+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Januari 2018, Harga BBN Turun 5,7%:

  • Januari 2018, Harga BBN Turun 5,7%: Pemerintah mematok harga indeks pasar bahan bakar minyak nabati (BBN) Rp8.000 per liter atau turun 5,7% dari bulan Desember 2017 yang mencapai R8.490 per liter. Penurunan harga ini ditopang oleh penurunan harga Crude Palm Oil (CPO) pada periode 25 November-24 Desember 2017 menjadi Rp7.841. Harga ini lebih rendah dari periode Agustus-September 2017 yang sebesar Rp8.411. “Tarif BBN ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi nomor 6502/12/DJE/2017,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi. Sementara itu, harga indeks pasar bioetanol mencapai Rp10.090 per liter. Harga ini meningkat dari pada bulan sebelumya Rp10.074 per liter. Harga indeks bioetanol ditentukan oleh rata-rata tetes tebu KPB selama 25 Juli-24 Oktober 2017 sebesar Rp1.625 per kg. (BISNIS INDONESIA)

http://industri.bisnis.com/read/20180103/44/722968/januari-2018-harga-bbn-turun-57

  • Ambisi Andi Hilmy dalam Mengembangkan Biodisel: Berawal dari kemenangannya di ajang Ideafest 2016, Andi Hilmi Mutawakkil kini telah berhasil mendirikan perusahaan berbasis pengolahan minyak jelantah, Genoil. Proyek pembuatan biodisel ini merupakan hasil akumulasi keprihatinannya saat terjadi krisis bahan bakar minyak di tahun 2011 lalu. Andi memulai proyek ini saat dirinya masih berada di bangku sekolah menengah kelas 2 dan mengembangkannya hingga kini. Tercatat, 2 ribu– 4 ribu liter biodiesel dan 200– 400 liter gliserol sebagai produk samping bisa dihasilkannya dalam sehari. (SWA)

https://swa.co.id/swa/trends/ambisi-andi-hilmy-dalam-mengembangkan-biodisel

  • PTPN XI Dongkrak Produksi Gula Tebu: PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN XI) menargetkan peningkatan produksi hingga 5 juta tebu ton cane day (TCD) pada 2018, atau naik dari realisasi tahun 2017 sebesar 4,2 juta TCD. Target peningkatan itu sangat realistis karena didasarkan pada kinerja yang ada pada 2017. Direktur Operasional PTPN XI Daniyanto mengatakan, pada 2017, produksi tebu di PTPN XI mencapai 4,2 juta TCD dengan presentase 85% dari tebu rakyat dan 15% tebu sendiri. “Dengan capaian itu, kami optimistis target 2018 tercapai,” katanya. PTPN XI juga mendorong perbaikan budidaya tanam tebu petani agar petani kembali bergairah menanam tebu, dengan cara memberikan bantuan bibit, kompos dan juga melakukan diversifikasi produk. “Kami juga melakukan diversifikasi produk, di antaranya menghasilkan energi listrik dengan kerja sama dengan PLN untuk menyiapkan pabrik gula (PG) Asembagus di Kabupaten Situbondo untuk menghasilkan energi terbarukan berupa bioetanol dan tenaga listrik cogeneration yang merupakan listrik yang dihasilkan oleh mesin uap mesin giling di pabrik gula,” katanya. (INVESTOR DAILY INDONESIA)

http://id.beritasatu.com/home/ptpn-xi-dongkrak-produksi-gula-tebu/170149