+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Mendongkrak Daya Saing Industri Gula

Petani tebu kembali turun jalan. Ini kali kesekian mereka jadi parlemen jalanan, setelah Juli lalu memprotes pemungutan pajak pertambahan nilai (PPN) gula 10 persen. Kali ini bukan lagi PPN 10 persen yang mereka persoalkan. Berbeda dengan di India, Australia dan Thailand, orientasi utama PG di Indonesia hanya menghasilkan gula. Memang sudah ada upaya untuk mengolah tetes yang dahulu dianggap limbah menjadi etanol atau ampas tebu menjadi bahan bakar, tetapi belum maksimal. Apalagi, kebijakan industri berbasis tebu seringkali tidak konsisten. Misalnya, akhir 2009 pemerintah mencanangkan swasembada gula 2014. Tetapi, pemerintah masih memberikan izin pembangunan PG rafinasi berbahan baku gula impor. Pemerintah mendorong penggunaan bahan bakar alternatif seperti bioetanol. Tetapi, bioetanol dari PT Enero, anak perusahaan PTPN X (BUMN gula), hanya terserap dalamjumlah kecil. Dengan kondisi seperti di atas, daya saing PG-PG Indonesia relatif lemah. Dalam kondisi demikian, penetapan HET membuat petani dan PG BUMN tertekan. (REPUBLIKA)