+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Jokowi Teken Aturan Implementasi Biodiesel 20% Besok

Detik | Selasa, 14 Agustus 2018

Jokowi Teken Aturan Implementasi Biodiesel 20% Besok

Jakarta – Defisit transaksi berjalan alias current account deficit (CAD) menjadi fokus pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan mata uang negara lainnya. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah mempercepat pelaksanaan pemanfaatan biodiesel 20% (B20) pada alat atau kendaraan public service obligation (PSO) maupun non PSO. “Di samping isu seperti Turki, ekonomi Turki itu transaksi berjalan menjadi salah satu yang mempengaruhi nilai tukar kita, dan mempengaruhi IHSG,” kata Menko Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2018).

Pelaksanaan mandatori B20, kata Darmin, menjadi suatu yang diwajibkan implementasinya oleh Presiden Jokowi. Menurut Darmin, dalam waktu dekat Peraturan Presiden (Perpres) B20 ini akan diteken oleh orang nomor satu di Indonesia. “Paling lambat besok (diteken), sehingga Menteri ESDM bisa menindaklanjuti dengan menerbitkan pelaksanaan teknis,” tambah dia. Mandatori B20 mulai efektif per 1 September 2018. Darmin mengungkapkan bahwa dari kebijakan tersebut akan menghemat devisa sampai akhir tahun sebesar US$ 2,3 miliar. “Kita membuat perhitungan untuk penghematan devisa karena penggunaan B20 kita mendapat US$ 2,3 miliar sampai akhir tahun, ada dua manfaat dari penerapan ini, menghemat impor solar, dan kenaikan harga kelapa sawit,” papar dia.

Selain itu, dalam rangka memperbaiki defisit transaksi berjalan pun pemerintah akan mendorong ekspor dan memperlambat bahkan mengurangi impor bahan baku, barang modal, hingga barang konsumsi. “Sehingga CAD kita bisa dalam waktu yang tidak lama kalau tidak sampai akhir tahun depan, dalam beberapa bulan ya enam bulan ke depan sudah mulai bekerja lebih efektif,” tutup dia.

https://finance.detik.com/energi/d-4166030/jokowi-teken-aturan-implementasi-biodiesel-20-besok

Rakyat Merdeka | Rabu, 15 Agustus 2018

Genjot Penggunaan B 20, Devisa Hemat Rp 49 Triliun

Pemerintah berkomitmen akan terus mendorong penggunaan Biodiesel 20 persen (campuran solar 80 persen dengan minyak sawit 20 persen). Sebab hal tersebut dapat menghemat devisa mencapai 336 miliar dolar AS atau setara Rp 49 triliun. “Dari penggunaan B20 kita akan hemat impor BBM. Estimasi dampak langsung terhadap penghematan devisa dengan penerapan B20 bisa mencapai Rp 49 triliun,” ungkap Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, kemarin.

Selain hemat devisa, lanjut Luhut, penerapan B20 juga bisa berdampak pada peningkatan konsumsi minyak sawit mentah (CPO). Diperkirakannya, harga CPO bisa bergerak ke level 200 dolar per ton. Dengan kenaikan itu. kebijakan perluasan pencampuran Biodiesel bisa mendongkrak penerimaan devisa sampai dengan 9,36 miliar dolar AS. Luhut menargetkan seluruh kendaraan diesel di Indonesia sudah menggunakan solar dengan campuran Biodiesel 20 persen pada akhir tahun ini. “Semua kendaraan sudah diuji, semuanya tidak ada masalah. Sekarang kami juga terus berkembang ke B30. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang melakukan itu,” terang Luhut.

Luhut menambahkan, yang tidak kalah penting penggunaan B20 dapat membuat udara lebih bersih. Penggunaan B20 memberikan kontribusi mengurangi emisi CO2 sebesar 6 sampai 9 juta ton per tahun. Selain penerapan biodiesel. pemerintah akan memperkuat cadangan devisa negara dengan peningkatan penggunaan komponen dalam negeri. Kemarin. Presiden Jokowi meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengedepankan penggunaan komponen dalam negeri.

“BUMN besar yang sebelumnya memakai komponen impor agar ini diperhatikan,” pinta Jokowi saat rapat terbatas (ratas) di Istana. Hadir dalam ratas tersebut antara lain Direktur Utama PLN Sofyan Basir dan Pit Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. Jokowi mengungkapkan, strategi peningkatan cadangan devisa juga menjadi titik awal pemerintan dalam menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Selain menekan impor dan meningkatkan ekspor serta investasi, pemerintah pun akan mempercepat pembangunan infrastruktur yang mendukung pariwisata. Sektor pariwisata menjadi salah satu penyumbang devisa.

Investor Daily Indonesia | Rabu, 15 Agustus 2018

B20 Aman Digunakan pada Kereta

LAMPUNG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan Biodiesel 20% (B20) sebagai bahan bakar pada kereta api aman digunakan. B20 merupakan bahan bakar Solar yang dicampur bahan bakar nabati sebanyak 20%. Rekomendasi itu seiring dengan rampungnya uji coba (rail test) penerapan B20 pada kereta api. Uji coba ini dilakukan setelah mendapat laporan dari PT KAI atas permasalahan teknis penggunaan B20 pada 2017 kemarin. Rail test tersebut berlangsung selama 6 bulan yang dimulai sejak 10 Februari kemarin.

Ketua Tim Kajian Rail Test B20 Dadan Kusdiana mengatakan tahapan pengujian dilakukan berkala yakni tiga bulan pertama dan tiga bulan berikutnya. Rentan waktu tiga bulan itu sesuai dengan jadwal penggantian komponen pada mesin kereta seperti filter bahan bakar. Dia menyatakan tidak ada permasalahan apapun yang ditemui selama 6 bulan tersebut “B20 aman digunakan di kereta. Rekomendasi ini akan disampaikan ke Kementerian BUMN,” kata Dadan di Depo Tanjung Karang, Lampung, Selasa (14/8).

KAI sudah melakukan manda-tori bahan bakar nabati secara bertahap mulai dari pencampuran 5% atau B5. Sejak 2016 pencampuran ditingkatkan menjadi 20% atau B20. Laporan KAI menyatakan ada masalah pada filter dan nozzle tip lokomotif setelah menggunakan B20. Dengan uji coba ini akan diketahui apakah permasalahan itu terjadi akibat pemakaian B20. Uji coba itu meliputi kajian teknis penggunaan B20 pada komponen dan sistem bahan bakar pada Lokomotif dan Genset Dengan selesainya ujicoba ini maka kereta api siap untuk melaksanakan perluasan B20 yang rencananya diterapkan pada September nanti. Dadan menerangkan naskah peraturan terkait perluasan B20 itu disusun bersama dengan instansi terkait. Namun dia belum bisa memastikan kapan payung hukum tersebut diteken. “Nantinya ada Perpres. Setelah itu akan keluar peraturan turunannya,” ujarnya.

Dadan mengungkapkan uji coba dilakukan pada Lokomotif Electro Motive Diesel (EMD) dan General Electric (GE) milik KAI. Kedua lokomotif itu digunakan untuk menarik kereta batu bara rangkaian panjang (Babaranjang) dengan route PP Stasiun Tanjung Enim -Stasiun Tiga Gajah – Stasiun Tarahan yang berjarak kurang lebih 800 kilometer (KM) dengan waktu tempuh 2,2 hari. “Dipilihnya kereta Babaranjang pada kajian ini dengan pertimbangan beban mesin pada lokomotif menarik Babaranjang ini merupakan salah satu lokomotif dengan beban terberat dibandingkan lokomotif lain yang dimiliki oleh KAI,” ujarnya.

Dikatakannya dua lokomotif yang dilakukan pengujian masing-masing lokomotif menggunakan bahan bakar berbeda yakni BO alias tidak memakai campuran bahan bakar nabati dan yang satu lokomotif menggunakan B20. Lokomotif-lokomotif yang diuji telah menempuh jarak sekitar 58.000 kilometer. “Sejauh ini tidak terdapat perbedaan performansi yang signifikan antara mesin berbahan bakar BO dengan mesin berbahan bakar B20,” ujarnya,

Seputar Indonesia | Rabu, 15 Agustus 2018

500 Komoditas Impor Akan Dibatasi

JAKARTA – Sebanyak 500 jenis komoditas impor dipertimbangkan untuk dibatasi masuk Indonesia. Langkah tersebut dilakukan guna memperbaiki defisit transaksi berjalan yang saat ini berada di kisaran 3% terhadap produk domestikbruto (PDB). Komoditas impor itu akan dievaluasi bersama-sama antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Rencana menyetop barang impor tersebut akan diikuti dengan menyiapkan produk substitusi di dalarn negeri agar impor bahan baku maupun barang konsumsi bisa ditekan. Evaluasi bahan baku impor tersebut merupakan satu dari sejumlah langkah yang disiapkan pemerintah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah. Harapannya, upaya tersebut bisa diterapkan sehingga mendorong industri lokal lebih berkembang.

“Ini merupakan kelanjutan dari strategi kebijakan penguatan cadangan devisa,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani seusai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin. Dia menambahkan, pemerintah mengambil langkah drastis dan tegas untuk mengendalikan impor komoditas yang masuk dalam barang konsumsi, bahan baku, dan barang modal. Kendati demikian, pemerintah tidaklangsungmenyetop karena akan dilihat terlebih dahulu permintaannya. “Kita akan pantau juga berbagai macam produk belanja online dari luar yang mengindikasikan impor barang konsumsi dalam jumlahnya tinggi,” ujar Sri Mulyani.

Pada rapat terbatas kemarin dibahas juga strategi lain untuk mengurangi defisit transaksi berjalan yang berimbas pada melemahnya nilai tukar rupiah. Beberapa poin yang akan diterapkan antara lain memperbesar anggaran belanja modal, mempercepat mandatori Biodiesel 20%, menggerek tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), terutama untuk BUMN besar, dan mempercepat pembangunan infrastruktur yangmendukungpari wisata. Selain itu, pemerintah juga bertekad untuk meningkatkan ekspor serta mengarahkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektorpendukungpariwisata.

Dalam beberapabulanterakhirnilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus terdepresiasi. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kebijakan moneter di negeri Paman Sam. Faktor lain adalah posisi neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari -Juni 2018 masih defisit sebesar USD1.02 miliar. Dalam sepekan terakhir, kondisi rupiah juga terkoreksi cukup dalam karena sentimen krisis keuangan di Turki. Kemarin rupiah diperdagangkan di level Rpl4.625 per USD, melemah dibanding sehari sebelumnya Rpl4.583 per USD. Sentdmenglobal juga berimbas pada pasar saham di mana kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali memasuki zona merah dengan penurunan sebanyak-91,37 (-1,56%) menjadi5.769,87.

Menurut Sri Mulyani, penguatan cadangan devisa penting untuk menjaga ketahanan menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Termasuk dampak yang terakhir terjadi di Turki. Kita harus jaga stabilitas rupiah dalam nilai yang wajar, inflasirendah.defisittransaksi yang aman,” ujar Sri Mulyani. Ketidakpastian ekonomi global termasuk kondisi terakhir yang terjadi di Turki telah menyebabkanpenurunanmata uang lira, yang jatuh lebih dari 40% sejak awal 2018. Hal ini disebabkan ada kekhawatiran meningkatnya kontrol ekonomi oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan serta memburuknya hubungan dengan AS.

Kendati nilai tukar rupiah terus melemah, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengaku bahwa rupiah masih aman. Menurutnya, gejolak yangterjadidiTurkimerupakan kejadian temporer dan secara hubungan ekonomi jauh dari Indonesia. “Jauhlah. Tingkat integrasi Turki dan Indonesia jauh. Dampaknya second round, dia lebih dekat ke Eropa, bukan dengan kita (Indonesia). Aman kh” ujarnya. Di sisi lain, kalangan peng-usahamenilaibahwagejolak nilai tukar rupiah bisa berpengaruh pada meningkatnya biaya dana ataucostoffund. “Memangterjadi tekanan dalam mata uang kita sehingga sempat menyentuh Rpl4.600 lebih sedikit,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P RoeslanidiJakartakemarin.

Diajuga mengatakan, fluktuasi nilai tukar mata uang dapat memengaruhi pelaku usaha dalam memprediksi neraca keuangan di masa mendatang. Menurut Rosan, krisis ekonomi yang terjadi di Turki dikhawatirkan berdampak buruk terhadap capaian realisasi investasi di Indonesia pada semester 11/2018 menyusul gejolak mata uang di negara-negara berkembang. Hal ini diakui oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal(BKPM)ThomasLembong yang menjelaskan bahwa pengaruh krisis di Turki melalui pasar uang dan pasar modal bisa menyebabkan investor menarik kembali investasi mereka di negara berkembang.

Biodiesel 20%

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pada rapatterbatas kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas penguatan devisabukanlagibicarakonsep, melainkan juga sudah lebih konkret. Poin penting pertama yang dibahas adalah soal kepastian pelaksanaan penugasan Biodiesel 20% (B-20). Terkait kebijakan tersebut, kata Darmin, Presiden akan segera menandatangani peraturan presiden terkaitbiodesel20%. “Mudah-mudahan sore ini (kemarin) atau paling lambat besok (hari ini) bisa diteken sehingga menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) bisa menindaklanjutinya dengan peraturan menteri ESDM mengenai teknis pelaksanaannya. Pelaksanaannya akan efektif per 1 September 2018,” ucap Darmin.

Dia menambahkan, pihaknya sudah membuat skenario perhitungan-perhitungan apabila mandatori B-20 diterapkan untuk sektor public serviceobligation (PSO) maupun non-PSO. Dia memperkirakan akan ada tambahan penggunaan Biodiesel sekitar 4 juta kiloliter (KL) sehingga akan menghemat devisa sekitar USD2.3 miliar. “Dari kebijakan ini ada dua yang akan dicapai, pertama, penghematan penggunaan solar. Kedua, kenaikan harga minyak sawit mentah {crude palm oil/ CPO). Sekarangpun kita perkirakan juga akan naik, tapi mungkin belum akan besar,” katanya.

Terkait upaya meningkatkan devisa dari sektor pariwisata, kata Darmin, pemerintah akan lebih memberikan perhatian pada sektor pendukung wisata seperti sarana dan prasarana air bersih. “Jadi selain jalan tol, nanti akses untuk air bersih akan diperbaiki,” ujarnya. Terkait penyaluran KUR untuk pariwisata, kata Darmin, diarahkan bagi pengembangan pendukung pariwisata seperti homestay restoran kecil dan perajin suvenir. “Itu tadinya tidak bisa diberikan karena anda tahu pariwisata itu di dalam sektornya terbaginya dalam angkutan, perdagangan, restoran, hotel,” katanya.

Sementara itu, Sri Mulyani mengatakan, dari sisi fiskal pihaknya telah melakukan sejumlah upaya dalam mengelola keuangan dengan sangat hati-hati. Menurutnya, defisit APBN saat ini yang besarnya 2,12% dari PDB ke depan akan ditekan lagi sehingga tahundepan ditargetkan di bawah 2%. Terkait anggaran belanja modal yang harus terus diperbesar, hal ini sudah mulai kelihatan. Dan di sisi moneter, saya lihat pengelolaan oleh BI sangat hati-hati, sangat prudent. Kalau kita lihat juga CAR perbankan kita masih sangat kuat karena ada di posisi 20% lebih sehingga hal ini yang harus kita jaga,” ucapnya. Di bagian lain, pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, defisit transaksi berjalan tidak lepas dari strategi pemerintah yang dalam beberapa tahun terakhir menggenjot infrastruktur. “Pemerintah terlalu optimistis infrastruktur akan menopang pertumbuhan, padahal di sisi lain banyak mengguna-kankomponenimpor,”ujamya.

Bhima menilai, strategi yang diambil pemerintah dalam mengatasi defisit transaksi berjalan dan pelemahan nilai tukar rupiah bersifat jangka panjang. “Mungkin dampaknya baru terasa dalam lima tahun lagi, sementara rupiahnya sudah loyo,” ucapnya. Dia menyarankan, untuk memperbaiki nilai tukar perlu kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) yang tepat. Selama ini beleid yang mengatur devisa negara terlalu liberal sehingga insentif apapun yang diberikan akan sulit memulangkan DHE. “Di paket kebijakan ekonomi ada skema diskon pajak deposito untuk tarik DHE, tapi tidak efektif. Jalan keluarnya jangan kasih insentif, tapi disinsentif. Eksportir yang menarik DHE kurang dari enam bulan misalnya dikenakan pajak deposito yang tinggi,” ucap Bhima.

Detik | Selasa, 14 Agustus 2018

Jokowi Minta Penerapan B20 dan Komponen Lokal Dipercepat

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh jajaran pejabat kabinet kerja untuk segera mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang mampu menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dalam membuka rapat terbatas (ratas) tentang lanjutan strategi kebijakan memperkuat cadangan devisa, Jokowi meminta percepatan pelaksanaan mandatori pemanfaatan biodiesel 20% (B20) dan peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). “Yang lalu sudah saya sampaikan juga mengenai percepatan pelaksanaan mandatori biodiesel, peningkatan TKDN, terutama untuk BUMN besar yang sebelumnya memakai komponen impor agar ini diperhatikan,” kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2018).

Jokowi juga meminta kepada Kementerian Perdagangan dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan untuk mencermati produk impor yang masuk ke dalam negeri. “Sehingga impor barang yang memang sangat penting dan sangat tidak penting bisa diketahui,” jelas dia. Langkah selanjutnya dalam menjaga stabilitas nilai tukar pun, kata Jokowi harus dilakukan dengan peningkatan kegiatan ekspor. Mantan Wali Kota Solo ini mengaku, pada ratas sebelumnya banyak disinggung mengenai reformasi birokrasi yang mampu mendukung ekspor dan investasi, salah satunya dengan online single submission (OSS).

Tidak hanya itu, Jokowi juga meminta adanya percepatan pembangunan infrastruktur yang mendukung pariwisata. Pasalnya, sektor ini mampu membawa devisa lebih banyak lagi ke dalam negeri. “Terutama pada lokasi pariwisata prioritas yang telah kita tetapkan. Sektor ini akan cepat menambah dan memperkuat cadangan devisa kita,” jelas dia