+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Pemerintah Pakai Strategi Lompatan Kodok

Bisnis Indonesia | Kamis, 3 Januari 2019
Pemerintah Pakai Strategi Lompatan Kodok

Draf Peraturan Presiden mengenai Percepatan Pengembangan Industri Kendaraan Listrik dipastikan tuntas sebelum akhir Januari 2019, untuk selanjutnya ditandatangani Presiden. Pemerintah siap menggunakan strategi lompatan kodok (leapfrog) dalam pengembangan kendaraan listrik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan bahwa perpres kendaraan listrik akan menaungi pengembangan berbagai jenis kendaraan listrik, termasuk mobil hidrogen, hingga industri penopangnya. “Pepres tersebut harus tuntas paling lambat akhir Januari 2019,” ujar Luhut seusai rapat koordinasi mengenai kendaraan listrik di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Jumat (28 12) Menurut Luhut, Kantor Staf Presiden. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Kementerian Perindustrian telah bersepakat bahwa pemerintah harus melakukan leapfrog dalam pengembangan kendaraan listrik. “Kami terlibat dalam pro ses riset dan produksi [baterai lithium], begitu juga mobil listriknya Kita akan kedepankan sepeda motor dahulu dan angkutan kota, per daerah. Nanti baru bertahap pada mobil sedan,” ujar Luhut.

Dia menjelaskan bahwa upaya produksi baterai lithium telah dirintis melalui pembangunan pabrik di Kawasan Industri Morowali, yang akan dilakukan pemancangan tingan pertama pada 11 Januari 2019. Selain itu, pabrik baterai lithium di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah, mulai dibangun sejak Agustus 2018. Harjanto. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, mengatakan bahwa institusi nya memprioritaskan industri dalam negeri dalam pemenuhan komponen utama kendaraan listrik.Dorongan terhadap industri dalam negeri dilakukan dengan memberikan tax holiday, bea masuk ditanggung pemerintah, pembiayaan ekspor, dan bantuan kredit modal kerja untuk pengadaan batten 1 suap. Dia menambahkan, saat ini terdapat banyak pabrikan yang tertarik membangun pabrik mobil listrik di Indonesia, seperti Hyundai, Suzuki, dan Toyota. Adapun Hyundai telah menunjukkan rencana investasi. Harianto menambahkan. perpres kendaraan listrik juga menaungi potensi lain, vakni kendaraan flexi engine atau yang dapat menggunakan lebih dari satu jenis hanan bakar, dan Biofuel dari CPO serta etanol. Kebijakan itu sejalan dengan langkah pemerintah menurunkan emisi kendaraan. Industri kendaraan listrik merupakan bagian dari program Pengembangan Low Carbon Emission Vehide (LCEV). Berdasarkan Peta Jalan Industri Otomotif Indonesia, kendaraan listrik ditargetkan masuk tahap industrialisasi pada 2020. Selain itu, produksi lokal kendaraan listrik dimulai pada 2022, mencakup komponen utama vakni baterai, motor, dan power control urut.

Bisnis | Rabu, 2 Januari 2019
Perpres Mobil Listrik Dijanjikan Rampung Akhir Januari 2019

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai kendaraan listrik akan rampung pada Januari 2019. Peraturan tersebut akan menaungi pengembangan kendaraan listrik serta industri penopangnya. Hal tersebut disampaikan Luhut usai rapat koordinasi mengenai kendaraan listrik di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (28/12/2018). Menurutnya perpres tersebut harus tuntas paling lambat akhir Januari 2019. Luhut menjelaskan Kepala Staf Presiden, Kementeria Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sepakat bahwa pemerintah harus melakukan leapfrog dalam pengembangan kendaraan listrik. Perpres yang tengah disusun menurutnya harus dapat menaungi pengembangan mobil listrik, sepeda motor listrik, mobil hidrogen, hingga penggunaan baterai lithium. “Kita terlibat dalam proses research dan produksi [baterai lithium], begitu juga mobil listriknya. Mobil itu kita akan kedepankan mungkin sepeda motor dahulu dengan angkutan kota, per daerah begitu. Nanti baru bertahap pada angkutan sedan,” ujar Luhut.

Produksi baterai lithium menurutnya akan dipenuhi pabrik di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah yang akan dilakukan groundbreaking pada 11 Januari 2019. Selain itu, pembangunan pabrik baterai lithium di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah yang dibangun sejak Agustus 2018 pun menurut Luhut masih berjalan baik. Mewakili Kementerian Perindustrian dalam rapat tersebut, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Harjanto menjelaskan Perpres tersebut disusun untuk menaungi potensi lain yakni kendaraan flexi engine. Kendaraan tersebut merupakan kendaraan yang dapat menggunakan lebih dari satu jenis bahan bakar. Perpres tersebut menurutnya harus dapat menaungi potensi biofuel di dalam negeri yang didapat dari CPO serta etanol. Pengembangan jenis kendaraan tersebut yang dinaungi Perpres menurut Harjanto sejalan dengan langkah Kemenperin untuk menurunkan emisi kendaraan. Kemenperin, menurut Harjanto, memprioritaskan industri dalam negeri dalam pemenuhan komponen utama kendaraan listrik. Dorongan dilakukan dalam bentuk tax holiday, bea masuk ditanggung pemerintah, pembiayaan ekspor, dan bantuan kredit modal kerja untuk pengadaan battery swap. Dia menambahkan, saat ini terdapat banyak pabrikan yang tertarik untuk membangun pabrik kendaraan listrik di Indonesia, seperti Hyundai, Suzuki, dan Toyota. Adapun Hyundai, jelas Harjanto, telah melakukan penjajakan dan menunjukkan rencana untuk berinvestasi.
https://ekonomi.bisnis.com/read/20190102/257/874876/perpres-mobil-listrik-dijanjikan-rampung-akhir-januari-2019