+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Industri Kapal Siap Mandatori B20

Harian Kontan | Senin, 10 September 2018

Industri Kapal Siap Mandatori B20

JAKARTA. Awal September tahun ini, semua solar imtuk balian bakar mesin diesel wajib dicampur dengan biodiesel. Porsi Biodiesel dalam ba-han bakar solar sebesar 20% (B20). Awalnya, kewajiban menggunakan solar bercampur Biodiesel hanya imtuk penikmat public service obligation (PSO) seperti PT PLN dan PT KAI. Mulai bulan depan, kewajiban ini diperluas ke semua jenis mesin diesel, baik kendaraan umum, industri alat berat, hingga angkutan kapal. Sutrisno, Direktur Rekayasa Umum dan Pemeliharaan PT PAL Indonesia menilai, mandatori penggunaan B20 di industri kapal dan pembangkit listrik akan memberikan multiplier effect positif bagi industri perkapalan dan industri berat seperti PT PAL.

Sutrisno mengingatkan, mesin kapal dengan teknologi terkini yang menggunakan in-jektor balian bakar bersistemnselenoid lebih sensitif terhadap kualitas balian bakar. Pemilik kapal perlu mempertimbangkan semua aspek performa, juga biaya maintenance, ketahanan dan aspek lainnya untuk mengganti jenis balian bakar yang digunakan. “Solusinya memodifikasi sistem suplai balian bakar,” kata dia kepada KONTAN, kemarin. Menurut Sutrisno, di sektor pembangkit listrik juga tidak ada masalah. Sebab, banyak pembangkit listrik milik PLN yang sudah memakai B20. Bahkan, ke depan, pemerintah mencanangkan penggunaan B100. Ketua Himpunan Alat Berat Indonesia (Hinabi) Jamaluddin mengemukakan, tidak ada kendala apapun imtuk pener-paan B20 ke industri alat berat. “Persiapan B20 sudah lama dilakukan dan tidak ada masalah di alat berat. Yang penting suplai B20 ada,” ujar dia.

Kompas | Senin, 10 September 2018

Pengusaha Angkutan Ragu

JAKARTA, KOMPAS – Penerapan mandatori B2O akan dibahas Kementerian Perhubungan dengan PT Pertamina (Persero). Pembahasan berkaitan dengan konsistensi kualitas produk campuran solar dengan 20 persen biodiesel Rencana pembahasan mandatori B20 disusun untuk menjawab kekhawatiran pengusaha angkutan mengenai standar kualitas bahan bakar. Pengusaha angkutan juga mengkhawatirkan ketersediaan bahan bakar tersebut “Pada dasarnya para pengusaha siap mendukung program pemerintah terkait program B20. Namun, ada keraguan dari pihak agen pemegang merek terkait kualitas bahan bakar biodiesel B20,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, di Jakarta, Minggu (9/9/2018).

Pekan lalu, Kemenhub menggelar rapat penggunaan biodiesel B20 dengan sejumlah agen pemegang merek (APM), Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), serta DPP Organda di kantor Kementerian Perhubungan. Budi menambahkan, penggunaan biodiesel B20 untuk sektor transportasi jalan melibatkan industri kendaraan bermotor dan pengusaha transportasi sehingga masukan dari pelaku usaha juga penting. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Kyatmaja Lookman menyampaikan, penggunaan biodiesel B20 bisa berpengaruh negatif terhadap mesin kendaraan. Umur kendaraan bisa lebih pendek. “Kalau muncul biaya-biaya tambahan seperti ini, siapa yang harus menanggungnya,” kata Kyatmaja. Menurut dia, selama ini yang tersedia di pasaran adalah B5 (biodiesel 5 persen) atau BIO (biodiesel 10 persen). Campuran ini sesuai spesifikasi teknis mesin.

Liputan6.com | Sabtu, 8 September 2018

Kemenhub Paparkan APM Masih Ragukan Kualitas Biodiesel 20 Persen

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, para agen pemegang merek (APM) siap mendukung program biodiesel 20 persen. Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Kemenhub), Budi Setiyadi telah menggelar rapat dan mengumpulkan para Agen Pemegang Merek (APM). “Upaya ini adalah sebagai tindak lanjut dari Program Pemerintah perluasan penggunaan Biodiesel 20 persen (B20) untuk sektor non-subsidi yang telah berlaku sejak 1 September 2018,” kata dia kepada wartawan, Sabtu (8/9/2018). Adapun kesepakatan yang diputuskan dalam pertemuan itu di antaranya pertama, APM menjamin produksi kendaraan baru telah siap menggunakan bahan bakar B20. Ini dengan catatan memperpendek service berkala (penggantian oli dan saringan bahan bakar).

Kedua, Asosiasi Pengusaha Angkutan mendukung penggunaan bahan bakar B20 dengan catatan mendapatkan jaminan pemeliharaan dari APM terhadap kendala pengguna sparepart. Kemudian APM diberi kesempatan untuk diskusi internal, dan mendapat jaminan kualitas dan ketersediaan bahan bakar B20 dari Pemerintah (Pertamina dan Badan Usaha Badan Bakar lainnya). Ketiga, untuk kendaraan yang diproduksi di bawah tahun 2016 (kendaraan lama) asosiasi segera memberikan sosialisasi ke anggotanya untuk mempersiapkan kendaraan menggunakan biodiesel B20. Selain itu, APM akan memberikan petunjuk teknis penggunaan B20 kepada pelaku usaha angkutan melalui asosiasi atau perorangan sesuai jenis, tipe dan tahun kendaraan. Keempat, pemerintah akan mendorong peremajaan armada baru dengan menyiapkan stimulus perpajakan dan keuangan. Budi menegaskan, ada keraguan dari pihak APM (Agen Pemegang Merek) terkait kualitas bahan bakar B20. “Saya akan mendiskusikan dengan pihak Pertamina dan dan penyedia bahan bakar lainnya,” ujar Budi.

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Tbk Nicke Widyawati menyebutkan bahan bakar jenis Biosolar 20 Persen atau B20 kini sudah tersebar sebanyak 95 persen di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik perseroan di seluruh Indonesia. Sebagai informasi, Pertamina sendiri saat ini memiliki sebanyak 5.518 unit SPBU di seluruh penjuru Tanah Air. “Sekarang 95 persen SPBU kami sudah menyediakan B20. Untuk yang 5 persennya itu belum, ada di kawasan timur,” ungkap dia di Jakarta, Senin 3 September 2018. Adapun kewajiban penggunaan bahan bakar dengan campuran minyak kelapa sawit ini sudah mulai diterapkan sejak 1 September 2018 lalu, baik kepada perusahaan yang bersifat Public Service Obligation (PSO) maupun non-PSO.

Nicke melanjutkan, dari sekitar 112 Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) yang ada di Indonesia, masih ada 52 TBBM yang selama ini belum mendapat pasokan B20. Mengatasi kendala itu, ia mengatakan, akan memanfaatkan keberadaan 6 TBBM utama untuk menyalurkan Biosolar ke terminal kecil di sekitar. “Ini kita sudah sepakati dengan supplier Fame (fatty acid methyl este), itu akan disuplai ke 6 tbbm utama. Kemudian 6 tbbm utama ini kirim lewat laut ke situ,” ujar Nicke.

“Itu khususnya di Indonesia timur seperti di Papua. Itu kan TBBM utamanya seperti di Wayame, yang kalau tidak salah menyuplai ke 12 atau 14 tbbm di sekitarnya,” tambahnya. Dia menceritakan, penyebab terkendalanya penyaluran B20 di 5 persen SPBU sisa lantaran banyak TBBM kecil yang secara infrastruktur belum memadai. Namun, ia optimis, kendala ini dapat segera teratasi. “Kita yakin bahwa Indonesia Timur akan berkembang. Karena infrastruktur fisik sudah mulai dibangun di sana, sehingga kebutuhan BBM di sana juga akan meningkat,” ujar dia.

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3639822/kemenhub-paparkan-apm-masih-ragukan-kualitas-biodiesel-20-persen

TribunPekanbaru.com | Sabtu, 8 September 2018

Kendaraan Hino Siap Gunakan Bahan Bakar Regulasi Baru Biodiesel B20

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) meluncurkan kendaraan Hino yang siap menggunakan bahan bakar regulasi baru Biodiesel B20 yakni, Hino New Dutro dan New Ranger Ready B20. Ini bentuk dukungan HMSI atas aturan pemerintah terbaru mengenai spesifikasi bahan bakar biodiesel B20, dan dukungan atas aturan ini ditunjukkan dari kendaraan Hino yang dibuat sesuai dengan spesifikasi bahan bakar yang ada di masyarakat. Ini telah dilakukan mulai dari spesifikasi bahan bakar diesel B10, lanjut ke B15 sampai saat ini pemerintah mulai implementasi B20 atau perpaduan 20 persen minyak nabati dengan 80 persen solar. Direktur Penjualan dan Promosi HMSI, Santiko Wardoyo, Sabtu (8/9) mengatakan Hino senantiasa mengikuti dan mendukung setiap kebijakan yang ada.

Kali ini pemerintah telah merampungkan implementasi program mandatori biodiesel 20 persen (B20) secara keseluruhan terkait perluasan insentif biodiesel dari PSO (Public Service Obligation) ke non-PSO yang mulai berlaku pada tanggal 1 September 2018 baik itu untuk bahan bakar Biosolar, Dexlite maupun Dex. Untuk menyikapi hal ini, Hino telah siap untuk implementasi B20. “Hino yang telah hadir lebih dari 35 tahun di Indonesia telah terbukti ketangguhan dan kekuatannya di segala medan dan kondisi bahan bakar, untuk itu customer tidak perlu khawatir akan jaminan perawatan dan suku cadang kendaraannya disini karena Hino berpengalaman dan selalu tumbuh bersama Indonesia,” katanya. Langkah ini sebagai bentuk komitmen untuk selalu memberikan produk terbaiknya untuk kemajuan bangsa. Hino yang diproduksi dan dibuat di Indonesia selalu menyesuaikan untuk kebutuhan pasar disini dan kemudahan bisnis para pengusaha Indonesia.

http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/09/08/kendaraan-hino-siap-gunakan-bahan-bakar-regulasi-baru-biodiesel-b20

Bisnis Jakarta| Sabtu, 8 September 2018

APM Dukung Penggunaan Bahan Bakar Biodiesel

JAKARTA (Bisnis Jakarta)- Agen Pemegang Merek (APM) siap mendukung program pemerintah terkait program Biodiesel 20% (B20). “Program Pemerintah perluasan penggunaan Biodiesel 20% (B20) untuk sektor non-subsidi yang telah berlaku sejak 1 September 2018. Penggunaan Biodiesel 20% (B20) untuk sektor transportasi jalan melibatkan industri kendaraan bermotor dan pengusaha transportasi,” kata Perhubungan Darat Budi Setiyadi dalam Rapat Penggunaan Biodiesel 20% (B20) di Jakarta, Sabtu (8/9). Menurur Dirjen, ada beberapa kesepakatan dengan pelaku usaha terkait implementaai kebijakan tersebut, diantaranya APM menjamin produksi kendaraan baru telah siap menggunakan bahan bakar B20, dengan catatan memperpendek service berkala (penggantian oli dan saringan bahan bakar).

Asosiasi Pengusaha Angkutan mendukung penggunaan bahan bakar B20 dengan catatan mendapatkan jaminan pemeliharaan dari APM terhadap kendala pengguna sparepart, mendapat jaminan kualitas dan ketersediaan bahan bakar B20 dari Pemerintah. Untuk kendaraan yang diproduksi dibawah tahun 2016, menurut Budi, Asosiasi segera memberikan sosialisasi ke anggotanya untuk mempersiapkan kendaraan menggunakan biodiesel B20. APM akan memberikan petunjuk teknis penggunaan B20 kepada pelaku usaha angkutan melalui asosiasi atau perorangan sesuai jenis, tipe dan tahun kendaraan. Pemerintah mendorong peremajaan armada baru dengan menyiapkan stimulus perpajakan dan keuangan. Hal ini, kata Dirjen, penting karena ada keraguan dari pihak APM terkait kualitas bahan bakar Biodiesel 20% (B20). “Saya akan mendiskusikan dengan pihak Pertamina dan dan penyedia bahan bakar lainnya,” ujar Dirjen Budi. (son)

https://bisnisjakarta.co.id/2018/09/08/apm-dukung-penggunaan-bahan-bakar-biodiesel/

Kontan.co.id | Minggu, 9 September 2018

Industri kapal dan alat berat siap ikuti program B20

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Awal September 2018, semua solar untuk bahan bakar mesin diesel wajib dicampur dengan biodiesel. Porsi biodiesel dalam solar bahan bakar ditetapkan 20% (B20). Selama ini, kewajiban menggunakan solar bercampur biodiesel itu hanya berlaku bagi penikmat public service obligation (PSO) seperti PLN dan KAI. Mulai bulan depan, kewajiban itu diperluas untuk semua jenis mesin diesel, baik kendaraan umum mobil pribadi, industri alat berat hingga angkutan kapal. Sutrisno, Direktur Rekayasa Umum dan Pemeliharaan PT PAL Indonesia, mengatakan, terkait kebijakan mandatori penggunaan B20 di industri kapal dan pembangkit listrik tersebut memberikan multiflier efek positif bagi industri perkapalan dan industri berat seperti PT PAL.

Sutrisno mengingatkan untuk mesin kapal dengan teknologi terkini yang menggunakan injektor bahan bakar dengan sistem selenoid lebih sensitif terhadap kualitas bahan bakar. Sehingga pemilik kapal perlu mempertimbangkan semua aspek baik performa, biaya maintenance, ketahanan (durability) dan aspek lainnya untuk mengganti jenis bahan bakar yang akan digunakan. “Sebagai alternatif solusi dapat dilakukan dengan cara memodifikasi sistem suplai bahan bakar,” kata kata Sutrisno kepada Kontan.co.id, Minggu (9/9). Modifikasinya yakni dilakukan treatment B20 sebelum masuk ke tanki bahan bakar harian, serta treatment sebelum masuk ke ruang bakar mesin. Menurutnya di sektor pembangkit listrik, pada pembangkit listrik PLTMD milik PLN bahkan sudah banyak yang menggunakan B30, dan bahkan kedepannya pemerintah mencanangkan penggunaan B100.

Untuk kebijakan ini, diperlukan tambahan sistem suplai bahan bakar dengan penambahan fuel storage tank yang dilengkapi heater, pompa suplai bahan bakar, fuel separator dan filter. “Modifikasi ini menjadi peluang pasar bisnis repair and maintenance PT PAL. Dalam hal ini PT PAL telah membahas dengan PLN maupun enggine maker,” katanya. Sementara itu, Ketua Himpunan Alat Berat Indonesia (Hinabi), Jamaluddin, mengemukakan bahwa tidak ada kendala apapun untuk penerpaan B20 ke industri alat berat.Menurutnya persiapan B20 sudah lama dilakukan dan tidak ada masalah di alat berat. “Tidak ada issue apapun. Yang penting suplai B20 ada,” kata Jamaluddin.

https://industri.kontan.co.id/news/industri-kapal-dan-alat-berat-siap-ikuti-program-b20

Antaranews.Com | Senin, 10 September 2018

Hyundai dan LG bakal masuk ke industri biodiesel Indonesia

Pontianak (ANTARA News) – Dua perusahaan Korea Selatan yaitu Hyundai dan LG bakal masuk ke industri hilir kelapa sawit khususnya biodiesel di Indonesia, dengan menanamkan investasi di Kalimantan Barat. “Kamu menyambut baik (minat) membangun pabrik pengolahan limbah tandan sawit menjadi biodiesel. Industri hilir ini sesuai dengan kebutuhan Indonesia masa sekarang. Pemerintah pusat sudah mewajibkan pencampuran solar dengan 20 persen biodiesel dari sawit, atau B20,” kata Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji di Pontianak, Minggu. Menurutnya apalagi teknologi yang dibawa oleh Korea Selatan tersebut sangat ramah lingkungan. Pasalnya bahan bakunya menggunakan limbah paling akhir dari pengolahan CPO. “Ini menjadi isu dunia juga, tentang emisi rumah kaca dari gas metan limbah sawit. Bahan baku yang akan mereka gunakan adalah limbah sawit ini. Sehingga limbah kita bisa diolah di sini dan dijadikan produk bernilai tambah. Apalagi menjadi biodiesel untuk menjawab kebutuhan energi. Kita akan mempelopori ini,” paparnya.

Selain mampu menyerap tenaga kerja lokal yang besar, produksi yang dihasilkan pun sangat besar, yakni 1,5 juta ton per tahun. Pasalnya, selain untuk kebutuhan domestik, biodiesel ini akan diekspor untuk memenuhi kebutuhan internasional. Apalagi kebutuhan dunia terhadap bahan bakar non-fosil menjadi topik dunia pada hari ini. “Ini bisa menjawab hal itu. Bagaimana selain limbah sawit bisa diolah jadi biodiesel dan tidak menjadi gas metan. Lalu diekspor ke Eropa,” jelas dia. Ia pun berjanji untuk mempercepat perizinan di tingkat provinsi bagi investasi ini. Soal lokasi, rencananya akan ditempatkan di Kabupaten Kubu Raya. Pasalnya kawasan ini dekat dengan pelabuhan dan bandara. Selain itu Kubu Raya bisa ditetapkan sebagai kawasan agro-industri yang cocok untuk pengolahan hasil produk perkebunan.

Tekad saya menjadikan Kalbar sebagai provinsi dengan pelayanan tercepat dan terbaik di Indonesia. Ini sudah kami buktikan di Kota Pontianak. Sejauh investasi itu menguntungkan daerah dan masyarakat, serta transparan tentu tidak ada alasan, untuk tidak mengeluarkan izin. Kami minta permintaan ini diajukan tertulis, dan akan kami jawab tertulis,” jelasnya. Sebagai tahap awal dua perusahaan tersebut akan melakukan terlebih dahulu riset dan uji kelayakan. Universitas Tanjungpura dipercaya menjadi tim riset. Investasi awal yang disiapkan sebesar Rp500 miliar dan dibutuhkan 2,5 hektare. Namun apabila berhasil, akan ditambah lagi untuk perluasan area pabrik dan mesin produksi.

https://www.antaranews.com/berita/746957/hyundai-dan-lg-bakal-masuk-ke-industri-biodiesel-indonesia

Republika.co.id | Minggu, 9 September 2018

Kemenhub Pastikan Kendaraan Baru Siap Gunakan B20

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan penggunaan biodisel B20 siap digunakan pada kendaraan baru. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan kendaraan baru yang dimaksud yaitu keluaran di atas 2016. Budi mengatakan kesiapan tersebut dipastikan setelah adanya jaminan dari agen pemegang merek (APM). “Sudah siap kemarin APM sudah oke memastikan sudah mendukung dan menjamin produksi kendaraan baru telah siap menggunakan bahan bakar B20,” kata Budi kepada Republika.co.id, Ahad (9/9). Dia menambahkan, meskipun kesiapan tersebut terjamin, ada beberapa kondisi yang perlu dipenuhi oleh pengguna dan pemilik truk keluaran di atas 2016. Menurutnya pemilik truk perlu memperpendek servis berkala dengan melakukan penggantian oli dan saringan bahan bakar.

Sementara itu, untuk kendaraan yang diprodiksi di bawah 2016 atau keluaran lama, Budi memastikan APM akan memberikan petunjuk teknis. Hal itu dilakukan agar kendaraan lama juga bisa menggunakan bahan bakar biodisel B20. Budi meminta setiap asosiasi pengusaha truk tetap memberikan sosialisasi ke anggotanya untuk mempersiapkan kendaraan menggunakan B20. “APM akan memberikan petunjuk teknis penggunaan B20 kepada pelaku usaha angkutan melalui asosiasi atau perorangan sesuai jenis, tipe, dan tahun kendaraan,” jelas Budi. Dia memastikan untuk selanjutnya Kemenhub masih akan mengundang pihak terkait kesiapan perluasan penggunaan biodiesel 20 persen untuk sektor nonsubsidi. Budi memastikan Kemenhub akan mengadakan pertemuan bersama PT Pertamina (Persero) dan Badan Pengkajian dan penerapan Teknologi (BPPT) pada pekan depan.

Saat ini, Kementerian Bidang Koordinator Perekonomian Pemerintah sudah memperluas penerapan kewajiban pencampuran biodiesel 20 persen sejak 1 September 2018. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kebijakan tersebut merupakan salah satu cara pemerintah untuk bisa mengurangi defisit neraca perdagangan khususnya dari impor bahan bakar minyak. Darmin menjelaskan, kewajiban pencampuran bahan bakar solar dengan B20 sudah dimulai sejak 2016 namun penerapannya belum optimal. “Maka, acara ini diharapkan menjadi titik tolak pemanfaatan biodiesel 20 persen di semua sektor secara menyeluruh,” ungkap Darmin.

https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/migas/18/09/09/perz81370-kemenhub-pastikan-kendaraan-baru-siap-gunakan-b20

Tempo.co | Minggu, 9 September 2018

Mitsubishi Tegaskan Fuso Siap Pakai Biodiesel B20

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors ( KTB) mengatakan truk Mitsubishi Fuso produksi mulai 2016 siap menggunakan bahan bakar biodiesel 20 atau B20. Pada 2016, Mitsubishi telah melakukan modifikasi terhadap truk Fuso yang diproduksi di Indonesia agar bisa beroperasi dengan baik ketika menggunakan B20, yaitu dengan cara menggunakan saringan BBM ganda (double filter), yang sejak itu telah menjadi standar produk Mitsubishi Fuso. “Saya lupa bulannya kapan, mungkin awal tahun 2016, (truk Fuso) telah dilengkapi double filter,” ujarnya di Yogyakarta, Sabtu 8 September 2018, ketika ditanya kesiapan Mitsubishi Fuso pasca-pemberlakuan wajib penggunaan B20 pada 1 September 2018.

Walaupun, kata dia, pada 2016 penggunaan B20 belum wajib untuk kendaraan komersial, non-PSO (public service obligation). Namun B20 sudah ada di sejumlah SPBU, walaupun penyebarannya belum merata. Kala itu wajib B20 hanya untuk kendaraan PSO seperti kereta api. Kendati demikian, untuk truk dengan tahun produksi sebelum 2016, pemilik atau pengguna truk Mitsubishi Fuso tidak perlu khawatir, karena sangat mudah mengatasinya yaitu dengan menambah satu filter BBM. “Kami siapkan suku cadangnya. Pemasangannya mudah, bisa pasang sendiri,” ujar Duljatmono. Dia mengingatkan agar pemilik truk Mitsubishi Fuso, khususnya Colt Diesel, dengan tahun produksi sebelum 2015 lebih peduli melakukan perawatan kendaraan niaga mereka agar mobil tidak mogok karena saringan mampet.

https://otomotif.tempo.co/read/1124928/mitsubishi-tegaskan-fuso-siap-pakai-biodiesel-b20/full&view=ok

Jawapos.Com | Minggu, 9 September 2018

Selamatkan Devisa Negara, Pemerintah Harus Kurangi Impor Minyak Mentah

JawaPos.com- Lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyarankan pemerintah untuk perlunya melakukan pengurangan impor minyak mentah secepatnya. Sebab Impor minyak mentah menjadi salah satu penyumbang terbesar kebutuhan dolar AS. Ekonom Indef Bhima Yudistira mengungkapkan, secara rata-rata, Indonesia harus mengimpor 800 ribu barel minyak per hari. “Jika harga minyak dunia di angka USD 75 per barel, lalu dikalikan volume kebutuhan minyak, kebutuhan dolar untuk impor minyak mentah USD 60 juta per hari. Ini sangat menguras valuta asing dalam negeri,” papar Bhima di Jakarta kemarin (8/9).

Dia menyatakan, program B20 atau pencampuran BBM (bahan bakar minyak) dengan biodiesel sebesar 20 persen cukup bagus dalam mengurangi impor minyak mentah. Hanya, menurut dia, pemerintah memang perlu memperhatikan kesiapan SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) dan mesin kendaran non-PSO ( public service obligation). Sebab, tidak dimungkiri, biodiesel dari turunan minyak sawit memiliki kelemahan di suhu tertentu akan membeku. Jika pemerintah memaksa kendaraan non-PSO menggunakan B20, diperlukan insentif.

https://www.jawapos.com/ekonomi/energi/09/09/2018/selamatkan-devisa-negara-pemerintah-harus-kurangi-impor-minyak-mentah

Akurat.co | Sabtu, 8 September 2018

Pelaku Usaha Dukung Kebijakan Penggunaan Biodiesel

AKURAT.CO Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, semua Agen Pemegang Merek (APM) sudah siap mendukung program pemerintah terkait program Biodiesel 20 persen (B20). Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam Rapat Penggunaan Biodiesel 20 persen (B20) bersama beberapa Agen Pemegang Merk (APM), Gaikindo, ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia), dan DPP Organda di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, dalam keterangannya, Jakarta (8/9). “Tujuan dari rapat ini adalah sebagai tindak lanjut dari program pemerintah perluasan penggunaan Biodiesel 20 persen (B20) untuk sektor non-subsidi yang telah berlaku sejak 1 September 2018,” ucap Budi. Lebih lanjut, penggunaan Biodiesel 20 persen (B20) untuk sektor transportasi jalan melibatkan industri kendaraan bermotor dan pengusaha transportasi.

Berikut beberapa kesepakatan dari rapat penggunaan biodiesel:

1. Agen Pemegang Merek (APM) menjamin produksi kendaraan baru telah siap menggunakan bahan bakar B20, dengan catatan memperpendek service berkala (penggantian oli dan saringan bahan bakar).

2. Asosiasi Pengusaha Angkutan mendukung penggunaan bahan bakar B20 dengan catatan:

a. Mendapatkan jaminan pemeliharaan dari APM terhadap kendala pengguna sparepart, dan kepada APM diberi kesempatan untuk diskusi internal.

b. Mendapat jaminan kualitas dan ketersediaan bahan bakar B20 dari pemerintah (Pertamina dan Badan Usaha Badan Bakar lainnya).

3. Untuk kendaraan yang diproduksi di bawah tahun 2016 (kendaraan lama):

a. Asosiasi segera memberikan sosialisasi ke anggotanya untuk mempersiapkan kendaraan menggunakan biodiesel B20.

b. APM akan memberikan petunjuk teknis penggunaan B20 kepada pelaku usaha angkutan melalui asosiasi atau perorangan sesuai jenis, tipe dan tahun kendaraan.

4. Pemerintah mendorong peremajaan armada baru dengan menyiapkan stimulus perpajakan dan keuangan. Namun demikian, kata Budi, masih ada beberapa pihak APM yang menyatakan keraguan terkait kualitas biodiesel 20 persen (B20). “Saya akan mendiskusikan dengan pihak Pertamina dan penyedia bahan bakar lainnya,” tegasnya. Pihaknya berencana mengadakan FGD untuk membahas hal terseut dengan mengundang pihak-pihak lain terkait seperti PT Pertamina (Persero) dan BPPT pada pekan depan.

https://akurat.co/ekonomi/id-310984-read-pelaku-usaha-dukung-kebijakan-penggunaan-biodiesel

Detikfinance | Minggu, 9 September 2018

Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri, Segini Jumlah Impor Minyak RI

Jakarta – Indonesia tidak hanya mengandalkan produksi minyak dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), tapi juga impor. Lantas, berapa jumlah impornya? Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, kebutuhan BBM dalam negeri sebesar 1,3 juta barel per hari (bopd) di tahun 2017. Lanjutnya, kebutuhan BBM itu dipenuhi dari produksi minyak mentah dalam negeri, impor minyak mentah, dan impor BBM. Jelas Arcandra, untuk produksi minyak mentah sebanyak 525 ribu bopd atau sekitar 59% berasal dari dalam negeri. Minyak mentah dari impor sendiri sebesar 360 ribu bopd atau mengambil porsi 41%. Secara total, jumlah minyak mentah yang diproduksi mencapai 885 ribu barel bopd.

Namun, minyak mentah ini tak semuanya menjadi BBM. Menurut Arcandra, setelah masuk kilang, minyak mentah yang menjadi BBM sebesar 680 ribu bopd. “Nah, dari kilang ini apakah 885 ribu bopd akan menghasilkan semuanya produk yang punya valuenya? Enggak, ini menghasilkan sekitar 680 ribu barel produk, produknya gasoline, gasoil, avtur dan lain-lain. Yang punya value di atas harga ICP 680 ribu barel. Kebutuhan kita berapa, kebutuhan kita sehari itu sekitar 1,3 juta barel per hari, kita produksi 680 ribu,” terang Arcandra kepada detikFinance dalam acara Blak-blakan di Kementerian ESDM, Jumat (7/9/2018). Tentu, jumlah BBM yang diproduksi itu masih belum memenuhi kebutuhan BBM nasional sebesar 1,3 juta bopd. Sisanya, kata dia, dipenuhi dari impor BBM atau bukan minyak mentah lagi. Jumlah BBM yang diimpor sendiri sebesar 370 ribu bopd. Selanjutnya, untuk memenuhi pasokan BBM, Indonesia juga memanfaatkan biodiesel atau BBM yang berasal dari sawit sebesar 50 ribu bopd.

“Impor BBM kita 370 ribu bopd. Ini ditambah ini, kemudian 2017 FAME ada, biodiesel dari CPO, ini hanya menyumbang 50 ribu per day. Kalau ditotal jumlahnya 1.100 ribu (1,1 juta) bopd ini yang dihasilkan Pertamina, dari kilang sendiri, dari impor, jadi Pertamina memenuhi 1.100 ribu sisanya siapa? Badan usaha lain non-Pertamina. Sisanya badan usaha lain menyumbang 235 ribu bopd. Jadi kalau kita total kebutuhan kita sehari-hari 1.335 ribu (1,335 juta) bopd,” jelas Arcandra. Dengan demikian, Indonesia masih mengimpor minyak mentah sebesar 360 ribu bopd dan 370 ribu bopd BBM. “Ini neraca kita sehari-hari, kita butuh impor BBM 370 ribu, kita impor crude 360 ribu, imbang antara impor BBM dan crude,” tutupnya.

https://finance.detik.com/energi/d-4204524/penuhi-kebutuhan-dalam-negeri-segini-jumlah-impor-minyak-ri