+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Limbah Kopi Ternyata Bisa Jadi Bahan Bakar, Ini Buktinya!:

Limbah Kopi Ternyata Bisa Jadi Bahan Bakar, Ini Buktinya!: Dalam empat tahun terakhir, perusahaan yang berbasis di London, Inggris ini telah meluncurkan pusat daur ulang pertama di Cambridgeshire. Di tempat itu, limbah kopi dikembangkan menjadi biofuel dan kemudian diolah menjadi sumber energi berkelanjutan. Sisa-sisa kopi diubah menjadi pelet biofuel, yang mana adalah bahan bakar untuk industri boiler dan bisa digunakan pada kompor. Tom Bage, kepala komunikasi Bio-bean mengatakan start-up ini mengumpulkan limbah dari berbagai kedai kopi, baik yang besar maupun kecil. “Ada beberapa alasan mengapa perusahaan-perusahaan memilih untuk mendaur ulang limbah kopi mereka. Namun, yang utama adalah menghemat uang dan mengurangi karbon,” ungkap Tom. Ketika dibuang ke tempat pembuangan akhir, limbah kopi akan mengeluarkan gas metana, gas rumah kaca yang 28 kali lebih kuat daripada karbon dioksida. “Kita memiliki tanggung jawab untuk menangani konsumsi kita dengan cara yang berkelanjutan,” kata Tom saat menjawab pertanyaan seputar maraknya tren minum kopi dan menjamurnya kedai kopi di berbagai tempat. Untuk sementara, produk Coffee Logs (berbentuk batang kayu) isi 16 tersedia di Amazon dengan harga sekitar $99.99 atau Rp1,4 juta. Soni dan timnya mengolah kulit biji kopi menjadi bahan bakar. Dilaporkan oleh Antara, perkiraan harga untuk 1 kg briket bahan bakar adalah sekitar Rp6500 saja. Menurut Soni, setiap kilogram briket bisa digunakan untuk memasak nasi 1 kg, air, dan lauk selama 8 jam. Sehingga, masyarakat bisa lebih hemat 25% daripada menggunakan gas bersubsidi. (TRIBUNNEWS)

http://jogja.tribunnews.com/2018/06/11/limbah-kopi-ternyata-bisa-jadi-bahan-bakar-ini-buktinya?page=2

Protes Penggunaan Minyak Sawit untuk Biodiesel, Petani Prancis Blokade Pabrik BBM: Para petani Prancis mulai melakukan blokade di penyulingan minyak dan depo BBM terkait rencana Total menggunakan minyak sawit impor di pabrik biofuel. Rencana perusahaan energi itu menuai ketidakpuasan dari para petani lokal karena dinilai sebagai persaingan tidak sehat. Depo BBM Vatry di kawasan Marne, timur laut Prancis menjadi yang pertama diblokir. Sekitar 100 petani mendirikan barikade dengan traktor dan batu-batu. Setidaknya, ada lima lokasi yang akan diblokir per Minggu petang. Jumlah itu akan bertambah menjadi 13 lokasi. Demikian disampaikan Presiden FNSEA Christiane Lambert.FNSEA adalah serikat petani yang menggelar blokade tersebut. Adapun Total, yang mengoperasikan 5 lokasi penyulingan dan 9 depo BBM di Prancis, menyatakan para petani sudah berkumpul di 2 depo dan perusahaan telah berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk mencegah gangguan. Total juga mengimbau masyarakat untuk tidak buru-buru mengisi tangki bensin kendaraannya, untuk menghindari kepanikan pembelian dan kekosongan persediaan. Pada Mei 2018, Pemerintah Prancis memberikan izin kepada Total untuk menggunakan minyak sawit sebagai salah satu bahan baku di pabrik penyulingan biofuel mereka di La Mede, selatan Prancis. Hal itu membuat geram para petani lokal, yang memproduksi minyak nabati seperti rapeseed, dan para aktivis lingkungan yang menyalahkan perkebunan sawit di Asia Tenggara sebagai penyebab deforestasi. Koordinator demo, yang direncanakan dilakukan selama tiga hari, menyatakan tujuan blokade ini adalah menekan pemerintah untuk meminimalisir penggunaan minyak sawit di La Mede. Tujuan lainnya adalah memangkas impor daging dari Amerika Selatan. Minyak sawit adalah bahan baku biodiesel yang lebih murah dibandingkan rapeseed oil. Para petani Prancis menuturkan penggunaan minyak sawit yang terus bertumbuh membuat produksi mereka tidak lagi menguntungkan–turut disebabkan oleh pajak yang tinggi dan ketatnya regulasi lingkungan di Prancis. Adapun Total mengklaim penggunaan minyak sawit mereka lebih sedikit dari yang diizinkan pemerintah dan memberikan porsi khusus untuk rapeseed oil lokal serta bakal mengembangkan fasilitas daur ulang minyak serta lemak skala besar. Isu minyak sawit di Prancis, serta Eropa secara keseluruhan, telah menimbulkan ketegangan dengan negara-negara produsen terutama Indonesia dan Malaysia. Dua negara produsen minyak sawit terbesar dunia itu pun sempat menyampaikan tak akan ragu melakukan aksi balasan jika diperlakukan tak adil. (BISNIS)

http://kabar24.bisnis.com/read/20180611/19/805143/protes-penggunaan-minyak-sawit-untuk-biodiesel-petani-prancis-blokade-pabrik-bbm