+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Kebijakan Pertamina mengurangi impor mendapat apresiasi

Kontan.co.id | Rabu, 12 September 2018
Kebijakan Pertamina mengurangi impor mendapat apresiasi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Langkah Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengurangi impor minyak untuk memperkuat nilai tukar rupiah dipuji banyak pihak. Sebab, defisit neraca perdagangan sebagai salah satu penyebab melemahnya rupiah, paling banyak disumbang sektor migas. “Itu langkah bagus. Itu memang langkah yang seharusnya dilakukan,” kata anggota Komisi VII DPR, Kurtubi, di Jakarta, Rabu (12/9). Kurtubi mengatakan, pengurangan impor minyak merupakan instruksi Presiden Jokowi ke Pertamina. Untuk jangka pendek, pengurangan impor memang bisa dilakukan dengan melarang ekspor minyak mentah yang menjadi bagian kontraktor (asing). Pembelian minyak mentah domestik ini pula yang kini dilakukan Pertamina, dengan jumlah 225 ribu barrel per hari (bph). “Itu jangka pendek. Namun, untuk bisa mengurangi impor migas yang sustainable butuh waktu lama,” ujarnya.

Untuk jangka panjang, lanjut dia, pengurangan impor harus disertai dengan peningkatan produksi minyak mentah di dalam negeri. “Pengeboran dan eksplorasinya diperbanyak,” ujarnya. Selain itu, kata dia, produksi BBM di dalam negeri juga harus ditingkatkan. “Yang pdoruksi BBM dalam negeri itu kilang minyak. Kilang minyak sekarang kita ngak nambah-nambah,” ujar dia. Namun demikian, Kurtubi mengapresiasi rencana Pertamina membangun 6 kilang minyak baru dan mengoptimalkan kilang yang ada. Rencananya, 6 kilang baru ini akan menyumbang 1 juta bph dan mampu menutupi kebutuhan BBM dalam negeri pada 2026. “Jadi untuk mengurangi impor minyak memang tidak bisa seketika,” ujarnya. Lebih jauh, Kurtubi menilai, ketergantungan Indonesia pada impor minyak saat ini disebabkan oleh kesalahan kebijakan-kebijakan pemerintah sebelumnya.

Pemerintahan Jokowi saat ini, menurutnya, hanya terkena imbas kesalahan pemerintahan masa lalu. “Jadi bukan kesalahan pemerintah Jokowi,” ujarnya. Seperti diketahui, keterbatasan produksi BBM dalam negeri membuat pemerintah harus mengimpor 400 ribu bph. Namun, kebijakan Pertamina di bawah Dirut Nicke yang memborong 225 ribu bph minyak mentah milik kontraktor, mampu menurunkan impor hingga 60%. “Produksi nasional itu selama ini masih ada yang belum dibeli oleh Pertamina, yang porsinya punya KKKS. Ini yang akan dibeli oleh Pertamina. Yang pasti ini bisa mengurangi impor hingga 60 %,” kata Nicke saat ditemui di Kemenko Perekonomian.

https://industri.kontan.co.id/news/kebijakan-pertamina-mengurangi-impor-mendapat-apresiasi

Harian Kontan | Kamis, 13 September 2018
Kemhub Pastikan Pemilik Angkutan Dukung B20

JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemhub) memastikan program perluasan mandatori Biodiesel 20% (B20) bisa berjalan lancar, khususnya untuk kendaraan angkutan umum. Kepastian itu didapat setelah pekan lalu Kemhub mengumpulkan sejumlah asosiasi angkutan umum dan agen pemegang merek (APM). Mereka dikumpulkan untuk memuluskan penerapan B20 pada kendaraan bersubsidi atau.public service obligation (PSO) dan non PSO. Direktur Jenderal Hubungan Darat Kemhub Budi Setiyadi mengatakan, dalam pertemuan tersebut ada empat kesepakatan yang dihasilkan. Pertama, APM menjamin produksi kendaraan baru sejak September 2018 siap menggunakan B20. “APM akan menyesuaikan beberapa perlengkapan dalam kendaraan imtuk menggunakan balian bakar B20 terutama di filter,” ujar Budi, Rabu (12/9).

Kedua, seluruh pihak ingin mendapatkan jaminan B20 dari pemerintah. Hal itu, kata Budi, yang akan ditindak lanjuti ke Pertamina. “Menyangkut jaminan kualitas dari Biodiesel karena menyangkut masalah blended pencam-puraimya itu, karena informasi yang mulai berkembang di lapangan ada yang tidak benar-benar B20,” katanya. Ketiga, seluruh pihak berkomitmen imtuk siap menggunakan B20 imtuk kendaraan yang produksi di bawah tahun 2016. Keempat, pemerintah akan mendorong peremajaan armada baru dengan menyiapkan stimulus perpajakan dan keuangan dari pemerintah.

Bisnis Indonesia | Kamis, 13 September 2018
KAI Optimistis Pemasok Siap

BANDUNG – Manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan siap mengganti bahan bakar seluruh armada yang memakai solar menjadi biodiesel. Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, mengatakan pihaknya beberapa waktu lalu sudah memanggil pemasok lokomotif, kereta rel diesel maupun kereta pembangkit terkait dengan kesiapan untuk mengganti bahan bakar menjadi biodiesel. “Mereka sudah kita panggil semua, dan menyatakan mampu memakai Biodiesel B20.” katanya di Gedung Sate, Bandung. Rabu (12/9). Menurutnya, pada tahun ini KAI memakai kuota solar hingga 280 juta liter dari anak perusahaan PT Pertamina. Angka ini dinilai Edi tidak terlalu besar mengingat jumlah armada yang memakai solar juga tidak mayoritas. “Itu sedikit kalau [pakai ukuran] kiloliter. Penghematan itu lebih dari sisi Pertamina, bukan PT KAI.” ujarnya. Dari sisi penghematan, papar Edi, perbedaan harga antara solar dan bio diesel B20 terbilang sama, tetapi karena program ini membantu pemerintah untuk mengurangi impor bahan bakar minyak, maka pihaknya dipastikan siap mengganti. “Pertamina tidak perlu mengimpor bahan Penggunaan B2O untuk mesin sarana transportasi tidak memengaruhi kinerja mesin dan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan solar murni bakar tradisional,” paparnya.

Berdasarkan analisis Kementerian ESDM, bila kebijakan perluasan B20 berjalan lancar maka penggunaan energi baru terbarukan (EBT) akan meningkat menjadi sekitar 15% dalam bauran BBM. “KAI tentu mendukung program tersebut dengan tetap selalu memperhatikan dan mengutamakan keselamatan dan kelancaran perjalanan KA,” paparnya. Penggunaan B20 untuk mesin sarana transportasi tidak mempengaruhi kinerja mesin dan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan solar murni. Edi memastikan pihaknya tidak perlu melakukan modifikasi meskipun akan ada peralihan penggunaan bahan bakar. “Enggak, enggak [modifikasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan pengecekan uji coba penggunaan campuran Biodiesel 20% (B20) pada kereta api. Ketua Tim Uji Teknis Kajian dan Uji Jalan Penggunaan B20 pada PT KAI Dadan Kusdiana mengatakan dalam uji coba atau rail test yang telah dilakukan selama hampir 3 bulan ini belum ditemukan permasalahan apapun pada mesin lokomotif yang menggunakan B20. Rail test dilakukan pada jenis lokomotif CC205 dan Lokomotif CC206 yang digandeng menarik batu bara atau babaranjang. Dalam uji coba tersebut, satu unit menggunakan bahan bakar BO dan satu unit menggunakan bahan bakar B20. “Secara umum tidak ada perbedaan kinerja secara signifikan. Dua-duanya dipantau, bebannya sama,” ujar Dadan di Depo Gerbong Kertapati, Palembang, belum lama ini.

Lokomotii-lokomotif yang diuji tersebut telah menempuh jarak sejauh lebih dari 27.000 kilometer (km) atau selama 1.770 jam untuk mesin Lokomotif Electro Motive Diesel (EMD) dan lebih dari 23.000 km atau 1.620 jam untuk mesin General Electric (GE). Lokomotif EMD dan GE milik PT KAI yang digunakan untuk menarik kereta batu bara rangkaian panjang (babaran-jang) dengan rute pulang-pergi Stasiun Tanjung Enim-Stasiun Tiga Gajah-Stasiun Tarahan yang berjarak kurang lebih 800 km dengan waktu tempuh kurang lebih 2,2 hari. Total waktu yang diperlukan untuk Rail Test B20 ini adalah 6 bulan dimulai pada 10 Februari sampai dengan Juli 2018. Dipilihnya kereta babaranjang pada kajian ini dengan pertimbangan beban engine pada lokomotif yang menarik babaranjang ini merupakan salah satu lokomotif dengan beban terberat dibandingkan dengan lokomotif lain yang dimiliki oleh KAI.

Bisnis Tempo.co | Kamis, 13 September 2018
PT KAI Tahun Ini Gunakan Biodiesel 280 Juta Liter

TEMPO.CO, BANDUNG – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro mengatakan KAI siap mengganti solar menjadi biodiesel sebagai bahan bakar kereta api dalam penerapan program B20. Dia mengatakan pihaknya beberapa waktu lalu sudah memanggil supplier lokomotif, kereta rel diesel maupun kereta pembangkit terkait kesiapan mengganti bahan bakar menjadi biodiesel. “Mereka sudah kita panggil semua, dan menyatakan mampu memakai biodiesel B20,” kata dia di Bandung, Senin, 12 September 2018. Menurut Edi, pengunaan biodiesel sudah efektif berjalan. “Sudah jalan,” kata dia, Edi mengatakan, pasokan Biodiesel yang dipergunakan PT KAI berasal dari Pertamina. Dia menuturkan pada tahun ini saja PT KAI memakai kuota solar hingga 280 juta liter. Edi mengatakan, biaya pemakaian bahan bakar yang dikeluarkan juga sama saja dibanding saat masih menggunakan solar. “Kalau harganya sama. Yang hemat dari sisi Pertamina, tidak perlu ngimpor bahan bakar tradisional,” kata dia.

Berdasarkan analisis Kementerian ESDM, bila kebijakan perluasan B20 berjalan lancar penggunaan energi baru terbarukan (EBT) akan meningkat menjadi sekitar 15% dalam bauran BBM. “KAI tentu mendukung program tersebut dengan tetap selalu memperhatikan dan mengutamakan keselamatan dan kelancaran perjalanan KA,” kata dia. Penggunaan B20 untuk mesin sarana tranportasi tidak mempengaruhi kinerja mesin dan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan solar murni. Edi memastikan pihaknya tidak perlu melakukan modifikasi meskipun akan ada peralihan penggunaan bahan bakar biodiesel.
https://bisnis.tempo.co/read/1126011/pt-kai-tahun-ini-gunakan-biodiesel-280-juta-liter/full&view=ok

Banjarmasin Post | Kamis, 13 September 2018
Biodiesel B20, Beban Berat untuk Semua Harapan

NILAI tukar rupiah atas dolar semakin menurun hingga mencapai 15 ribu rupiah. Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk menggenjot ekspor dan mengurangi ketergantungan kita terhadap impor. Salah satu cara yang dilakukan pemerintah dengan mempercepat implementasi Biodiesel B20. Mungkin sebagian besar dari kita masih bingung dengan kebijakan yang diambil pemerintah, bagaimana bisa biodiesel B20 dapat menjadi salah satu solusi dalam pelemahan rupiah ditambah lagi sebagian besar masyarakat memandang kebijakan ini bermuatan politis. Hal ini dikarenakan, Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah asal Indonesia ditolak oleh Pasar Eropa karena parlemen Eropa telah melarang penggunaan CPO untuk biodiesel pada tahun 2021 dan kampanye makanan sehat tanpa minyak sawit di negara-negara Eropa.

Apa itu Biodesel B20

Indonesia yang merupakan produsen CPO terbesar di dunia dengan luas perkebunan kelapa sawit 11,92 juta Ha pada tahun 2016 tentunya sedang memiliki surplus CPO yang besar dan mengalamai kebingungan untuk pemanfaatannya,pemerintah dengan gerak cepat mengambil kebijakan ini. Kita bersama perlu mengkritisi hal ini dan apakah kebijakan ini dapat berjalan dengan baik sesuai harapan banyak pihak. Menurut definisi, Biodiesel adalah bahan bakar yang berasal dari bahan-bahan dari makhluk hidup (Bahan bakar nabati) dan dalam kebijakan ini B20 berarti mencampur biodiesel dari minyak kelapa sawit dengan solar melalui perbandingan 20 persen per 80 persen. Melalui pencampuran ini pemerintah dapat menghemat impor BBM sebesar 5-6 miliar US$ dan tentunya dapat meningkatkan pemanfaatan minyak kelapa sawit domestik.

Kewajiban Badan Usaha BBM

Melalui kebijakan ini pemerintah menetapkan payung hukum melalui Peraturan Menteri ESDM No 41 tahun 2018 bahwa badan usaha BBM wajib menyalurkan minyak B20 baik yang dalam bentuk Public Service Obligation (PSO) atau BBM bersubsidi dan Non-PSO. Sehingga, misalnya jika selama ini Badan usaha BBM Non-PSO mengimpor solar lalu menjualnya kepada kegiatan pertambangan, maka sejak 1 September, badan usaha ini harus mencampurkannya dengan 20 persen biodiesel, dan baru dapat menyalurkannya untuk berbagai peruntukan. Sanksi hukum telah dibuat, jika dalam prakteknya tidak menyalurkan B20 maka akan didenda Rp. 6000 untuk setiap liternya dan jika tiga kali peringatan tetap diabaikan maka izin usaha akan dicabut. Pemerintah melalui berbagai instrumennya telah serius untuk mengimplementasikan kebijakan ini. Akan tetapi setiap kebijakan tentunya akan selalu ada pro dan kontra yang mengiringinya.

Menurut Bambang Sudarmanta dari Jurusan Teknik Mesin ITS, bahwa B20 merupakan bahan bakar pengganti yang kandungannya sudah mendekati solar. B20 memiliki nilai kalor yang lebih rendah 8-10 persen dibanding solar, sehingga daya yang dihasilkan menurun. Akan tetapi, daya tidak mutlak dari kalor semata. Biodiesel memiliki kelebihan oksigen di dalamnya sehingga bisa menghasilkan proses oksidasi yang lebih baik dan membuat proses pembakaran menjadi lebih sempurna, hasilnya bisa membuat daya mesin menjadi lebih besar. Tetapi Biodiesel memiliki dampak buruk terhadap mesin, karena B20 mengandung gliserin (kotoran yang tidak terbakar lebih banyak) dan memiliki kekentalan lebih tinggi dibandingkan solar yang cenderung memperlambat proses pembakaran. Ditambahkan, menurut Tonton Eko, GM Product Development Isuzu Astra Motor Indonesia dalam CNN Indonesia menyampaikan B20 memiliki sifat deterjen, sehingga dalam penggunaannya dapat menguras kotoran yang sudah ada dalam tangki bahan bakar. Akibatnya, kotoran akan bercampur dengan bahan bakar dan berpotensi masuk ke ruang pembakaran. Sifat B20 yang kental dan kotor dibanding solar akan berpengaruh pada komponen saringan bahan bakar. B20 juga memiliki unsur air yang tinggi dan berdampak pada efek korosi.

Mutu Kualitas Biodesel B20

Menurut Yuswidjajanto Zaenuri, Dosen Teknik Mesin ITB, bahwa yang perlu diperhatikan dari B20 adalah mutu campuran biodiesel, jika kualitasnya kurang baik akan menimbulkan bakteri. Sifat mudah menyerap air membuat bakteri dapat tumbuh dan menyebabkan campuran nabati dan diesel terpisah, sehingga menghasilkan endapan dan asam yang akan menyumbat saringan bahan bakar. Tentunya penggunaan B20 sebagai bahan bakar akan mempercepat pergantian saringan bahan bakar, risiko kerusakan injektor, dan kemungkinan untuk lebih sering menguras tangki bahan bakar. Hal ini tentunya berpotensi meningkatkan pengeluaran pelaku usaha karena harus lebih rutin dalam service dan pergantian suku cadang, disamping itu nilai manfaat kendaraan untuk bekerja akan berkurang. Solusi yang diharapkan tentunya dapat menjawab bermacam kekurangan yang masih dimiliki B20 sebagai bahan bakar dalam proses implementasinya. Kita bersama menantikan komitmen pemerintah untuk mengawal dan menjaga kualitas Biodiesel B20 dengan harapan akan memiliki kualitas yang sepadan dengan solar dan menghindari persepsi masyarakat bahwa B20 hanya akan merusak mesin kendaraan mereka.

Mengawal Kebijakan

Implementasi Biodiesel B20 dapat meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) sebesar 15persen, hal ini tentunya menjadi kabar gembira, setidaknya kita bersama dapat mulai mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui. Ditambah lagi, B20 memiliki kandungan sulfur yang sangat rendah sehingga emisi gas buang kendaraan akan menjadi lebih baik pula. Pada aspek lingkungan, hadirnya B20 dapat memperbaiki kualitas udara di perkotaan. Lalu benarkah implementasi B20 dapat membantu kita keluar dari perlemahan rupiah atas dolar Amerika dan meningkatkan kualitas lingkungan. Mari kita kawal bersama, jangan sampai kebijakan ini hanya menjadi jalan keluar bagi korporasi sawit atas permasalahan CPO mereka yang ditolak pasar Eropa.

http://banjarmasin.tribunnews.com/2018/09/13/biodiesel-b20-beban-berat-untuk-semua-harapan

Otomania.com | Rabu, 12 September 2018
Pakai Biodiesel B20, Siapkan Tiga Hal Berikut

Otomania.com – Pemerintah memberlakukan Biodiesel B20 di seluruh SPBU. Biodiesel B20 sendiri campuran dari minyak nabati 20% dan minyak bumi (petrolum diesel) 80%. Nah, sebelum mobil diesel mengkonsumsi Biodiesel B20 ada baiknya perhatikan tiga hal berikut ini;

1. Segera Periksa Filter Bahan Bakar Mobil Anda
Ini karena biodiesel B20 ini memiliki senyawa ester yang mampu merontokkan kotoran dalam tangki bahan bakar dan saluran bahan bakar (fuel line). Kotoran sisa solar lama yang menempel di tangki dan saluran, akan tergerus dan tertampung di filter bahan bakar. “Biodiesel B20 saat masuk ke tangki akan meng-flush sisa bahan bakar diesel biasa yang mengandung lebih banyak sulfur,” jelas Didi Ahadi, Department Head Technical Support PT Toyota Astra Motor.

2. Kuras dan Bersihkan Tangki Bahan Bakar
Karena biodiesel memiliki kemampuan merontokkan kotoran dalam tangki bahan bakar. Untuk itu mesti menguras tangki bahan bakar jika mulai memakai biodiesel B20. Tujuannya untuk membuang endapan kotoran yang ada di dasar tangki bahan bakar.

3. Beri Lapisan Coating Pada Tangki Bahan Bakar
Ini buat mobil yang masih pakai tangki bahan bakar dari pelat besi. Jadi habis kuras tangki langsung kasih coating biar enggak cepat karatan.
https://otomania.gridoto.com/read/03270219/pakai-biodiesel-b20-siapkan-tiga-hal-berikut#!%2F

Agrofarm.co.id | Rabu, 12 September 2018
Perluasan B20 Kurangi Emisi 6 Ton per Tahun

Agrofarm-Mandatori perluasan penggunaan bahan bakar biodiesel 20 persen atau dikenal sebagai B20 untuk kendaraan Non Public Service Obligation (PSO) berkontribusi dalam mengurangi emisi karbondioksida (CO2) hingga 6 sampai 9 juta ton per tahun dibanding dengan penggunaan solar murni (B0). Selain itu, dapat memperbaiki kualitas proses pembakaran kendaraan bermotor. “Selain mengurangi emisi CO2, pembakaran dengan B20 juga lebih efisien dibanding penggunaan B0. Bahan bakar jauh lebih bagus, harga juga sama. Secara teknis juga tidak ada masalah. Uji coba yang dilakukan tahun 2014 lalu bahkan menunjukkan kinerja kendaraan yang tidak berubah signifikan dalam uji 40.000 km non stop,” ungkap Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana dikutip situs Kementerian ESDM, Senin (10/9/2018).

Dadan menyebut, meskipun nilai kalorinya sedikit lebih rendah, untuk pemakaian B20 tidak terlalu beda dalam konsumsi bahan bakarnya. “Dari beberapa uji coba, kenaikan konsumsi bahan bakarnya tidak banyak, hanya 1-2% saja,” ujarnya. Lebih Lanjut Dadan menuturkan, tidak benar bila dikatakan biodiesel ini disebut sebagai penyebab kerak pada tangki bahan bakar. “Biodiesel merupakan senyawa ester yang bersifat melarutkan. Pemanfaatan biodiesel justru dapat membersihkan kerak dan kotoran yang tertinggal pada mesin, saluran bahan bakar dan tangki. Inilah yang menjadikan filter jadi cepat kotor di awal penggunaan B20. Setelah dibersihkan atau diganti, tidak akan ada masalah lagi. Mesin tidak akan rusak atau korosi,” katanya. Permasalahan mungkin akan terjadi pada konsumen baru yang sebelumnya menggunakan solar non PSO yang berganti ke B20, seperti genset pabrik dan angkutan laut. “Perlu diantisipasi bagi pengguna baru yang sebelumnya memakai solar murni, ada kemungkinan filter yang kotor, itu hanya sekali atau dua kali,” ungkap Dadan.

Jadi, tegas Dadan, keperluan penggantian filter ini tetap sama dengan sewaktu menggunakan BBM tanpa biodiesel. “Untuk kendaraan truk, bahkan B20 sudah berjalan sejak 1 Januari 2016, jadi seharusnya sudah tidak ada masalah lagi terkait dengan filter,” tandas Dadan. Terkait hasil uji yang dilakukan, Dadan menguraikan, kajian terhadap sistem bahan bakar dengan metode rig test, kompabilitas material, kestabilan penyimpanan dan uji pada mesin alat besar, diperoleh hasil bahwa implementasi B20 telah layak diterapkan tanpa memerlukan modifikasi mesin yang signifikan. “Kalau masyarakat ingin bertanya lebih lanjut, ada call center Kementerian ESDM di 136 dan call center BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) 14036 siap menjawab pertanyaan seputar implementasi B20 ini,” pungkas Dadan.

Kontan.co.id | Rabu, 12 September 2018
Pakai Biodiesel B20, Siapkan Tiga Hal Berikut

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Perhubungan mengumpulkan para asosiasi dan agen pemegang merek (APM) untuk memuluskan penerapan biodiesel 20% (B20) bagi kendaraan public service obligation (PSO) dan non PSO. Dirjen Hubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, pertemuan itu telah dilakukan pada pekan lalu. Dari pihak asosiasi yang hadir adalah Organisasi Angkutan Darat (Organda), Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), dan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI). Budi mengatakan, seluruh pihak yang hadir tersebut mendukung penerapan B20. Bentuk dukungan itu pun menghasilkan empat hal yang telah disepakati. Pertama, APM menjamin produksi kendaraan baru (produksi per September 2018) telah siap menggunakan B20. “APM sudah akan menyesuaikan beberapa perlengkapan dalam kendaraannya untuk menggunakan bahan bakar B20 terutama di filter,” jelas dia saat ditemui di kantornya, Rabu (12/9).

Pun APM juga mendorong kepada pihak asosiasi dengan penggunaan B20 ini bisa memperpendek servis berkala. Asosiasi juga turut mendukung penggunaan B20 dengan catatan yakni mendapatkan jaminan pemeliharaan dari APM. Jika sewaktu-waktu ada kendala penggunaan pada sparepart, APM diberikan ruang untuk diskusi internal demi mengikuti permintaan asosiasi. Kedua, seluruh pihak ingin mendapatkan jaminan B20 dari pemerintah. Kata Budi, ini yang akan ditindak lanjuti ke Pertamina. “Menyangkut jaminan kualitas dari biodiesel karena menyangkut masalah blended pencampurannya itu, karena informasi yang mulai berkembang di lapangan ada yang tidak benar-benar B20,” katanya. Maka itu, pihaknya akan mengirimkan surat ke Pertamina untuk menjamin distribusi dari depo ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) serta menyangkut kualitasnya biodiesel itu sendiri.

Ketiga, seluruh pihak berkomitmen menggunakan B20 untuk kendaraan yang produksi di bawah tahun 2016. Sebab informasinya, hal itu akan berdampak kepada saringan tanki. “Ada beberapa kesepakatan, asosiasi akan memberikan sosialisasi kepada anggotanya yg menggunakan B20. Misalnya kalau tanki kotor, biodiesel akan mengangkat kotoran itu. Artinya kalau menggunakan B20 tanki harus dibersihkan dulu,” jelas Budi. Tak hanya itu dari sisi APM pun juga akan memberikan petunjuk teknis dalam penggunaan B20 kepada asosiasi. Keempat, pemerintah akan mendorong peremajaan armada baru dengan menyiapkan stimulus perpajakan dan keuangan. Untuk soal ini, nantinya Kemhub akan melakukan pertemuan yang melibatkan stakeholder terkait agar seluruh pihak bisa mengikuti beleid baru ini. Namun yang paling penting, kesepakatan itu telah ditandatangani oleh seluruh pihak.

https://nasional.kontan.co.id/news/terapkan-b20-asosiasi-angkutan-meneken-kesepakatan-dengan-kemhub

Liputan 6 | Rabu, 12 September 2018
4 Poin yang Harus Diterapkan dalam Kebijakan Penggunaan B20

Liputan6.com, Jakarta – Rencana pemerintah mengimplementasikan penggunaan biodiesel 20 persen atau B20, menemui titik terang. Bahkan hal itu telah disetujui sejumlah pihak, mulai dari Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (Alfi), Organisasi Angkutan Darat (Organda), Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dan Agen Pemegang Merk (APM). Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi, semua pihak yang disebutkan di atas, telah melakukan pertemuan bersama Kementerian Perhubungan RI. Kata Budi, karena adanya keraguan-raguan dalam penggunaan B20, maka dalam pertemuan tersebut ada empat poin kesepakatan yang disampaikan. “Pertama, APM menjamin kendaran baru telah siap menggunakan bahan bakar B20. Maksudnya begini, untuk produksi tahun 2018 September ini, APM sudah akan menyesuaikan beberapa perlengkapan kendaraanya untuk menggunakan bahan bakarnya B20 terutama di filter (saringan),” ujar Budi saat ditemui di gedung Kemenhub, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Dalam poin pertama ini juga APM akan mendorong kepada pihak asosiasi dalam penggunaan B20 dengan catatan memperpendek jadwal servis berkala. “Jadi penggantian oli dan saringan bahan bakar yang tadinya 10-20 ribu km maka APM nanti menurunkan, menjadi 5 ribu km-10 ribu km,” tuturnya. Sebaliknya, Aptrindo dan Alfi mendukung penggunaan biodiesel B20, dengan catatan mendapatkan jaminan pemeliharaan dari APM terhadap penggunaan spare part dan berkesempatan melakukan diskusi internal. Poin kedua, Aptrindo, Alfi, Gaikindo, dan APM mendapat jaminan kualitas bahan bakar B20 dari pemerintah. “Jadi ini yang akan saya tindaklanjuti, saya akan kirimkan surat kepada Pertamina menyangkut jaminan kualitas dari biodiesel. Karena saat itulah mungkin dipertanyakan pihak asosiasi terhadap masalah blend-nya atau pencampurannya. Karena informasi yang ada dilapangan ada yang B20 dan sekian (tambahan campuran lain) dan sebagainya,” terang Budi.

Poin ketiga, asosiasi akan memberikan sosialisasi kepada anggotanya untuk mempersiapkan kendaraan yang menggunakan biodiesel B20. “Artinya, asosiasi akan menyampikan cara atau bagaimana penggunaan B20 yang harus disiapkan di bawah tahun 2016. kedaraan yang diproduksi di bawah 2016. Sebab, kendaraan di bawah 2016 informasinya akan berdampak pada saringan tangki, dan lainnya jadi ada beberapa kesepakatan,” ucapnya. Budi menyampaikan, sifat biodiesel di dalam tangki dipercaya dapat dengan mudah mengangkat kotoran, sehingga bisa menyumbat aliran bahan bakar ke mesin. Maka dari itu, jika menggunakan B20, tangki harus dibersihkan terlebih dahulu.

Selain itu, APM juga diharuskan memberikan petunjuk teknis kepada para pelaku usaha penggunaan B20 melalui asosiasi atau perorangan sesuai jenis, tipe dan tahun kendaraan. Poin keempat, pemerintah mendorong peremajaan armada baru kemudian menyiapkan stimulus perpajakan dan keuangan. “Nah, jadi nanti pada 14 Sepember atau kapan akan melakukan FGD menyangkut masalah penggunaan biodesel ini dan akan melibatkan stakeholder yang lain,” tutupnya.

https://www.liputan6.com/otomotif/read/3642474/4-poin-yang-harus-diterapkan-dalam-kebijakan-penggunaan-b20

TribunPekanbaru.com | Rabu, 12 September 2018
Harga TBS Kelapa Sawit Riau Pekan Ini Naik, Terpengaruh Kebijakan Pemerintah Soal Biodiesel

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, merilis harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit periode 12 sampai 18 September 2018. Untuk kelompok umur 10 sampai dengan 20 tahun mengalami kenaikan sebesar Rp 7,20 perkilogramnya. Kasi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, T Neni menjelaskan, kenaikan TBS periode ini terjadi pada setiap kelompok umur. Jumlah kenaikan terbesar pada kelompok 10 sampai 20 tahun itu mencapai 0,45 persen dari harga pekan lalu. “Pekan lalu untuk kelompok umur 10 sampai 20 tahun ditetapkan Rp1.611,71 perkilo, pekan ini menjadi Rp 1.618,91 perkilo,” terang Neni, Rabu (12/9/2018). Kenaikan harga TBS periode ini kata Neni, disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya faktor internal yang disebabkan oleh naiknya harga jual CPO dari hampir seluruh perusahaan sumber data.

Sedangkan harga jual kernel memang sebagian besar mengalami penurunan namun cukup kecil sehingga tidak signifikan terhadap pergerakan harga TBS. Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp 110,63 perkilo, Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 45,61 perkilo, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 122,72 perkilo, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 63,05 perkilo, PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikan sebesar Rp 113,00 perkilo dan PT Musim Mas mengalami kenaikan sebesar Rp 64,00 perkilo. Sedangkan, untuk harga jual kernel, Sinar Mas Group mengalami kenaikan sebesar Rp 122,89 perkilo, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 30,00 perkilo, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 32,25 perkilo dan PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp 39,00 perkilo dari harga minggu lalu.

“Sedangkan faktor eksternal kita melihat dipengaruhi oleh harga CPO yang mampu bertahan bahkan sedikit meningkat minggu ini, masih dipengaruhi oleh kebijakan Pemerintah Indonesia yang mewajibkan penggunaan biodiesel 20 persen pada bahan bakar minyak (B20) yang berlaku per 1 September 2018,” jelas Neni. Konsumsi minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), pada paruh kedua tahun 2018 diprediksi bisa mencapai 7 juta ton bila implementasi mandatori perluasan biodiesel 20 persen bila dilakukan secara agresif.

http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/09/12/harga-tbs-kelapa-sawit-riau-pekan-ini-naik-terpengaruh-kebijakan-pemerintah-soal-biodiesel

GridOto.com | Rabu, 12 September 2018
Pelumas Diesel Terbaru ExxonMobil Sudah Cocok dengan B20?

GridOto.com – PT ExxonMobil Lubricants resmi memperkenalkan produk terbarunya, Mobil Delvac 1 ESP 5W-30, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat (12/9/2018). Mobil Delvac 1 ESP 5W-30 ini diperuntukkan bagi kendaraan berat bermesin diesel. Terkait dengan penggunaan mesin diesel, Pemerintah awal September lalu baru saja meresmikan aturan penggunaan bahan bakar B20 yang tertuang dalam Perpres No. 66/2018. Lalu, apakah pelumas Mobil Delvac 1 ESP 5W-30 ini akan kompatibel dengan biofuel B20? “Untuk sementara, Mobil Delvac 1 ESP 5W-30 tengah dites kompatibilitasnya. Kami bekerjasama dengan beberapa perusahaan yang kendaraannya menggunakan B20,” ujar Alfin Kurniadi, Commercial Sales General Manager ExxonMobil Lubricants Indonesia.

Namun Alfin optimistis, pelumas baru ini bakal kompatibel dengan B20 yang ada di Indonesia. Pasalnya, Mobil Delvac 1 ESP 5W-30 telah berhasil lulus uji kompatibilitas biodiesel dengan standar Eropa. “Biodiesel B20, kan, baru ditetapkan di Indonesia awal September lalu. Namun jauh sebelum itu, kami telah lulus uji tes biodiesel di Eropa,” terang Alfin. Menurut Alfin, hasil dari tes kompatibilitas tersebut akan keluar dalam waktu 2 – 3 bulan ke depan. “Kami optimistis, Mobil Delvac 1 ESP 5W-30 ini bakal kompatibel dengan B20,” pungkas Alfin.

https://www.gridoto.com/read/01270282/pelumas-diesel-terbaru-exxonmobil-sudah-cocok-dengan-b20?page=all#!%2F

Klik Warta.com | Rabu, 12 September 2018
Kenaikan Dolar dan Momentum Persatuan Masyarakat

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (US$) telah menembus 15.000 per dollar AS. Sebelumnya, rupiah masih berada di sekitaran Rp 14.950.Kondisi dolar yang terus menguat ini mengingatkan akan situasi pada saat krisis moneter tahun 1998. Pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS ternyata tidak hanya dialami oleh Indonesia, tetapi juga dialami hampir oleh semua negara berkembang. Beberapa faktor dalam perekonomian global ditengarai menjadi penyebab, diantaranya yaitu perang dagang AS-China, krisis mata uang di beberapa negara berkembang (Argentina, Turki, Venezuela, dan Afrika Selatan), dan normalisasi moneter di AS. Hingga saat ini, pemerintah telah bergerak cepat untuk mengantisipasi dan melakukan berbagai upaya untuk meredam penurunan rupiah. Beberapa langkah itu antara lain menaikkan pajak penghasilan barang impor, implementasi biodiesel, menunda beberapa proyek yang memiliki kandungan impor tinggi seperti proyek pembangkit listrik, serta meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek-proyek pemerintah. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan bahwa pemerintah telah siap siaga dan bergerak cepat dalam memperbaiki fundamental ekonomi guna menahan pelemahan rupiah dari kejatuhan lebih dalam. Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan para Menteri untuk meningkatkan koordinasi dan bekerja lebih keras untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia baik di sektor fiskal, moneter, maupun industri.

Sementara itu, Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Muhdori menilai bahwa melemahnya mata uang rupiah ini tentunya berakibat pada industri dengan bahan baku yang berasal dari impor. Namun dia beranggapan bahwa pengaruh ini dinilai masih belum terlalu besar. “Tentu ada ya bagi industri yang memang dominan menggunakan bahan baku impor itu sedikit terganggu cast flow-nya,” kata Muhdori. Untuk mengantisipasi dominasi dolar tersebut, Muhdori menghimbau bagi para pelaku usaha agar mengurangi bahan baku dari luar. Pihaknya lebih menekankan untuk menggunakan bahan baku yang berasal dari dalam negeri, dengan begitu dapat mengurangi biaya impor. Untuk mengurangi impor di bidang Migas, Pemerintah berusaha untuk membuat kebijakan baru mengenai biodiesel. Sektor migas ditengarai sebagai salah satu beban dalam neraca perdagangan di Indonesia, sekaligus menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah. Salah satunya adalah menerapkan kewajiban menggunakan biodiesel tipe B20. B20 adalah sejenis bahan bakar diesel yang memiliki performa sama seperti solar biasa.

Penggunaan B20 ini diproyeksikan sebagai sebuah alternatif untuk mengurangi impor minyak dan diprediksi akan memberikan penghematan sebesar US$ 2 miliar pada kuartal terakhir di tahun 2018. Melalui program ini diharapkan dapat memberikan efek positif pada perekonomian nasional. Sementara itu, Bakal cawapres Sandiaga Uno mengajak dan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar waspada dan bersatu mendukung kinerja Pemerintah untuk meningkatkan stabilitas nasional. “Kita doakan Pak Jokowi. Kita waspada, karena ini (dolar AS terus naik) dampaknya untuk bangsa dan negara. Jangan kita melihat ini sisi politiknya, tapi dalam keadaan begini kita harus bersatu,” ujar Sandiaga. Kondisi yang terjadi saat ini dimana dolar terus menguat dan menunjukkan dominasinya terhadap rupiah seharusnya menjadikan momentum bagi bangsa Indonesia untuk bersatu memperkuat ketahanan ekonomi. “Ini saatnya kita bersatu untuk membantu pemerintahan ini. Jangan lihat lagi ini percampuran politik. Semua harus bersatu, karena ini dampaknya secara ekonomi akan segera, yakni akan menjadi, beban hidup akan semakin meningkat, dan harga-harga akan melonjak naik,” kata Sandi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa saat ini tengah berusaha untuk menjaga harga kebutuhan bahan pokok agar tidak meninggi. Selain itu, pihaknya saat ini jugafokus untuk menjaga tingkat inflasi nasional hingga akhir tahun sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah, yaitu 3,5%. Sebagai rakyat Indonesia, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu Pemerintah. Pertama, mulai untuk mencintai produk dari dalam negeri, dengan menggunakan produk dalam negeri maka akan semakin mengurangi impor barang yang sifatnya sama. Kedua, dengan menunda untuk membeli handphone atau barang elektronik. Sebagian besar barang elektronik merupakan produksi dari luar negeri. Dengan membeli barang eletronik dari luar akan semakin memperburuk nilai tukar rupiah. Perusahaan Apple merupakan perusahaan yang paling menunjang pemasukan Amerika Serikat. Ketiga, bagi warga negara Indonesia yang memiliki aset berbentuk dollar, mulailah untuk menukarnya kembali dalam rupiah. Kemudian yang ke empat, bagi warga negara Indonesia yang berencana untuk melakukan perjalanan atau liburan ke luar negeri, sebaiknya menunda rencana tersebut. Tanpa kita sadari hal tersebut ikut menekan rupiah semakin melemah.

Yang terakhir atau kelima, dengan menggunakan transportasi publik untuk berpergian. Indonesia saat ini masih tak bisa lepas dari impor migas. Sementara harga minyak dunia saat ini juga meningkat, untuk itu perlu adanya pengurangan konsumsi bahan bakar oleh masyarakat, salah satunya dengan menggunakan transportasi umum. Menurunnya nilai rupiah saat ini sudah seharusnya disikapi dengan rasa persatuan dan mendukung segala upaya pemerintah. Seperti yang diketahui bahwa penguatan dolar Amerika Serikat didasari oleh faktor aktivitas ekonomi global, dan bukan merupakan kesalahan pemerintah. Untuk itu mari bersama-sama menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dengan berbagai upaya tersebut.

https://www.klikwarta.com/kenaikan-dolar-dan-momentum-persatuan-masyarakat

CNN Indonesia | Kmais, 13 September 2018
Menteri Rini Klaim Bank BUMN Masih ‘Kebal’ Pelemahan Rupiah

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengklaim bank-bank BUMN atau Himpunan Bank-bank Negara (Himbara) masih dalam kondisi terjaga, meski rupiah mendapatkan tekanan dari penguatan dolar AS. Tren nilai tukar rupiah memang melemah sejak awal dihantam penguatan dolar AS. Pekan lalu, rupiah bahkan menyentuh Rp15 ribu per dolar AS. Dengan posisi itu, pelemahan rupiah mencapai rekor baru, yaitu hingga 11 persen sejak awal tahun. “Kemarin saya berbicara dengan direktur perbankan (bank pelat merah), mereka mengatakan kondisi masih baik,” ujarnya di Soehana Hall Energy Building, Rabu (12/9). Di tengah pelemahan rupiah, diketahui bank tetap memberikan perhatian pada nasabah yang melakukan impor pada jumlah besar. Pasalnya, pembayaran impor menggunakan dolar AS yang harganya semakin mahal dan berisiko membuat bengkak beban usaha perusahaan. Selain aktivitas impor juga mengerek kebutuhan valas perbankan.

Guna mengantisipasi hal itu, pemerintah pun mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menekan impor, seperti kenaikan Pajak Penghasilan (PPh) 22 impor, dan perluasan program mandatari pencampuran biodiesel sebanyak 20 persen pada minyak solar (B20). Rini juga telah menginstruksikan kepada perusahaan pelat merah yang membutuhkan pendanaan investasi maupun operasional untuk menarik dana dari luar negeri, sehingga tidak perlu membeli dolar AS dalam jumlah besar dari bank-bank Himpunan Bank Negara (Himbara). Bank-bank Himbara, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk rata-rata diperkirakan menjual sekitar US$100 juta per hari di pasar. Perusahaan pelat merah tersebut bisa meminjam dari perbankan luar negeri maupun sumber offshore lain untuk jangka menengah hingga panjang. Perusahaan juga bisa menerbitkan obligasi dalam denominasi dolar AS. “Saya sekarang menekankan kepada BUMN untuk tidak terlalu membeli dolar AS di bank Himbara, sehingga bank-bank Himbara bisa memasok dolar AS ke pasar,” imbuhnya. Dari sisi keuangan, kinerja keuangan perbankan pelat merah terbilang mumpuni. Sepanjang paruh pertama tahun ini, BRI menjadi bank dengan nominal laba terbesar, yaitu mencapai Rp14,93 triliun atau tumbuh 11 persen dari semester I tahun lalu. Kemudian, pada periode yang sama, Bank Mandiri mencetak laba sebesar Rp12,17 triliun atau melonjak 28,7 persen. Sedangkan BNI tumbuh 16 persen dengan perolehan laba sebesar Rp7,44 triliun. Terakhir, BTN mencetak laba sebesar Rp1,42 triliun atau tumbuh 12,01 persen.

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180912180644-78-329724/menteri-rini-klaim-bank-bumn-masih-kebal-pelemahan-rupiah

Indo Post | Rabu, 12 September 2018
Pertamina Pastikan Berjalan Optimal

INDOPOS.CO.ID – Pertamina memastikan penerapan B20 berjalan optimal. Bahkan saat ini sudah mencapai 95 persen di seluruh Indonesia. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati, saat meninjau SPBU COCO Kuningan, pekan lalu. ”Implementasinya sudah 95 persen penerapannya di seluruh SPBU. Tinggal sisanya 5 persen itu di Indonesia Timur, seperti Papua. Harus mampir dulu suplainya ke BBM utama baru ke sana. Itu perlu waktu. Yang penting komitmen. Semua komit. Kapan dilakukan? Segera mungkin,” terang Nicke. Ia menambahkan, suplai bahan Fame (Fatty Acid Methyl Esters) untuk campuran bahan bakar nabati tersebut kepada 52 titik terminal juga sudah tidak ada masalah. ”Kita sudah sepakat dengan suplier fame, itu khususnya di Indonesia timur,” jelas Nicke. Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya saat ini fokus penerapan B20. Adapun harga solar B20 di SPBU itu sama seperti sebelumnya yakni Rp 5.150. ”Kami akan terus mengedukasikan mengenai manfaat B20. Ternyata dengan B20 lebih baik dan lebih irit. Tadi saya juga sudah bertanya ke pelanggan,” jelas Nicke.

Ia menambahkan, B20 diimplementasikan adalah untuk lingkungan lebih baik untuk jangka panjangnya. Karena karbon emisinya lebih rendah. ”Kalau dulu diberlakukan untuk PSO, sekarang seluruhnya. Termasuk industri,” jelas Nicke. Ia menambahkan, adanya kekhawatiran sebelumnya bagaimana mesinnya. Tadi ia mendengar langsung pelanggan di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan, yang sudah cukup lama menerapkan biodiesel. ”Tadi katanya lebih baik untuk kendaraan. Harga sama, kualitas lebih baik, buat lingkungan. Untuk mengurangi impor juga. Bagus buat devisa negara,” ujarnya. Lebih lanjut Nicke menambahkan, pihaknya tidak memproduksi B20. Kilang tetap memproduksi solar. Saat ini prinsipnya mengoptimalkan yang ada dulu. Dan tidak menambah tangkinya. ”Pertamina hanya mencampur, yang tadinya B0 jadi B20,” jelasnya. Namun ke depannya, Pertamina memang berencana membangun kilang Green Fuel. Ada kilang untuk memproduksi green fuel, untuk CPO. ”Tapi itu nanti. Sekarang kita mencampur dan memproduksi saja. Tapi itu rencana, untuk CPO di Dumai dan Plaju. Itu kan suplainya banyak. Tahapan masih akan dilakukan,” tandasnya. Sementara, program ini disambut positif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) karena tujuan kebijakan ini untuk mendorong industri usaha sawit dan penggunaan energi terbarukan. Ketua Kebijakan Publik Apindo, Sutrisno Iwantono mengatakan, kebijakan ini juga bisa mengurangi impor dalam rangka menyehatkan neraca pembayaran dan mengurangi defisit transaksi berjalan. Selain itu mendukung terciptanya stabilisasi harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO). Biodisel (B20) merupakan bahan bakar minyak jenis solar yang dicampur 20 persen komponen minyak kelapa sawit. Mandatori penggunaannya sudah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 24 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden nomor 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit. ”Kebijakan ini bagus ya, karena bisa mengurangi impor. Apindo akan terus mengawasi bagaimana perkembanganya. Dan ini membantu industri usaha kelapa sawit, karena dengan penggunaan kelapa sawitnya banyak maka permintaannya akan cukup tinggi,” ujar Ketua Kebijakan Publik Apindo Sutrisno Iwantono, kepada INDOPOS melalui sambungan telepon, Jakarta, belum lama ini.

Adapun hal yang harus diperhatikan pengguna menurut Sutrisno, gantilah filternya dan bersihkan tankinya karena CPO ini bersifat sabun, membersihkan tanki dan filter tapi kalau awalnya kotor akan masuk ke mesin. ”Tapi harus perhatikan sifat dari B20, yang jelas aman untuk mesin,” jelas Sutrisno. Sutrisno optimisme kenaikan ekspor CPO didorong dengan bakal tumbuhnya sejumlah pasar ekspor baru yang menjadi alternatif pasar ekspor yang selama ini sudah digarap. Akan tetapi, ia menyarankan pemerintah terus melalukan inovasi dalam menciptakan bahan bakar. Sehingga ada alternatif lain dari bahan bakar nabati. Meksi produk itu masih dinilai sebagai minyak nabati terbaik yang tidak tergantikan. ”Seharusnya ada alternatif lain tidak hanya CPO saja, bisa juga bila digunakan terus menurus akan habis,” tutur Sutrisno. Pada 15 Agustus 2018, diterbitkan Perpres Nomor 66 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015 Tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Dalam Perpres ini sebagai payung hukum dilakukannya perluasan penerapan B20 baik untuk sektor Publik Service Obligation (PSO) maupun non-PSO.

https://www.indopos.co.id/read/2018/09/12/149570/pertamina-pastikan-berjalan-optimal

iNews.id | Rabu, 12 September 2018
Menkeu Sebut Kerentanan Ekonomi RI Bukan Akibat Utang

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah menyatakan, kerentanan ekonomi Indonesia bukan terletak pada utang, melainkan neraca transaksi berjalan yang defisit (current account deficit/CAD). Nominal utang pemerintah per Juli 2018 tercatat Rp4.253 triliun. Nilai tersebut setara 29,74 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Apa yang membedakan setiap negara adalah kerentanan terhadap faktor eksternal. Indonesia bukan pada hutangnya, namun pada defisit transaksi berjalan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui keterangan tertulis, Rabu (12/9/2018). CAD Indonesia hingga kuartal II-2018 mencapai 8 miliar dolar AS. Angka ini menembus 3 persen terhadap PDB, batas yang diizinkan oleh undang-undang. Namun, CAD hingga akhir tahun diperkirakan akan berada di bawah 3 persen.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, CAD inilah yang membuat Indonesia rentan terhadap gejolak eksternal, sehingga berpengaruh pada nilai tukar. Saat ini, ekonomi global dipenuhi dengan ketidakpastian, terutama yang berasal dari normalisasi moneter bank sentral AS, The Fed dan perang dagang antara AS dan China. Menkeu mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk menekan CAD sehingga dampak risiko eksternal terhadap ekonomi dalam negeri bisa terbatas. Sejumlah kebijakan, baik fiskal maupun sektor riil sudah akan diterapkan, seperti kenaikan pajak impor dan biodiesel 20 persen (B20).

https://www.inews.id/finance/read/244713/menkeu-sebut-kerentanan-ekonomi-ri-bukan-akibat-utang

HarianJogja.com| Rabu, 12 September 2018
Mantap, Ekspor Batubara dapat Tambahan 100 Juta Ton

Harianjogja.com, BANJARMASIN-Pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan menambah kuota produksi batubara untuk tujuan ekspor ke berbagai negara hingga 100 juta ton sebagai upaya mengendalikan defisit necara transaksi berjalan dan menjaga fundamental ekonomi Indonesia. Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan Herawanto di Banjarmasin Rabu mengatakan, penambahan kuota produksi ekspor batubara tersebut, sebagai upaya pemerintah memanfaatkan momentum untuk menambah devisa negara. “Kami harap, penambahan kuota produksi batubara tersebut, juga akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kalsel,” katanya. Menurut Herawanto, kebijakan meningkatkan produksi batubara tersebut, tidak bertentangan dengan kebijakan sebelumnya, di mana pemerintah memperketat ekspor tambang mentah atau “raw materal”. “Tentu keputusan penambahan kuota ekspor tersebut, tidak serta merta bisa dilaksanakan tanpa perhitungan dan ketentuan yang telah ditetapkan,” katanya.

Selain menambah kuota ekspor tambang batubara, tambah dia, pemerintah juga menetapkan beberapa langkah untuk mengendalikan defisit necara transaksi berjalan dan menjaga fundamental ekonomi Indonesia. Langkah-langkah tersebut antara lain, meninjau kembali proyek-proyek infrastruktur pemerintah khususnya proyek strategi nasional. Kemudian, implementasi penggunaan biodiesel (B-20) untuk mengurangi imporbahan bakar solar dan meninjau kebijakan pajak penghasilan, terhadap 1.147 pos tarif barang konsumsi impor untuk mendorong penggunaan produk domestik. Pernyataan tersebut disampaikan Herawanto pada acara pertemuan rutin antara Bank Indonesia dengan wartawan Kalsel untuk membahas pertumbuhan ekonomi Kalsel.

Pada acara tersebut, Bank Indonesia juga menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memaparkan berbagai langkah untuk mengatasi kondisi perekonomian saat ini. Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) OJK Regional IX Kalimantan Mohammad Nurdin Subandi mengatakan, memperkuat fundamental perekonomian nasional, OJK menerbitkan paket kebijakan mendorong peningkatan ekspor dan perekonomiannasional. Kebijakan tersebut, antara lain ,emberikan insentif bagi lembaga jasakeuangan untuk menyalurkan pembiayaan ke industri yang berorientasi ekspor, industri penghasil barang substitusi impor dan industri pariwisata. Insentif tersebut, antara lain disalurkan melalui penyesuaian ketentuan prudensial, seperti ATMR, BMPK, penyediaan modal inti dan kualitas aktiva. Merevitalisasi peran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melalui refocusing peran LPEI untuk lebih fokus pada pembiayaan industri berorientasi ekspor. Meningkatkan peran LPEI dalam penyedia instrumen hedging untuk transaksi ekspor dan penyedia reasuransi untuk asuransi terkait ekspor.

http://ekbis.harianjogja.com/read/2018/09/12/502/939333/mantap-ekspor-batubara-dapat-tambahan-100-juta-ton

NetralNews.com | Rabu, 12 September 2018
Mengungkap Pesona Karimunjawa

KARIUMNJAWA, NNC – Taman Nasional Karimunjawa banyak dikaitkan dengan pariwisata maritim. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kegiatan wisata air seperti bersantai di pantai dengan pasir putihnya. Di sini, Anda dapat berenang, memancing, berlayar, menyelam dan snorkelling untuk melihat pemandangan indah bawah laut atau melakukan fotografi, bercengkerama dengan hewan laut di penangkaran serta berbagai rekreasi kemaritiman lain yang dapat dilakukan di gugusan kepulauan indah ini. Tapi, wisata maritim bukanlah satu-satunya yang dimiliki Karimunjawa. Ternyata wisata religi dengan situs bersejarah makam Sunan Nyamplung hingga wisata seni dan budaya Karimunjawa yang belum diekplorasi. Asisten Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Pelayaran, Perikanan dan Pariwisata Rahman Hidayat yang baru-baru ini melakukan kunjungan ke Karimunjawa menekankan bahwa dukungan infrastruktur pariwisata harus berwawasan lingkungan dan sesuai dengan kearifan lokal.

Karimunjawa adalah kepulauan dengan status administratif Kecamatan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Berdasarkan legenda yang beredar, Pulau Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Muria. Legenda itu berkisah tentang Sunan Muria yang memerintahkan putranya, Amir Hasan ke sebuah pulau yang nampak “kremun-kremun” (kabur) dari puncak Gunung Muria untuk mengembangkan ilmu agamanya. Karena tampak “kremun-kremun” akhirnya kepulauan ini dikenal dengan nama “karimunjawa” sampai sekarang. Amir Hasan kelak dikenal sebagai Sunan Nyamplung karena menanam biji pohon Nyamplung (Calophyllum inophyllum L) di Karimunjawa. Pohon Nyamplung ini ternyata bermanfaat sebagai pemecah angin ( wind breaker ) untuk tanaman pertanian dan konservasi pantai, belakangan diketahui kalau biji nyamplung juga dapat dimanfaatkan sebagai biofuel. Sampai sekarang makam Sunan Nyamplung masih ramai dikunjungi, baik oleh peziarah maupun oleh pengunjung yang tertarik mempelajari sejarah Islam yang telah berkembang di kepulauan ini sejak abad ke-15.

http://www.netralnews.com/news/wisata/read/158409/mengungkap.pesona.karimunjawa