+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Luhut Disarankan Segera Temui Parlemen Uni Eropa Bahas Larangan Biodiesel:

• Luhut Disarankan Segera Temui Parlemen Uni Eropa Bahas Larangan Biodiesel: Pelarangan dilakukan karena Uni Eropa menilai CPO masih menimbulkan banyak masalah, dari deforestasi, korupsi, pekerja anak, sampai pelanggaran HAM. upaya negosiasi Indonesia terhadap rencana pembatasan penggunaan produk turunan CPO berupa biodiesel, beberapa tahun mendatang. (KOMPAS)
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/03/19/192753326/luhut-disarankan-segera-temui-parlemen-uni-eropa-bahas-larangan-biodiesel

• Bea Masuk Hambat Ekspor Produk Organik ke Eropa: Hambatan perdagangan tidak hanya dilancarkan Uni Eropa atas produk minyak sawit dan biodiesel Indonesia Saat ini Uni Eropa juga menjalankan kebijakan untuk menghambat masuknya produk tanaman organik asal Indonesia. Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, negara di benua Eropa menerapkan tarif bea masuk untuk produk organik asal Indonesia yang cukup tinggi. Hal ini terjadi karena sampai saat ini belum ada perjanjian dagang antar kedua negara terkait produk organik. “Sementara produk yang sama dari negara lain yang memiliki perjanjian dagang sudah tidak lagi dikenakan bea masuk,” ujarnya, Senin (19/3). (KONTAN)

• Wapres RI akan Balas Uni Eropa (ANCAM HENTIKAN IMPOR PESAWAT): Wakil Presiden Jusuf Kalla OK) menegaskan, Indonesia akan membalas rencana Uni Eropa menghentikan impor produk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) asal mdonesia mulai 2021. Tindakan balasan tersebut berupa penghentian impor produk dari Eropa, salah satunya adalah pesawat terbang. Sekadar informasi, saat ini Uni Eropa (UE), Amerika Serikat, Norwegia, dan India berupaya menghambat ekspor CPO Indonesia. Parlemen UE lewat Resolusi Sawit menyarankan penghentian bahan bakar berbasis CPO dan produk sawit mulai 2021. Adapun AS menuduh Indonesia melakukan dumping biodiesel sehingga mengenakan bea masuk anti dumping (BMAD) biodiesel Indonesia sebesar 34,45%-64,73%. Parlemen Norwegia juga mendesak Pemerintah setempat untuk melarang penggunaan biodiesel berbasis CPO dan produk turunan CPO. Sementara itu, India kini mengenakan bea masuk CPO 44% dan produk turunannya 54%. (INVESTOR DAILY INDONESIA)

• AKR Corporindo Catat Laba Rp 1,20 Triliun (DITOPANG BISNIS DISTRIBUSI BBM): PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membukukan laba bersih tahun 2017sebesar Rp 1,20 triliun. Laba bersih ini meningkat 18,88% bila dibandingkan dengan laba bersih tahun 2016sebesar Rp 1,01 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (19/3). Perseroan mengungkapkan, seiring dengan kenaikan laba, AKRA membukukan pendapatan tahun 2017sebesar Rp 18,29 triliun. Capaian ini naik 20,21% bila dibandingkan dengan pendapatan tahun 2016 sebesar Rp 15,21 triliun. Beban pokok pendapatan AKRA selama 2017 sebesar Rp 16,42 triliun. Hal itu membuat laba bruto AKRA menjadi Rp 1,87 triliun. Perseroan menilai bisnis ini positif, seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia dan penduduknya. Oleh karena itu, permintaan fasilitas tangki diperkirakan naik. Rencananya, ada penambahan delapan tangki dengan kapasitas total 10-0.000 cbm. Di antaranya un-tukbensin, etanol, biodiesel, unit pemulihan uap dan infrastruktur pencampuran tambahan, yang akan memudahkan pelanggan memenuhi mandat pemberian biofuel Indonesia. (NERACA)

• Palm oil industrys biggest challenge Negative campaigns: The Indonesian Palm Oil Producers Association (Gapki) last week reelected its chairman, Joko Supriyono, without fanfare. Serving the lobby group for the next five years, Joko is facing an uphill battle to maintain palm oil as the biggest contributor to Indonesias exports. The palm oil industry relies on exports. As the worlds largest palmoil producer, Indonesia exported 31 tons of palm oil last year, or 75 percent of its total output, bringing US$22.9 billion in foreign exchange revenue. The commodity has become a more important part of the economy because smallholders own 42 percent of around 11 million hectares of oil palm plantations. In addition, the sector directly employs 4 million people, and 12 million people indirectly depend on the sector. (THE JAKARTA POST)

• Pelaksanaan B10 mampu lonjak pengeluaran biodiesel: Pelaksanaan biodiesel B10 dalam negara boleh membantu merangsangkan pengeluaran biodiesel kepada satu juta tan setahun daripada 700,000 tan sekarang ini, berikutan peningkatan permintaan daripada sektor pengangkutan, menurut seorang peneraju industri. Presiden Persatuan Biodiesel Malaysia, U.R. Unnithan, berkata mandat itu mungkin akan dikuatkuasakan oleh negara ini selepas pilihan raya umum nanti. Biodiesel B10 terdiri daripada campuran 10 peratus ester metil minyak sawit dan 90 peratus diesel biasa. “Kami percaya sekarang ini adalah masa terbaik (bagi perlaksanaan B10) memandangkan harga minyak mentah berada lebih kurang AS$60 setong. (BERITA HARIAN – MALAYSIA)
https://www.bharian.com.my/bisnes/lain-lain/2018/03/401246/pelaksanaan-b10-mampu-lonjak-pengeluaran-biodiesel