+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Mei 2018, Harga Biodiesel Turun tapi Bioethanol Naik Tipis:

Mei 2018, Harga Biodiesel Turun tapi Bioethanol Naik Tipis: Kementerian ESDM merilis besaran Harga Indeks HIP BBN untuk bulan Mei 2018. HIP biodiesel tercatat mengalami penurunan, sementara bioethanol naik tipis.Berdasarkan Surat Direktur Jenderal EBTKE nomor 2475/12/DJE/2018 tanggal 27 April 2018, harga biodiesel untuk bulan Mei 2018 ditetapkan sebesar Rp8.261 per liter. Harga tersebut belum termasuk ongkos angkut yang telah ditetapkan sebelumnya dalam Keputusan Menteri ESDM No. 1770 K/12/MEM/2018. Jika dibandingkan bulan sebelumnya, harga biodiesel mengalami penurunan Rp95 per liter dari harga Rp8.356,00 per liter di bulan April 2018. Kenaikan harga bioethanol ini merupakan imbas dari perubahan kurs dolar AS yang meningkat, meski harga rata-rata tetes tebu KPB tercatat tidak mengalami perubahan. Konversi nilai kurs menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia periode 25 Maret-24 April 2018.Untuk diketahui, besaran HIP BBN biodiesel dan bioethanol ditetapkan setiap bulan dan dilakukan evaluasi paling sedikit enam bulan sekali oleh Direktur Jenderal EBTKE. (INEWS)

https://www.inews.id/finance/read/111665/mei-2018-harga-biodiesel-turun-tapi-bioethanol-naik-tipis?sub_slug=makro

UE galau berambisi hapus sawit sebagai sumber biodiesel: Resolusi Parlemen Eropa yang mengusulkan penghapusan minyak sawit sebagai sumber biodiesel belum mengikat secara hukum untuk menjadi keputusan seluruh negara Eropa. Indonesia pun punya peluang untuk mengalahkan usulan parlemen tersebut.Peluang ini terungkap dalam Seminar Sehari bertemakan Renewable Energy Directive II dan Usulan Kebijakan EU Untuk Menghilangkan Penggunaan Minyak Sawit Dari Energi TerbarukanDirektur Eksekutif RPOI Roesediana Suharto mengatakan, ada perbedaan prinsip antara Indonesia dan pihak Uni Eropa mengenai definisi phasing out atau pengurangan pemakaian sawit sebagai sumber energi terbarukan. Dalam perspektif Indonesia, istilah phasing out sama memboikot minyak sawit masuk ke Eropa. Eddy Esselink menjelaskan, resolusi parlemen tidak punya kekuatan hukum. Karena proses legislasi di Uni Eropa harus melalui trialog yaitu parlemen, council, dan commision. Hanya komisi yang dapat mengajukan legislasi. Selanjutnya perlu ada kesepakatan bersama dengan council, tambahnyaDirektur CPOPC Mahendra Siregar menjelaskan negara produsen sawit seperti Indonesia, Malaysia dan lima negara produsen lainnya telah mengirimkan surat bersama ke berbagai lembaga di Uni Eropa untuk memprotes penghapusan penggunaan sawit sebagai sumber biofuel.Menurut Mahendra posisi negara-negara Uni Eropa telah dipetakan mana yang pro dan kontra resolusi sawit. Untuk negara di kawasan Eropa Timur kemungkinan mendukung resolusi lantaran tidak ingin bergantung kepada sawit. Negara nordik berpotensi mendukung perdagangan yang terbuka. Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Pradnyawati optimis Indonesia dapat menghadapi usulan Parlemen Uni Eropa untuk menghapuskan sawit menjadi sumber biodiesel pada 2021. Komisi Eropa tidak sekeras parlemen karena sejalan dengan council yang menjadi perwakilan negara EU. (KUMPARAN)

https://kumparan.com/kabarbisnis/ue-galau-berambisi-hapus-sawit-sebagai-sumber-biodiesel-1525325782432

Eterindo Wahanatama Butuh Dana Rp260 Miliar untuk Rehabilitasi Kebun Kelapa Sawit: PT ETWA membutuhkan dana sebesar Rp260 miliar pada 2018 ini. Sebesar Rp60 miliar dari dana tersebut akan digunakan untuk merehabilitasi perkebunan kelapa sawit perseroan yang sudah ada saat ini. Azwar mengemukakan, manajemen ETWA berencana menambah tanaman baru di atas lahan seluas 5.000 hektar dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Disamping itu, manajemen juga akan mengembangkan PKS pada 2019 hingga 2020.Pendirian PKS tersebut bertujuan untuk mengelola tandan buah segar sawit menjadi CPO. PKS tersebut juga nantinya diharapkan dilengkapi dengan alat pemrosesan penyulingan CPO menjadi berbagai produk turunan, seperti RBD, olein, maupun stearin yang menjadi bahan baku biodiesel. Azwar mengungkapkan, pihak manajemen perseroan dengan calon mitra strategis tersebut sudah melakukan kesepakatan secara informal. Manajemen perseroan kini sedang memproses finalisasi kerja sama tersebut, yaitu memproses management agreement dan merger agreement. Kedua langkah tersebut saat ini masih dalam tahap pembicaraan semua dan diharapkan pada September 2018 merger tersebut sudah selesai. (INDUSTRY)

http://www.industry.co.id/read/32715/eterindo-wahanatama-butuh-dana-rp260-miliar-untuk-rehabilitasi-kebun-kelapa-sawit

Divestasi Aset, AKR Bidik Dana Hingga Rp 3,5 Triliun: PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membidik dana sebesar Rp 3,3-3,5 triliun dari hasil divestasi aset tahun ini. Dana tersebut merupakan pembayaran lanjutan dari aset yang sudah dijual dan aset lain yang disiapkan untuk dilepas. Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo mengatakan, perseroan baru meraih 50% pembayaran atas divestasi aset KhaKsta (liuzhou) Chemical Industries Ltd, yang berupa tanah dengan kisaran 99.267.7 m2. Dana yang setara Rp 664 miliar itu telah diraih pada Maret lalu. Sedangkan pembayaran akhir diperkirakan pada September 2018. (INVESTOR DAILY INDONESIA)

AKRA Bakal Kantongi Rp2 Triliun (DIVESTASI ASET): PT AKR Corporindo Tbk. menargetkan perolehan dana sekitar Rp2 triliun pada 2018 dari divestasi empat aset perusahaan. Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo menyampaikan, perusahaan dalam proses melakukan divestasi terhadap lima aset dengan total perolehan dana sekitar Rp3,3 triliun-Rp3,5 triliun. Salah satu transaksi divestasi yang telah rampung, yakni divestasi Pelabuhan Guigang di China senilai Rpl,57 triliun atau 778 juta yuan pada 22 September 2017. Untuk memacu pendapatan, AKRA menyiapkan sejumlah ekspansi, antara lain penambahan kapasitas bensin dan biofuel sebesar 100.000 cubic meter (cbm) menjadi 350.000 cbm, ekspansi penjualan BBM bersubsidi ke wilayah pelosok, dan bersama BP Global akan membuka stasiun pengisian bahan bakar untuk BBM non subsidi pada kuartal HI/2018 di Jakarta dan Surabaya. AKRA mengalokasikan belanja modal Rp300 miliarRp400 miliar pada 2018, naik dari 2017 senilai Rp200 miliar. Sumber dana berasal dari kas internal dan perusahaan (BISNIS INDONESIA)