+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Mahasiswa UGM Ciptakan Mobil Pintar Penghasil Bahan Bakar:

Mahasiswa UGM Ciptakan Mobil Pintar Penghasil Bahan Bakar: Inovasi yang diciptakan tim Smartcar Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), ini layak diacungi jempol. Mobil pintar rancangannya mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar setara bensin. “Masyarakat akan mendapatkan dua bahan bakar serta bisa menjualnya ke SPBU, dan investornya mendapatkan keuntungan dari pemeliharaan reaktornya,” ujar Thya Laurencia Benedita Araujo, salah satu anggota tim seperti dimuat di Majalah Tempo edisi 2-8 Juli 2018. “Sedangkan bagi pemerintah, ada bahan bakar alternatif.” Ide mobil pintar ini menjadi finalis Shell Idea360, yang bakal dihelat di London, Inggris, 5 Juli mendatang. Tim Smartcar MCS UGM menjadi salah satu wakil Asia dari lima finalis sedunia dalam kompetisi adu ide guna memberi solusi atas permasalahan energi, pangan, dan air pada masa depan tersebut. Selain Thya Laurencia, anggota tim ini adalah Herman Amrullah dan Sholahuddin Alayyubi. Anita Setyorini, Social Investment Manager PT Shell Indonesia, mengatakan Smartcar MCS UGM menjadi tim Indonesia pertama yang bisa masuk ke babak final sejak kompetisi ini digelar pada 2013. “Shell Idea360 tahun ini diikuti 15 ribu lebih mahasiswa dari 140 negara yang mengirimkan 3.363 ide,” ujar Anita. Di final, mereka akan bersaing dengan tim American University of Sharjah dari Uni Emirat Arab, University of Texas at Austin (Amerika Serikat), University of Bordeaux (Prancis), dan University of Melbourne (Australia). Mobil pintar tim ini memanfaatkan energi dari gas buangnya untuk memanaskan reaktor pirolisis, yang mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Secara paralel, gas buang dari knalpot mobil disalurkan ke fotobioreaktor mikroalga untuk menghasilkan bahan bakar nabati (biofuel) yang memiliki emisi karbondioksida (CO2) lebih rendah. Menurut Herman Amrullah, reaktor pirolisis dan fotobioreaktor mikroalga ini bisa dipasang pada mobil multi-purpose vehicle dan sport utility vehicle, yang memiliki ruang di kompartemen mesin. “Reaktor pirolisis diletakkan dekat mesin yang gas buangnya masih freshdan bertemperatur lebih dari 400 derajat Celsius,” kata Herman, mahasiswa semester VIII Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM, di kantor PT Shell Indonesia, Rabu pekan lalu. Dalam uji laboratorium, kata Herman, reaktor pirolisis bisa mengkonversi 2 kilogram limbah plastik jenis low-density polyethylenemenjadi 2,2 liter bahan bakar setara dengan bensin dalam satu jam. “Namun karena reaktor pirolisis ini memanfaatkan gas buang dari mobil, kami memperhitungkan lama reaksinya dua jam,” tuturnya. Adapun prinsip kerja fotobioreaktor mikroalga, kata Sholahuddin Alayyubi, yang juga mahasiswa teknik kimia angkatan 2014, seperti proses fotosintesis. “Fotobioreaktor yang ditaruh di atap mobil diisi dengan 19 liter mikroalga jenis Chlorella vulgaris,yang memiliki kandungan minyak tinggi,” katanya. Gas buang dari knalpot disalurkan ke fotobioreaktor dan mikroalga akan memakan CO2untuk tumbuh. Setelah tujuh hari, mikroalga dipanen lalu diproses menjadi biofuel. (TEMPO)

https://otomotif.tempo.co/read/1104094/mahasiswa-ugm-ciptakan-mobil-pintar-penghasil-bahan-bakar

Lawan Kampanye Hitam Kelapa Sawit, Indonesia-Malaysia Persulit Impor Produk Eropa: Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita menegaskan, jika pemerintah Indonesia akan tetap melakukan perlawanan atas kampanye hitam produk sawit yang dilakukan Uni Eropa. Bahkan Indonesia sudah membuat kesepakatan untuk melakukan perlawanan bersama-sama dengan negeri jiran, Malaysia, yang juga merupakan negara produsen produk kelapa sawit terbesar di dunia. “Sebenarnya sudah pernah kita lakukan. Beberapa waktu lalu Norwegia sempat menolak produk sawit Indonesia. Kita kemudian merespons dengan mengancam akan menghentikan impor ikan salmon dari mereka. Akhirnya Duta Besar mereka menemui saya dan sekarang produk sawit kita bisa masuk lagi ke negara mereka,” jelas Enggar di Medan. “Ini akan kita berlakukan juga untuk (negara) yang lain. Kita pasti akan melawan,” tambahnya. Enggar menjelaskan, kampanye hitam produk sawit Indonesia oleh Uni Eropa dilakukan setelah parlemen mereka membentuk undang-undang energi yang melarang penggunaan komponen biofuel yang berasal dari minyak sawit. Hal itu karena minyak sawit dianggap menjadi penyebab kerusakan lingkungan. Produk sawit di Indonesia dicitrakan sebagai produk dari hasil produksi yang menyebabkan deforestasi secara masiv. “Produksi sawit kita dianggap merusak lingkungan dan membuat iklim tidak seimbang. Padahal kita sendiri terus berbenah untuk membuktikan bahwa itu tidak benar. Uni Eropa sebenarnya sudah mulai menerima, terbukti dari penundaan pemberlakuan undang-undang soal energi tiu, dari tahun 2021 menjadi tahun 2030,”jelasnya. “Tapi kita akan terus melawan. Karena kalau alasan mereka deforestasi, apa bedanya dengan (produksi) minyak nabati lain seperti bunga matahari, rapeseed. Mereka juga diproduksi masiv,” tegas Enggar. (OKEZONE)

https://economy.okezone.com/read/2018/07/05/320/1918408/lawan-kampanye-hitam-kelapa-sawit-indonesia-malaysia-persulit-impor-produk-eropa

Potensi Bioenergi Indonesia Untuk Menghasilkan Listrik Dan Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca Melalui Metode Life Cycle Assessment Penulis: Dr.Kiman Siregar,S.TP,M.Si: Saat ini ENERGI merupakan kebutuhan dasar dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, mulai dari bangun pagi, memasak makanan, berangkat ke tempat kerja, bekerja dan kembali ke rumah sampai dengan malam hari kehidupan manusia selalu tergantung pada keberadaan energi. Sebegitu besarnya ketergantungan hidup kita pada energi bagaimana kalau energi tersebut habis ? Darimana lagi Kita mendapatkannya ? Dan bagaimana mempertahankannya ? Tentu pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab dan segera dicarikan solusinya untuk keberlanjutaan keberadaan energi tersebut sampai kepada anak cucu kita di kemudian hari. Saya Dr.Kiman Siregar,S.TP,M.Si sebagai salah satu Narasumber/Pemateri pada acara “Bioenergy Goes To Campus” yang dilaksanakan pada tgl 3 Mei 2018 kemarin di Fakultas Pertanian Unsyiah dengan materi “Penelitian dan Aplikasi Teknologi Bioenergi di Propinsi Aceh dan Indonesia” melalui contoh aplikasi yang sudah Kami lakukan yaitu “Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Dengan Kapasitas 25 kW Untuk Skala 1 Desa Yang Terisolasi Dari Jari Listrik PT.PLN (Persero)” seperti diberitakan pada website Kementerian. Dari kedua pertemuan tersebut dan hasil-hasil penelitian dan palikasi praktis di lapangan selama ini saya mencoba merangkum pada artikel ini untuk berbagi pemikiran kepada pembaca setia Majalah Sawit Indonesia perihal betapa pentingnya BIOENERGI saat ini sebagai salah satu penyelamat KETAHANAN ENERGI di Indonesia agar generasi yang akan datang tetap menikmati energi dalam proses kehidupannya, sekaligus bioenergi juga sebagai penyelamat bumi dari pemanasan global karena bioenergi mempunyai potensi yang sangat besar untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Apalagi saat ini Indonesia terus bertumbuh dan memang harus bertumbuh untuk memenuhi kebutuhan 250 juta-an rakyat Indonesia, kalau lah saat ini pertumbuhan kita dipatok sekitar 5,6 %, maka seharusnya pertumbuhan ketersediaan energi Kita harus minimal 9 %. Kalau dari energi fosil sudah tidak memungkinkan, maka solusinya adalah dari BIOENERGI. Minimal ada 4 alasan mengapa harus Bioenergi, yaitu (1)Jenis bahan baku dan potensi pemanfaatannya Besar, salah satu sumber utamanya adalah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis), dari 2016 sampai dengan saat ini Indonesia menjadi penghasil CPO terbesar di dunia yaitu 32 juta ton CPO (tahun 2016) dan pada tahun 2017 produksi Indonesia mencapai 37 juta ton CPO untuk dengan luas kebun hanya sekitar 11 juta-an hektar; (2)Kebijakan Tarif Harganya Menguntungkan, melalui Permen ESDM No.27 Tahun 2014 diatur tarif khusus untuk harga listrik yang bersumber dari bioenergi sesuai dengan lokasi daerahnya (dari PLTBm dengan kapasitas s.d 10 MW pada tegangan rendah tarifnya sebesar Rp.1500,-/kWh x F (faktor koreksi lokasi, seperti Papau F = 1,6 dan dari PLTBg dengan kapasitas s.d 10 MW pada tegangan rendah = Rp.1400,-/kWh x F (faktor koreksi lokasi, seperti Papau F = 1,6) dan khusus sumber listrik dari sampah kota mendapat penilaian tarif harga listrik yang lebih khusus lagi sesuai dengan Permen ESDM No.19 Tahun 2013 ((dari PL_ Sampah Kota dengan kapasitas s.d 10 MW pada tegangan rendah = Rp.1798,-/kWh x F (faktor koreksi lokasi, seperti Papau F = 1,6, dan sudah sangat menguntungkan lagi dengan dikeluarkannya PERMEN ESDM No.50 tahun 2017, dimana kebijakan ini sudah lebih berpihak kepada pihak swasta pengembeng PLT_Bioenergi; (3)Menyumbang penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), terutama dari penggunaan biodiesel, pemanfaatan limbah padat (biomassa) sebagai bahan bakar pada Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) dan limbah cair juga untuk Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg); (4)Pengembangan Bioenergi juga dapat menampung tenaga kerja, untuk lahan sawit saja yang 11 juta-an hektar dapat menampung tenaga kerja sekitar 11 juta-an dan diperkirakan jika kapasitas pabrik biodiesel yang 12 juta kilo liter diaktifkan secara maksimal, maka akan dapat menampung tenaga kerja terdidik minimal 500 ribu orang lagi. (SAWITINDONESIA)

Badak LNG Dukung dan Kembangkan SDM Lewat Program Pemagangan Dalam Negeri: Badak LNG resmi menerima 10 mahasiswa peserta Program Pemagangan Dalam Negeri yang dicanangkan Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kota Bontang, Kamis (5/7).Bertempat di Corporate Comunication Badak LNG, acara tersebut dibuka oleh Pjs. Senior Manager Corporate Communication Danar Andika serta dihadiri Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bontang Ikhwan Agus. “Program ini adalah salah satu bentuk kepedulian Badak LNG dan Pemerintah Kota terhadap pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yakni masyarakat Kota Bontang,” tutur Danar. Pemagangan Dalam Negeri ini akan berlangsung selama empat bulan. Dimulai dari Juli sampai dengan November 2018. Selama masa magang tersebut, perusahaan akan menempatkan peserta magang di beberapa Department dengan mendapat bimbingan langsung dari pekerja atau tenaga ahli dari Badak LNG ,Usai pemagangan ini, peserta juga akan mendapatkan sertifikat dari Badak LNG. Tentu, menjadi nilai tambah bagi alumnus magang memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Selain menjadi media pembelajaran mengenai dunia kerja bagi para pesertanya, program ini merupakan bukti komitmen Badak LNG dalam mengembangkan kapasitas SDM (Sumber Daya Manusia), mendukung visi Pemkot Bontang yaitu Smart City, serta mendukung program Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Sehingga saat pemagangan berakhir, tiap peserta akan mampu menjadi tenaga yang siap pakai baik hardskill maupun softskill seperti kemampuan komunikasi yang baik, team work ataupun time management. Badak LNG terus menggulirkan aneka program dan aktivitas bidang pendidikan untuk mendukung pengembangan pendidikan di Kota Bontang dan Kalimantan Timur. Dukungan pendidikan tersebut antara lain BAFCO (Badak Full Scholarship) untuk jenjang siswa SMP sampai dengan kuliah, LNG Academy, pelatihan untuk guru di daerah pesisir dan boarding community untuk anak-anak sekolah di pulau atau wilayah pesisir yang sedang persiapan mengikuti UAN. (KLIKBONTANG)

http://www.klikbontang.com/berita-16210-badak-lng-dukung-dan-kembangkan-sdm-lewat-program-pemagangan-dalam-negeri.html\