+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Pemerintah dan Pelaku Industri Promosikan Sawit di Swiss

Kegiatan ini difasilitasi oleh Kedutaan Besar Republik (KBRI) Bern-Swiss, delegasi gabungan dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, CPOPC, APROBI, BPDP-KS, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI), GAPKI mempromosikan kebaikan kelapa sawit dan melawan kampanye hitam dengan fakta ilmiah di hadapan sekitar 50 (lima puluh) wakil perusahaan terkemuka anggota Swiss Asian Chamber of Commerce (SACC), seperti Migros-Genossenschafts-Bund, Syngenta Crop Protection AG, Nutriswiss AG, dan Association of Swiss Chocolate Manufacturers. Mahendra Siregar, Executive Director Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) mengatakan kelapa sawit adalah berkah Tuhan bagi negara-negara tropis, karena hanya tumbuh di sekitar 10 derajat utara atau selatan khatulistiwa. Paulus Tjakrawan dari Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) menjelaskan dibandingkan produk vegetables oil lainnya, sawit adalah satu-satunya vegetables oil yang paling banyak sertifikasinya, yaitu CSPO (Certified Sustainable Palm Oil), ISCC (International Sustainability & Carbon Certification), ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil), dan MSPO (Malaysian Sustainable Palm Oil). Harry Hanawi dari Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) menyebutkan dilihat dari tinjauan kesehatan, minyak sawit terbukti memiliki kandungan vitamin A dan E lebih tinggi dibandingkan vegetables oil lainnya, tetapi mengandung kolesterol lebih rendah. (MAJALAH SAWIT INDONESIA)