+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Pemerintah Janjikan Insentif Riset Energi Terbarukan (MOBIL LISTRIK):

  • Pemerintah Janjikan Insentif Riset Energi Terbarukan (MOBIL LISTRIK): Kementerian Perindustrian (Kemperin) menargetkan produksi mobil listrik mencuil porsi 20% dari total produksi mobil nasional pada tahun 2025 nanti. Perkiraan jumlahnya sekitar 400.000 unit mobil listrik. Demi mewujudkan cita-cota tersebut, Kemenperin mendorong pengunaan balian bakar biofuel berupa kelapa sawit atau rumput laut. Dengan begitu, impor minyak mentah di masa yang akan datang bisa berkurang. “Pemerintah siap kasih insentif riset energi terbarukan itu,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Har-tarto saat menghadiri acara demonstrasi mobil Nissan e-Power di ICE BSD, Tangerang, Banten, Senin (13/11). (KONTAN)
  • Menperin imbau mobil rendah emisi gunakan biofuel: Pemerintah mengapresiasi langkah industri otomotif yang bersiap menyongsong kendaraan bertenaga listrik. Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto menyampaikan beberapa usulan dalam acara demonstrasi mobil Nissan e-Power hari ini (13/11) Kalau bisa teknologi e-Power yang di gadang oleh Nissan juga dikembangkan untuk konsumsi biofuel. Adapun mobil berteknologi e-Power milik Nissan ialah jenis Low Carbon Emmision Vehicle (LCEV) yang mengubah bensin menjadi tenaga listrik sebagai penggerak roda. (KONTAN ONLINE)

http://industri.kontan.co.id/news/menperin-imbau-mobil-rendah-emisi-gunakan-biofuel

  • Indonesia to appeal US duties on biodiesel: Indonesia plans to file an appeal against the United States recently-set countervailing duties on biodiesel to revive exports of the palm-oil based fuel to the worlds largest energy market. The Trade Ministrys foreign trade director-general, Oke Nur-wan, said on Monday Indonesia might challenge the measure either in a US court or at the World Trade Organization (WTO). The government is scheduled to meet with local biodiesel producers to discuss this issue soon. “We want to counter the US measure through court action or even the WTO, but we need to decide on a strategy first,” he said. (THE JAKARTA POST)

 

  • EKSPOR MINYAK SAWIT: Petani membawa kelapa sawit hasil panen harian di salah satu perkebunan di kawasan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu. Ekspor minyak sawit Indonesia (tidak termasuk biodiesel dan oleochemical) mencapai puncak tertinggi pada Agustus 2017, yaitu 2,98 juta ton. Namun, pada September, ekspor minyak sawit Indonesia turun 7,5% atau hanya mampu mencapai 2,76 juta ton. (BISNIS INDONESIA)
  • PTPN XI Dongkrak Produksi 6 Pabrik Gula: PT Perkebunan Nusantara XI berencana meningkatkan kapasitas enam pabrik gula di lingkungannya pada 2018, tujuannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Dengan peningkatan kapasitas pabrik, ke depan produksi gula kita bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Harapannya pada tahun 2020 nanti produksi gula kita bisa mencapai 634.654 ton,” kata Direktur Utama PTPN XI Moh Cholidi dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, kemarin. PTPN XI juga berencana menggenjot diversifikasi produk, namun tetap produk gula sebagai produk inti untuk meningkatkan pendapatan 2018. Direktur Utama PTPN XI Moh Cholidi di Jember, Jawa Timur, mengatakan, ada beberapa rencana diversifikasi yang akan dilakukan PTPN XI guna meningkatkan pendapatan di antaranya menghasilkan energi listrik, penanaman edamame sebagai tanaman sela di lahan hak guna usaha (HGU) PTPN XI, dan mengalihkan fungsi pabrik gula untuk workshop. “Kami bekerja sama dengan PLN untuk menyiapkan PG Asembagus di Kabupaten Situbondo untuk menghasilkan energi terbarukan berupa bioetanol dan tenaga listrik cogeneration yang merupakan listrik yang dihasilkan oleh mesin uap mesin giling di PG,” tuturnya. (INVESTOR DAILY INDONESIA)

http://id.beritasatu.com/agribusiness/ptpn-xi-dongkrak-produksi-6-pabrik-gula/167760

  • Produksi Minyak Sawit September Naik 2%: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat, produksi minyak sawit Indonesia (crude palm oil/CPO dan palm kernel oil/PKO) pada September 2017 menyentuh angka 4,03 juta ton. Produksi panen raya pada September tersebut naik sekitar 2% dari Agustus 2017 yang tercatat sebanyak 3,95 juta ton dan merupakan tertinggi sepanjang 2017. Sekjen Gapki Togar Sitanggang mengatakan, sementara menyusul permintaan global yang masih tinggi, stok minyak sawit di dalam negeri tercatat 2,92 juta ton per September 2017 atau meningkat sekitar 8,5% dari stok per Agustus 2017 yang tercatat sebanyak 2,69 juta ton. “Produksi September merupakan yang tertinggi, tembus 4,03 juta ton,” kata dia di Jakarta, kemarin. Berdasarkan pantauan Gapki, ekspor minyak sawit Indonesia (tidak termasuk biodiesel dan oleokimia)” pada September 2017 terpangkas 7,5% menjadi 2,76 juta ton detelah mencapai posisi tertinggi pada Agustus 2017. Angka ekspor tersebut masih relatif tinggi dari tren ekspor sepanjang 2017. “Ini menunjukkan pasar minyak sawit masih terus bergeliat, menyusul berkurangnya pasokan minyak nabati lainnya di pasar global,” jelas dia. (INVESTOR DAILY INDONESIA)