+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Nasib Biodiesel:

  • Nasib Biodiesel: EKSPOR biodiesel Indonesia ke A-merika Serikat terancam terhenti akibat bea masukan tambahan yang dikenakan Departemen Perdagangan AS. Pemerintah Indonesia dinilai memberikan subsidi sehingga produk biodiesel Indonesia dianggap melakukan dumping terhadap produk biodiesel industri di AS. Tidak tanggung-tanggung. Departemen Perdagangan AS mengenakan bea masuk tambahan 34,45%-64,73% terhadap produk biodiesel Indonesia. Selain Indonesia, produk biodiesel Argentina dituduh melakukan persaingan tidak sehat, bahkan dijatuhi bea masuk tambahan yang lebih tinggi lagi. Dampak dari kebijakan tersebut sudah dirasakan tahun ini di saat ekspor biodiesel Indonesia ke AS tidak bisa lagi dilakukan. Padahal, setiap tahun nilai ekspor biodiesel Indonesia ke Negeri Paman Sam! lebih dari US$250 juta. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sudah menyampaikan protes atas kebijakan Washington. Indonesia akan membawa kasus ini ke Organisasi Perdagangan Dunia karena dianggap melanggar peraturan perdagangan bebas. Isu ini sebenarnya bukan baru terjadi. Setelah Uni Eropa melakukan tuduhan dumping ke produk biodiesel Indonesia, pemerintah AS melakukan hal yang sama. Terhadap tuduhan Uni Eropa, pemerintah Indonesia sudah melakukan langkah hukum dan hasilnya masih kita akan tunggu. Akan tetapi, dengan tuntutan hukum yang kita lakukan, Uni Eropa tidak bisa menerapkan bea masuk tambahan secara sepihak. (MEDIA INDONESIA)
  • Ekspor Biodiesel Terhenti, Aprobi Dukung Langkah Mendag: Tahun ini impor biodiesel Indonesia ke Amerika Serikat terhenti. Itu karena bea masuk yang terlalu tinggi yang dikenakan Negeri Paman Sam itu, selain tudingan dumping. Untuk itu Aprobi mendukung langkah Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang akan melaporkan perkara itu ke Oganisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organizations/WTO). Sebab kebijakan itu merugikan pengusaha. (SAWITPLUS)

http://www.sawitplus.com/2017/11/21/ekspor-biodiesel-terhenti-aprobi-dukung-langkah-mendag/

 

 

  • Dana Insentif Program Biodiesel Januari-Oktober Capai Rp5,7 Triliun: Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) menyatakan, kebutuhan dana untuk insentif program biodiesel pada periode Januari hingga Oktober tahun ini mencapai Rp5,7 triliun. Dana tersebut untuk memberikan insentif pembelian biodiesel sebesar 1.407.778 kilo liter (KL), kata Direktur Utama BPDB KS, Dono Boestami, di Jakarta, Senin (20/11/2017). (BORNEONEWS)

http://www.borneonews.co.id/berita/80038-dana-insentif-program-biodiesel-januari-oktober-capai-rp5-7-triliun

  • Dana Insentif Biodiesel BPDP Kelapa Sawit Rp5,7 Triliun: Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit akan menyalurkan dana insentif biodiesel sebesar Rp5,7 triliun untuk periode November 2017 hingga April 2018. Adapun alokasi bahan bakar nabati pada periode itu mencapai1,4 juta kiloliter. Direktur Utama BPDP Kelapa Sawit Dono Boestami mengatakan, dana tersebut adalah rata-rata besaran insentif dana biodiesel selama tahun 2017 (Januari– Oktober) sebesar Rp. 4.054 per liter. (BISNIS)

http://industri.bisnis.com/read/20171121/99/711283/dana-insentif-biodiesel-bpdp-kelapa-sawit-rp57-triliun

  • Nasib Biodiesel: Ekspor biodiesel Indonesia ke Amerika Serikat terancam terhenti akibat bea masukan tambahan yang dikenakan Departemen Perdagangan AS. Pemerintah Indonesia dinilai memberikan subsidi sehingga produk bio­diesel Indonesia dianggap melakukan dumping terhadap produk biodiesel industri di AS. (MEDIAINDONESIA)

http://mediaindonesia.com/podium/read/1072/nasib-biodiesel/2017-11-22

  • Tolak Tuduhan Subsidi, Indonesia Minta AS Hapus Bea Masuk Biodiesel: Pemerintah Indonesia meminta Pemerintah Amerika untuk mempertimbangkan kembali putusan final bea masuk tambahan (countervailing duty), yang dikenakan pada impor biodiesel dari Indonesia karena tuduhan subsidi, kata Kementerian Perdagangan. (VOAINDONESIA)

https://www.voaindonesia.com/a/indonesia-minta-amerika-hapus-bea-masuk-karena-tuduhan-subsidi-untuk-biodiesel/4127926.html