47,65% dibandingkan periode 2015. Kinerja perusahaan di semester I-2017 juga belum menggembirakan. Penjualan produk biodiesel hanya Rp 1,44 miliar, sementara di periode yang sama tahun 2016 mencapai Rp 213,14 miliar. Artinya, penjualan biodiesel perusahaan turun 99,32%. Namun, perusahaan masih bisa mencatatkan kenaikan penjualan produk kimia dan TBS masing-masing 121,67% dan 1.295% menjadi sebesar Rp 17,37 miliar dan Rp 4,88 miliar. (KONTAN)

https://investasi.kontan.co.id/news/laporan-kinerja-2016-2017-eterindo-berharap-suspensi-segera-dicabut