+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Kemerdekaan dan Kedaulatan Pangan

Di usianya yang ke-72 tahun ternyata ketenangan dan kematangan hidup sebagai bangsa dan negara yang merdeka belum tercapai. Setidaknya 100 juta orang miskin di Indonesia versi Bank Dunia, terancam kelaparan akibat krisis pangan global yang terjadi belakangan ini. Krisis pangan global tak lepas dari kecenderungan kenaikan harga gandum, kedelai, beras, jagung, susu, minyak goreng dan daging. Fenomena inilah yang terjadi saat ini. Amerika Serikat dengan tatanan dunia baru (new world order) yang dikembangkan dalam bungkus perdamaian dunia berambisi menguasai pangan. Lewat dalil Henry Kissinger, “Control oil and you control nations, control food and you control the people”, AS kian memantapkan eksplorasinya terhadap biofuel. Konversi jagung ke etanol dapat menjadi contoh untuk menyebut perwujudan ambisi polisi dunia ini untuk terus menguasai dunia lewat monopoli pangan. Para pengamat kedaulatan pangan telah mengingatkan, jika tak ditangani dengan tepat, krisis pangan dapat memicu kejatuhan pemerintah yang berkuasa. Kombinasi harga pangan yang mahal dengan permintaan biji-bijian untuk biofuel dan dampak pemanasan global telah menambah jumlah orang miskin. Ini telah memicu kerusuhan berupa meningkatnya ketidakstabilan sosial terutama di negara-negara miskin dengan penduduk yang lebih dari setengah penghasilan mereka dialokasikan untuk pangan.