+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Luhut Gandeng Korea Selatan Lakukan Riset Penggunaan Biodiesel:

Luhut Gandeng Korea Selatan Lakukan Riset Penggunaan Biodiesel: Menko Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Korea Selatan Kim Young Choon terus meningkatkan kerja samanya. Luhut juga membuka peluang untuk melakukan riset bersama di bidang minyak kelapa sawit sebagai materi campuran biodiesel serta pengembangan pelabuhan. Di tempat yang sama, Menteri Kelautan Korea Kim menyambut baik tawaran pemerintah Indonesia. Diapun setuju dengan keinginan untuk mempererat kerja sama kedua negara. Dia berharap kedua negara dapat mulai menjajaki kerja sama di bidang pembangunan pembangkit listrik tenaga pasang surut air laut pada tahun 2019. Pasang surut lautan ini merupakan salah satu energi baru yang juga bisa dikembangkan di Indonesia dan ini dapat membantu mewujudkan keinginan pemerintah Indonesia, tegas Menteri Kim. Sementara itu, tentang PPKTK yang kesepakatan pengaturan pelaksanaannya telah ditandatangani hari ini, bertujuan meningkatkan kerja sama dan memperkuat hubungan antara para pihak di bidang ilmu dan teknologi kelautan. Para pihak akan melaksanakan kerja sama ini berdasarkan prinsip kesetaraan, timbal balik dan saling menguntungkan. PPKTK direncanakan dibangun di Cirebon, Jawa Barat. Dalam operasionalnya kelak, semua kegiatan PPKTK, termasuk hal-hal administrasif dan fasilitasi yang berhubungan dengan kegiatan operasional akan dijalankan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku di Republik Indonesia. (SINDONEWS)

https://ekbis.sindonews.com/read/1304643/34/luhut-gandeng-korea-selatan-lakukan-riset-penggunaan-biodiesel-1525958361

Industri Sawit Indonesia Menuju 2050: Idealnya industrialisasi/hilirisasi berevolusi dari EO1SI1 menuju EO2SI2 untuk setiap jalur hilirisasi. Bergerak dari produk bernilai tambah rendah ke produk yang bernilai tambah tinggi. Dari segi kepentingan nasional tentu akan lebih bermanfaat jika Indonesia menuju eksportir produk jadi minyak sawit karena manfaat ekonomi akan terjadi didalam negri. Perpaduan kebijakan promosi ekspor dan subsitusi impor tersebut berlaku untuk ketiga jalur hilirisasi tersebut. Tidak hanya terbatas hanya pada industri hilir minyak sawit melainkan juga dilihat kaitannya dengan industri-industri/produk lain terkait dalam perekonomian pengembangan industri biodiesel tergolong pada strategi EO2SI2 yakni menghasilkan biodiesl untuk mensubsitusi solar yang diimpor ,andatori biodiesel dan sekaligus mengespor biodiesel. Demikian juga pengembangan bioavtur dan biopelumas berbahan minyak sawit juga termasuk dalam kebijakan EO2SI1 tersebut.Dengan demikian, Manfaat ekonomi hilirisasibahkan indeustri minyak sawit secara keseluruhan tidak hanya melihat beberapa devisa yang dihasilkan dari ekspor tetapi juga perlu diperhitungkan beberapa devisa yang diperoleh dari ekspor biodiesel tetapi juga mencakup devisa yang dihemat dari pengurangan impor solar akibat disubsitusi biodiesel domestik. (SAWITINDONESIA)