+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Kemendag Luncuran Bus Turistik Indonesia dan Gelar Forum Bisnis :

• Kemendag Luncuran Bus Turistik Indonesia dan Gelar Forum Bisnis : Indonesia dengan Chile telah memasuki era baru hubungan perdagangan bilateral lewat penandatanganan Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA). Menteri Perdagangan memanfaatkan momen ini dengan mempromosikan Indonesia. Salah satunya dengan meluncurkan Bus Turistik dengan desain khusus Indonesia untuk tur keliling kota Santiago, Chile. Dalam rangkaian misi dagang ke Chile, Kemendag bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Santiago, Chile, Indonesia Trade Promotion Center Santiago, Direcon, Kementerian Luar Negeri Chile, SOFOFA menyelenggarakan Forum Bisnis dengan tema “Strengthening Indonesia – Chile Bilateral Trade Relations”. Misi Dagang ke Chile memboyong tujuh delegasi bisnis Indonesia, yakni GAPKI, APROBI, PT Wilmar International, CV. Home Fashion, LPEI, PT Sentra Surya Ekajaya dan BPDP KS.(KOMPAS)
http://ekonomi.kompas.com/read/2017/12/19/192615426/kemendag-luncuran-bus-turistik-indonesia-dan-gelar-forum-bisnis

• Misi Dagang ke Chile Berpotensi Tembus US$735.000 : Misi dagang Indonesia ke Chile berpotensi menghasilkan transaksi senilai US$735.000. Dalam rangkaian misi dagang ke negara Amerika Latin itu, Kemendag bekerja sama dengan KBRI di Santiago, Chile, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago, Dirección General de Relaciones Económicas Internacionales (Direcon), Kementerian Luar Negeri Chile, dan Sociedad de Fomento Fabril (SOFOFA) menyelenggarakan forum bisnis bertema Strengthening Indonesia-Chile Bilateral Trade Relations. Acara tersebut dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai instansi termasuk para pelaku usaha dan atase perdagangan kedua negara serta ASEAN. Delegasi Indonesia terdiri dari GAPKI, APROBI, PT Wilmar Internasional, CV Home Fashion, LPEI, PT Sentra Surya Ekajaya dan BPDP-KS.(BISNIS)
http://industri.bisnis.com/read/20171219/12/719827/misi-dagang-ke-chile-berpotensi-tembus-us735.000

• Bauran Etanol Minim: Pemenuhan pemanfaatan etanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) terganjal oleh minimnya pasokan. Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan bahwa saat ini pemerintah mulai mendorong penggunaan etanol sebesar 2% dalam campuran bahan bakar minyak (E2). Pasokan etanol belum mencukupi untuk program E5. “Karena suplai belum mencukupi, dimulai etanol 2%. Nanti perlahan meningkat ke 5%,” katanya, Selasa (19/12). Selain itu, Arcandra menilai bahwa kesiapan para calon pengguna E5 sangat menentukan program ini. Menurutnya, meskipun pasokan etanol tersedia, penggunaan E5 akan sulit direalisasikan selama belum ada kesiapan dari para produsen mobil. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Achdiat Atmawinata mengatakan bahwa program E5 membutuhkan etanol sekitar 145.000 kiloliter (kl) per tahun. Sementara itu, ketersediaan etanol dalam negeri hanya sekitar 42.000 kl per tahun. (BISNIS INDONESIA)

• Pemerintah akan Uji Coba Program Bioetanol E2: Pemerintah akan memulai uji coba pencampuran bahari bakar dengan kadar etanol sebanyak dua persen pada kendaraan roda empat atau mobil yang menggunakan BBM non-PSO dan nonsubsidi. “Pemerintah sedang mendorong uji etanol dua persen (E2) di mana pasokan masih memungkinkan,” kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (19/12). Seharusnya uji coba sudah memasuki tahap campuran etanol lima persen, namun karena terkendala dari sisi suply atau pasokan baru akan di mulai pada kadar campuran dua persen. Ia juga menjelaskan bahwa perlahan kandungan akan ditingkatkan hingga pada angka lima persen. Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM nomor 12 tahun 2015 tentang kewajiban minimal pemanfaatan bioetanol sebagai campuran bahan bakar minyak, untuk pemakaian transportasi non-PSO dan industri, seharusnya sudah dilakukan pada April 2015, untuk kadar dua persen. (NERACA)

• Pemerintah Pangkas Bauran Bioetanol (Realisasi Tahun Ini Masih Nol): Dewan Energi Nasional (DEN) merevisi target bauran bioetanol dari 5 persen menjadi 2 persen. Minimnya suplai dari produsen bioetanol di tanah air menjadi kendala bioetanol sebagai campuran BBM. Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan, selama ini suplai dari produsen lokal tidak mencukupi. “Tetapi, perlahan akan kami tingkatkan menjadi 5 persen saat produsen bioetanol sudah siap. Selain itu, sosialisasi ke produsen mobil perlu dilakukan karena ini terkait erat dengan mereka,” ujarnya di Jakarta kemarin (19/12). (JAWA POS)

• DEN Implementasi BBN Masih Terkendala: Dewan Energi Nasional (DEN) menyatakan pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN), baik biodiesel maupun bioethanol, masih menemui kendala. Sehingga, program ini belum dapat berjalan sesuai dengan mandatori dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 12 Tahun 2015. Sampai saat ini, pencampuran biodiesel 20% (B20) misalnya, baru berjalan untuk solar bersubsidi dan solar untuk pembangkit listrik. Padahal dalam Permen 12/2015, mandatori B20 berlaku juga untuk solar nonsubsidi sektor transportasi, industri, dan komersial. Sementara pencampuran bioethanol yang seharusnya sudah mencapai 2% untuk bensin bersubsidi dan 5% untuk nonsubsidi, justru belum berjalan sama sekali. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengakui, program bioethanol di Indonesia, kalah jauh dari negara lain yang bahkan sudah ada yang mencapai 10%. Saat ini, untuk memenuhi mandatori pencampuran 5% pun, Indonesia belum memiliki pasokan ethanol produksi dalam negeri yang mencukupi. Tak hanya itu, program ini juga masih perlu sosialisasi kepada produsen mobil. “Program ini dibicarakan akan dimulai ethanol 2% karena suplai belum mencukupi untuk 5%. Karena itu, dimulai ethanol 2%, perlahan meningkat 5%,” kata dia dalam jumpa pers usai Sidang DEN Ke-24, Selasa (19/12). (INVESTOR DAILY INDONESIA)

• Renewable program suffers setbacks: The government is hoping that Indonesia will meet its target of the renewable energy share in the national energy mix by 2025 after a number of setbacks in the effort to boost usage of clean fuel and greener power plants. The government has set an ambitious target for General Planning for National Energy (RUEN) to source 23 percent of its entire energy needs from renewable sources by 2025 and 31.2 percent by 2050, from a mere 6.7 percent in 2015. The government will maintain an optimistic attitude and try as hard as possible to meet the target, including by accelerating the signing of power purchase agreements for various renewable power plants in the country,” Rida said recently. To meet the 23 percent target by 2025, RUEN envisioned that the government would develop renewable power plants with a combined capacity of 45.2 gigawatts (GW) and boost the use of bio-fuel, biomass, biogas and coal bed methane to a total of 23 million tons of oil equivalent per year. As of September, Indonesia operated renewable power plants with a combined capacity of around 7.5 GW, or 12.5 percent of LjiaticmaJ capacity. Since the beginning of this year, state electricity firm PLN has signed 68 PPAs with various independent power producers (IPPs) for renewable facilities worth 1.2 GW. In the 2014-2016 period, PLN could only sign 45 PPAs. (THE JAKARTA POST)

• Reformasi Pajak Trump dan Dampaknya Pada Indonesia: Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali mengungkapkan rencananya untuk merelaksa-si kebijakan perpajakan. Langkah itu ditempunya dalam upaya menggairahkan ekonomi Paman Sam setelah sejak krisis subprime mortgage 2008 belum pulih benar. Kebijakan perpajakan model apakah? Dan apa dampaknya bagi perekonomian dunia, khususnya Indonesia? CNBCmengungkapkanPeme-rintahan Trump merealisasikan janji kampanyenya soal reformasi perpajakan. Setidaknya ada lima rencana reformasi perpajakan yang akan ditempuh Trump, keseluruhannya bersifat relaksasi. Trump berharap reformasi perpajakan tersebut dapat menstimulasi ekonomi Amerika. Wilmar Internasional Ltd merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Bahkan perusahaan ini memiliki pabrik biodiesel terbesar di dunia yang berlokasi di Riau, Indonesia, dengan produk minyakgorengyangsudah dikenal luas dengan merek Sania. Pendiri Wilmar adalah Wilmar Sitorus, seorang warga negara Indonesia. (NERACA)

• Produksi Rendah, Penggunaan Ethanol tak Sesuai Target : Program mandatori penggunaan ethanol sebagai campuran BBM tak tercapai karena produksi ethanol dalam negeri masih rendah. Setelah rapat anggota ke-24 DEN Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan bahwa DEN memutuskan penggunaan ethanol sebagai campuran BBM belum memungkinan untuk mencapai lima persen (E5) karena produksi ethanol kurang. Oleh karena itu, pemerintah mendorong untuk memulainya dengan persentase ethanol yang lebih rendah yakni dua persen (E2).(METROTVNEWS)
http://ekonomi.metrotvnews.com/energi/5b25oorN-produksi-rendah-penggunaan-ethanol-tak-sesuai-target

• Pemerintah Akan Uji Coba Program Bioetanol : Pemerintah akan memulai uji coba pencampuran bahan bakar dengan kadar etanol sebanyak dua persen pada kendaraan roda empat atau mobil yang menggunakan BBM non-PSO dan nonsubsidi. “Pemerintah sedang mendorong uji etanol dua persen (E2) di mana pasokan masih memungkinkan,” kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa.(INVESTORDAILY, REPUBLIKA)
http://id.beritasatu.com/home/pemerintah-akan-uji-coba-program-bioetanol/169642
http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/migas/17/12/19/p174v5383-pemerintah-akan-uji-cobakan-bahan-bakar-etanol-di-kendaraan

• Terlambat 3 tahun, Pemerintah Baru akan Uji Coba Bioetanol 2% : PEMERINTAH akan memulai uji coba pencampuran bahan bakar dengan kadar etanol sebanyak 2% pada kendaraan roda empat yang menggunakan BBM non-PSO dan nonsubsidi. Archandra mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015, pemakaian etanol untuk transportasi non-PSO dan industri sebesar 2% mestinya sudah dilakukan pada April 2015. Sudah terlambat hampir tiga tahun.(MEDIAINDONESIA)
http://www.mediaindonesia.com/news/read/137097/terlambat-3-tahun-pemerintah-baru-akan-uji-coba-bioetanol-2/2017-12-19

• Uji Coba Biodiesel 20% di Kereta Api Dimulai Awal 2018 : Sidang Anggota ke-24 Dewan Energi Nasional baru saja selesai dilaksanakan di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat. Sidang yang dipimpin Arcandra Tahar ini dihadiri anggota DEN dari unsur pemerintah serta anggota DEN non pemerintah. Dalam sidang kali ini dibahas mengenai pelaksanaan kebijakan Bahan Bakar Nabati, antara lain biodiesel 20% (B20) dan ethanol 5% (E5) pada bahan bakar untuk RON 92 ke atas. Arcandra mengungkapkan, penerapan B20 untuk kereta api tengah dilakukan kajian. Uji coba penggunaan B20 pada kereta api dilakukan di awal 2018 dan ditargetkan selesai di Maret atau April 2018.(DETIK, MERDEKA)
https://finance.detik.com/energi/d-3776333/uji-coba-biodiesel-20-di-kereta-api-dimulai-awal-2018?_ga=2.67538841.928026214.1513729146-881739334.1512123800
https://www.merdeka.com/uang/2018-pemerintah-uji-coba-penggunaan-biodiesel-pada-kereta.html

• Indonesia to experiment use of bioethanol fuel : The government will starts making experiment of ethanol at a ratio of 2 percent in a mixture with oil as non subsidized fuel for four wheel vehicles. “The government is encouraging the experiment of two percent ethanol (E2) under which supply (of the ethanol) is feasible,” Deputy ESDM Arcandra Tahar said here on Tuesday. The experiment should have started with ethanol content of 5 percent but supply of ethanol is not guaranteed, therefore, the experiment has to start with 2 percent content of ethanol, Arcandra said.(ANTARANEWS)
https://en.antaranews.com/news/113943/indonesia-to-experiment-use-of-bioethanol-fuel