+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Pelaku Industri Otomotif Mulai Uji Coba B30

Harian Kontan | Senin, 25 Maret 2019

Pelaku Industri Otomotif Mulai Uji Coba B30

Program penggunaan biodiesel terus bergulir. Setelah merealisasikan program biodiesel 20% (B20), industri otomotif di Tanah Air menyambut program kewajiban campuran biodiesel hingga 30% (B30) yang akan diumumkan pada akhir tahun ini. Tidak berhenti sampai B30, pemerintah bahkan ingin meneruskan hingga implementasi B100. Mobil dengan mesin berbahan bakar energi terbarukan, biofuel atau disebut programmer?/ engine tersebut diprediksikan menjadi program pemerintah selanjutnya. Program tersebut untuk menekan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak berbasis fosil. Duljatmono, Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menyebutkan, saat ini pihaknya dan pemerintah tengah melakukan studi penggunaan B30 pada kendaraan Mitsubishi Fuso. Pengujian pada truk dijadwalkan pertengahan tahun ini dan diterapkan mulai awal tahun 2020. “Kami akan bekerjasama dengan pemerintah un- tuk uji coba kendaraan Colt Diesel,” kata Duljatmono kepada KONTAN, kemarin. Cuma, sejauh ini Mitsubishi belum bisa memprediksikan pembaharuan spesifikasi kendaraan dari penerapan B30, termasuk soal investasi baru. Berkaca dari pengalaman studi B20, Duljatmono bilang, terjadi perubahan pada filter. Alhasil, sekarang, semua truk Fuso mempunyai dua filter mesin. “Dulu investasinya tambahan filter saja, karena dengan adanya campuran bahan bakar membuat umur filter makin cepat,” jelas dia. Sementara dari sisi konsumen, kata Duljatmono, belum ada tanggapan soal penerapan B20 tersebut. Hanya saja, konsumen sudah diedukasi mengenai filter tersebut.

Semua mesin siap

Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Jap Ernando Demily menjelaskan, Isuzu juga dalam proses persiapan uji kendaraan terkait mandatori B30. Secara prinsip, Isuzu akan mendukung program yang digulirkan pemerintah. “Kendaraan akan diuji coba dari internal maupun kerjasa- ma dengan pemerintah. Kami mulai tes dari seri Elf, Giga, Traga dan D-Max,” ungkap Ernando kepada KONTAN, kemarin. Pabrikan kendaraan penumpang juga dalam persiapan tes penggunaan bahan bakar B30. Salah satunya adalah Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono menuturkan, agar mesin sesuai dengan program B30, maka Toyota harus melakukan riset bersama pemerintah. Yang terang, untuk penggunaan B20, semua mesin dinyatakan sudah siap. “Untuk B30, kami sedang persiapkan dan terus diupayakan untuk bisa operasi,” ujar dia. Warih menambahkan, tidak menutup kemungkinan Toyota akan bermain di dua mesin kendaraan untuk mengantisipasi kebijakan pemerintah yang memperluas program flexy enggine dengan BI00 dan Ethanol 100 (E100). Pasalnya, pabrikan Toyota memiliki pengalaman untuk memproduksi mesin dengan berbahan bakar Etanol 100%. Bahkan produk ini sudah diekspor ke Amerika Selatan.

Tribunnews | Senin, 25 Maret 2019

Industri Otomotif Mulai Antisipasi Pemberlakuan Bahan Bakar B30

Setelah program B20, industri otomotif Indonesia menyambut program mandatori campuran biodiesel sampai 30% (B30) yang akan diumumkan pada akhir tahun ini. Tidak berhenti sampai di B30, pemerintah bahkan ingin meneruskan sampai B100. Mobil dengan mesin berbahan bakar energi terbarukan, biofuel atau disebut program ‘flexy engine’ tersebut diprediksi akan menjadi program pemerintah selanjutnya guna menekan ketergantungan bahan bakar minyak. Menurut Duljatmono, Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menjelaskan saat ini kendaraan Mitsubishi Fuso dalam studi penerapan B30 bersama pemerintah. Rencananya uji untuk truk dijadwalkan pada pertengahan tahun 2019 dan penerapannya pada awal 2020. “Kita akan kerja sama dengan pemerintah untuk uji kendaraan Colt Diesel,” kata Duljatmono kepada Kontan.co.id, Minggu (24/4). Duljatmono mengaku belum bisa memprediksi pembaharuan spesifikasi kendaraan dari penerapan B30. Maupun soal penerapan investasi baru. Adapun dari pengalaman studi B20, menurutnya ada perubahan filter. Sehingga saat ini semua truk Fuso mempunyai dua filter mesin. “Dulu investasi soal tambahan filter saja, karena dengan adanya campuran bahan bakar membuat umur filter makin cepat,” jelasnya.

Adapun dari sisi konsumen menurutnya belum ada tanggapan soal penerapan B20. Menurutnya konsumen sudah diedukasi soal masalah filter tersebut. Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Jap Ernando Demily menjelaskan Isuzu dalam proses persiapan uji kendaraannya. Tetapi secara prinsip Isuzu akan mendukung program Pemerintah tersebut. “Kendaraan akan diuji coba dari internal maupun kerja sama dengan pemerintah. Kita mulai tes dari seri Elf, Giga, Traga dan D-Max,” kata Ernando kepada Kontan.co.id. Pabrikan kendaraan penumpang juga dalam persiapan. Seperti misalnya Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono mengatakan agar mesin sesuai dengan B30, Toyota harus melakukan riset bersama pemerintah. Adapun untuk penggunaan B20 saat ini semua mesin dinyatakan sudah siap. “Untuk B30 kita sedang persiapkan dan kita terus perjuangkan untuk bisa operasi,” kata Warih, Selasa (19/3) lalu. Tidak berhenti sampai di B30, pemerintah bahkan ingin meneruskan sampai B100. Rencana jangka panjang melalui program pada skema Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), yakni B100 dan Ethanol 100 (E100). Untuk mesin E100 masih masuk dalam program flexy engine. Warih juga tidak menutup kemungkinan bahwa Toyota akan bermain dalam dua kendaraan itu. Pasalnya, TMMIN punya pengalaman untuk memproduksi mesin berbahan bakar etanol 100% yang juga diekspor ke Amerika Selatan.

http://www.tribunnews.com/otomotif/2019/03/25/industri-otomotif-mulai-antisipasi-pemberlakuan-bahan-bakar-b30?page=all

Kontan | Senin, 25 Maret 2019

Industri Otomotif Bersiap Untuk Penerapan B30

Setelah program B20, industri otomotif Indonesia menyambut program mandatori campuran biodiesel sampai 30% (B30) yang akan diumumkan pada akhir tahun ini. Tidak berhenti sampai di B30, pemerintah bahkan ingin meneruskan sampai B100. Mobil dengan mesin berbahan bakar energi terbarukan, biofuel atau disebut program ‘flexy engine’ tersebut diprediksi akan menjadi program pemerintah selanjutnya guna menekan ketergantungan bahan bakar minyak. Menurut Duljatmono, Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menjelaskan saat ini kendaraan Mitsubishi Fuso dalam studi penerapan B30 bersama pemerintah. Rencananya uji untuk truk dijadwalkan pada pertengahan tahun 2019 dan penerapannya pada awal 2020. “Kita akan kerja sama dengan pemerintah untuk uji kendaraan Colt Diesel,” kata Duljatmono kepada Kontan.co.id, Minggu (24/4). Duljatmono mengaku belum bisa memprediksi pembaharuan spesifikasi kendaraan dari penerapan B30. Maupun soal penerapan investasi baru. Adapun dari pengalaman studi B20, menurutnya ada perubahan filter. Sehingga saat ini semua truk Fuso mempunyai dua filter mesin. “Dulu investasi soal tambahan filter saja, karena dengan adanya campuran bahan bakar membuat umur filter makin cepat,” jelasnya.

Adapun dari sisi konsumen menurutnya belum ada tanggapan soal penerapan B20. Menurutnya konsumen sudah diedukasi soal masalah filter tersebut. Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Jap Ernando Demily menjelaskan Isuzu dalam proses persiapan uji kendaraannya. Tetapi secara prinsip Isuzu akan mendukung program Pemerintah tersebut. “Kendaraan akan diuji coba dari internal maupun kerja sama dengan pemerintah. Kita mulai tes dari seri Elf, Giga, Traga dan D-Max,” kata Ernando kepada Kontan.co.id. Sementara untuk pabrikan kendaraan penumpang juga dalam persiapan. Seperti misalnya Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono mengatakan agar mesin sesuai dengan B30, Toyota harus melakukan riset bersama pemerintah. Adapun untuk penggunaan B20 saat ini semua mesin dinyatakan sudah siap. “Untuk B30 kita sedang persiapkan dan kita terus perjuangkan untuk bisa operasi,” kata Warih, Selasa (19/3) lalu. Tidak berhenti sampai di B30, pemerintah bahkan ingin meneruskan sampai B100. Rencana jangka panjang melalui program pada skema Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), yakni B100 dan Ethanol 100 (E100). Untuk mesin E100 masih masuk dalam program flexy engine. Warih juga tidak menutup kemungkinan bahwa Toyota akan bermain dalam dua kendaraan itu. Pasalnya, TMMIN punya pengalaman untuk memproduksi mesin berbahan bakar etanol 100% yang juga diekspor ke Amerika Selatan.

https://industri.kontan.co.id/news/industri-otomotif-bersiap-untuk-penerapan-b30