+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Menanti Kejelasan Reformasi Pajak AS (Oleh Bhima Yudhistira Adhinegara Peneliti INDEF):

Dalam dua bulan terakhir, rupiah mengalami depresiasi hingga menembus Rpl3.600 per dolar atau terendah sepanjang satu tahun terakhir. Salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap pelemahan rupiah adalah rencana reformasi pajak Trump. Reformasi pajak yang berupa pemotongan pajak korporasi dari 35% menjadi 20% disertai penurunan jenis pajak lainnya cukup menggiurkan bagi investor global. Imbas dari kebijakan reformasi perpajakan AS membuat mata uang di negara berkembang termasuk Indonesia kompak melemah. Investor global memandang bahwa reformasi pajak di AS akan meningkatkan prospek pertumbuhan ekonomi AS secara signifikan. Bahkan Wilbur Ross, Menteri Perdagangan AS mengatakan bahwa tambahan pertumbuhan PDB bisa mencapai 1% dari saat ini tumbuh dikisaran 2% menjadi 3%. Sementara itu studi dari American Enterprise Institute menyebutkan bahwa reformasi perpajakan pernah dilakukan oleh Presiden John F. Kennedy dan Lyndon B. Johnson pada periode 1963-1969. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi AS secara rata-rata berada di level 5%. (NERACA)