+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Indonesia galang dukungan lawan Eropa:

  • Indonesia galang dukungan lawan Eropa: Pemerintah Indonesia terus menggalang dukungan guna melawan upaya Parlemen Uni Eropa (UE) yang akan menghentikan impor biodiesel berbahan baku sawit mulai tahun 2021. Sejumlah negara produsen sawit seperti Malaysia, Thailand, Brasil, Kolombia, Pantai Gading, Papua Nugini dirangkul untuk mendesak UE membatalkan rencana itu. Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan menyambut baik upaya serius Pemerintah RI dalam melobi UE agar tidak melarang impor biodiesel. Menurutnya, pihaknya juga terus berupaya dan berkoordinasi dengan pemerintah dan Parlemen UE terkait hal tersebut. “Upaya yang kami lakukan bukan hanya itu, kami juga akan melibatkan semua pemangku kepentingan di Indonesia sampai opsi tindakan legal, seperti di menggugat di pengadilan UE atau pun membawa ke Badan Perdagangan Dunia atau WTO,” ujarnya. Apalagi sebelumnya Indonesia juga memenangkan gugatan tudingan dumping terhadap biodiesel di WTO melawan UE. Kemenengan ini membawa angin segar bagi industri biodiesel dalam negeri. Dengan kemenangan itu ekspor biodiesel ke UE diharapkan mulai kembali naik tahun ini. Sebelumnya ekspor turun karena adanya bea masuk anti dumping yang tinggi atas produk biodiesel RI. (KONTAN)

http://industri.kontan.co.id/news/indonesia-galang-dukungan-lawan-eropa

  • Aprobi : kampanye negatif minyak sawit makin berat: Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) menilai kampanye negatif minyak kelapa sawit hingga penolakan masuknya produk tersebut ke Eropa mempersulit ekspor ke benua biru itu. Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan mengatakan, pelaku usaha baru saja menghirup angin segar karena telah memenangi gugatan setelah dituduh melakukan dumping. “Kalau sampai kena (larangan) nanti pada 2021, kita akan sulit lagi. Tahun lalu kita sudah mulai proses itu, tahun ini kita menang soal ‘dumping’, industri sudah siap. Tapi paling kita bisa ekspor 2019-2020, lalu pada 2021 kita stop lagi tidak bisa ekspor ke Eropa,” kata dia seperti dilansir Antara. (NASIONALISME.CO)

https://www.nasionalisme.co/aprobi-kampanye-negatif-minyak-sawit-makin-berat/

 

  • Menang Tudingan Dumping, Ekspor Biodiesel Kini Dijegal Parlemen Eropa: Ekspor produk biodiesel sawit belum kunjung membaik. Pasca menang dari tudingan dumping, kini sudah dibayangi ancaman Uni Eropa (UE) yang akan melarang minyak sawit dan turunannya masuk UE. Kondisi itu menurut Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), bahwa kampanye negatif minyak kelapa sawit makin menjadi-jadi. Dan penolakan masuknya produk itu ke Eropa mempersulit ekspor ke benua biru itu. Menurut Ketua Harian Aprobi, Paulus Tjakrawan, pelaku usaha baru saja menghirup angin segar. Itu setelah memenangi gugatan terhadap tudingan melakukan dumping. “Tapi kalau sampai kena (larangan) nanti pada 2021, kita akan sulit lagi. Tahun lalu kita sudah mulai proses itu, tahun ini kita menang soal ‘dumping’, industri sudah siap. Paling kita bisa ekspor 2019-2020, lalu pada 2021 kita stop lagi tidak bisa ekspor ke Eropa,” katanya. (SAWITPLUS.COM)

http://www.sawitplus.com/2018/02/19/menang-tudingan-dumping-ekspor-biodiesel-kini-dijegal-parlemen-eropa/

  • Ini Langkah Negara-Negara Produsen Sawit Sikapi Usulan Penghentian Biofuel: Indonesia telah mengambil prakarsa lanjutan bersama negara-negara penghasil minyak sawit menyikapi Report Parlemen Eropa pada 17 Januari 2018 yang mengusulkan agar Uni Eropa (UE) phasing out (menghentikan) palm oil-based biofuel pada 2021. Dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri, Senin (19/2/2018), melalui KBRI Brussel, Indonesia telah mengkoordinasikan sikap dan langkah bersama yang perlu dilakukan semua negara-negara produsen sawit baik dari Asia Tenggara, Amerika Tengah dan Amerika Selatan, dan Afrika dalam menyikapi Report tersebut. Terkait hal ini, sebagai langkah awal maka telah disepakati surat para Dubes negara produsen minyak sawit yakni kepada presiden PE, KE, DE dan pemangku kepentingan lain di UE pada 15 Februari 2018. Surat tersebut telah dikirimkan kepada pihak UE dengan harapan agar ketiga institusi UE dapat menerima posisi negara-negara produsen sawit termasuk Indonesia. (INDUSTRI.CO.ID)

http://www.industry.co.id/read/26271/ini-langkah-negara-negara-produsen-sawit-sikapi-usulan-penghentian-biofuel

  • AKR Corporindo Akan Tambah Kapasitas Penyimpanan Bensin dan Biofuel di Tanjung Priok: PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), melalui anak usahanya PT Jakarta Tank Terminal (JTT), akan menambah kapasitas penyimpanan bensin dan biofuel di Tanjung Priok, Jakarta Utara dari sebelumnya 251.025 cubic metres (cbm) menjadi 350 ribu cbm. Penambahan kapasitas tangki bahan bakar tersebut seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan penduduknya. (INDUSTRI.CO.ID)

http://www.industry.co.id/read/26252/akr-corporindo-akan-tambah-kapasitas-penyimpanan-bensin-dan-biofuel-di-tanjung-priok

  • Negara Produsen Sawit Bersatu Tolak Keputusan Parlemen UE: Indonesia bersama negara-negara produsen sawit dunia, baik dari Asia Tenggara, Amerika Tengah dan Amerika Selatan, serta Afrika, menyiapkan langkah bersama untuk menolak hasil jajak pendapat Parlemen Eropa yang cenderung mendiskriminasikan minyak sawit. Salah satu langkah yang diambil adalah para duta besar dari setiap negara produsen minyak sawit tersebut secara bersama mengirimkan surat kepada institusi dan pemangku kepentingan lain di UE untuk menolak keputusan Parlemen Eropa tersebut. (INVESTOR DAILY INDONESIA)

http://id.beritasatu.com/home/negara-produsen-sawit-bersatu-tolak-keputusan-parlemen-ue/172179

  • Program Kedaulatan Pangan Diyakini Sedang Diuji Produk Impor: Anggota Badan Legislasi DPR RI Hermanto mengemukakan, prinsip kedaulatan pangan nasional pada saat ini sedang diuji dengan masuknya berbagai komoditas bahan pangan impor yang menggerus produksi pangan domestik. Menurut dia, salah satu indikasi dari terganggunya kedaulatan pangan adalah bila kondisi pangan nasional bergantung kepada produk luar negeri. Greenpeace Indonesia meminta pemerintah meningkatkan subsidi untuk ketahanan pangan yang dapat dialihkan dari berbagai alokasi yang dinilai kurang tepat, seperti pengelolaan dana sawit untuk subsidi biofuel atau industri bahan bakar nabati. (NERACA)
  • Anak Usaha AKRA Tambah Kapasitas Penyimpanan (GELIAT BISNIS SEKTOR HILIR MINYAK): PT Jakarta Tank Terminal (JTT), perusahaan patungan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan Royal Vopak akan menambah kapasitas penyimpanan bensin dan biofuel/Kapasitas akan ditambah sebanyak 100.000 cubic meters (cbm) menjadi 350.000 cbm,” kata Direktur AKRA, Suresh Vembu dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Fasilitas penyimpanan tersebut berada di Tanjung Priok, Jakarta sebagai pelabuhan utama. Saat ini, JTT melayani pasar impor dan distribusi di Jakarta dan sekitarnya untuk” produk bahan bakar, khususnya bensin yang telah meningkat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.  Perseroan menilai bisnis ini positif, seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia dan penduduknya. Oleh karena itu, permintaan fasilitas tangki diperkirakan naik. Rencananya, ada penambahan delapan tangki dengan kapasitas total 100.000 cbm. Di antaranya untuk bensin, etanol, biodiesel, unit pemulihan uap dan infrastruktur pencampuran tambahan, yang akan memudahkan pelanggan memenuhi mandat pemberian biofuel Indonesia.  (NERACA)