+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Pemerintah Sasar Pasar Baru:

  • Pemerintah Sasar Pasar Baru: Pemerintah mendorong kalangan eksportir biodiesel minyak sawit untuk meningkatkan volume penjualan ke pasar yang sudah mapan sekaligus merintis pasar baru, setelah Amerika Serikat meningkatkan besaran bea masuk antidumping (BMAD) per 21 Februari 2018. Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan pasar baru untuk ekspor biodiesel tidak mudah dan membutuhkan waktu untuk merintisnya. Dibutuhkan dukungan dari kementerian energi dan lingkungan hidup, serta persetujuan dari pabrik otomotif negara yang dituju. “Kami sedang berusaha membuka pasar baru untuk biodiesel. Untuk itu, semua kemungkinan negara di jajaki,” kata Paulus. Saat ini, pihaknya tengah berada di Brussel, Belgia untuk membuka kembali pasar Uni Eropa (UE) untuk ekspor biodiesel, setelah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) awal tahun ini memenangkan Indonesia dan mencabut pengenaan bea masuk antidumping yang dilakukan UE. Sehingga Aprobi sedang melakukan langkah-langkah membuka pasar tersebut. (BISNIS INDONESIA)
  • Industri Biodiesel Seperti Habis Jatuh Tertimpa Tangga (Dilarang Eropa, Dilarang Amerika): Setelah dihambat Eropa, produk biodiesel Indonesia pun diganjal Amerika Serikat (AS) dengan pemberlakuan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD). Kementerian Perdagangan mengancam akan membawa kasus ini ke World Trade Organizations (WTO). Nasib industri biodiesel kita habis jatuh tertimpa tangga. MENTERI Enggartiasto Lukita mengatakan, pemerintah tidak akan tinggal diam dengan kebijakan Amerika itu. Kemendag akan terus berupaya membatalkan putusan tersebut. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan melaporkan kasus itu ke organisasi perdagangan dunia. “Kita ambil semua langkah lah, termasuk ke WTO juga,” cetusnya di Jakarta, kemarin. Produsen biodiesel mengajukan gugatan di forum USCIT atas keputusan yang mengenakan BMAS atas produk biodiesel pada 9 November 2017 lalu. Pradnyawati yakin upaya perusahaan eksportir Indonesia untuk banding atas putusan BMAD akan membuahkan hasil positif. Kebijakan tersebut berdampak negatif bagi produsen dengan terhentinya ekspor biodiesel ke AS. Bea masuk anti-dumping juga akan menekan biodiesel Indonesia. Pemerintah juga bekerja sama dengan Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia (Aprobi) untuk mempersiapkan langkah strategis dalam upaya banding melalui WTO di Jenewa, Swiss. Sebelumnya, Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan mengungkapkan kekhawatirannya akan terjadinya efek domino atas tindakan proteksionis AS dan Uni-Eropa terhadap produk biodiesel Indonesia. “Langkah ini bisa saja ditiru oleh negara tujuan ekspor biodiesel lainnya,” ujar Paulus. Pasalnya, Uni-Eropa juga melakukan penyelidikan antidumping terhadap produk Biodiesel Indonesia dan menerapkan BMAD atas ekspor Biodiesel Indonesia di Eropa. Namun, Indonesia telah memenangkan sengketa di WTO secara telak. (RAKYAT MERDEKA)
  • EKSPOR BIODIESEL CPO, Aprobi: Penjajakan Negara Baru Tujuan Ekspor Butuh Waktu: Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia menilai penjajakan negara baru untuk pengembangan eskpor tidak mudah dan membutuhkan waktu panjang. Pasalnya dibutuhkan dukungan dari departemen terkait di negara tujuan. Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan pasar baru untuk eskpor biodiesel membutuhkan waktu panjang. Dibutuhkan dukungan dari kementerian energi dan lingkungan hidup setempat, serta persetujuan dari pabrik otomotifnya. “Kita sedang berusaha membuka pasar baru untuk biodiesel. Untuk itu semua kemungkinan negara di jajaki,” kata Paulus kepada Bisnis, Rabu (28/2/2018). (BISNIS)

http://industri.bisnis.com/read/20180228/12/744307/ekspor-biodiesel-cpo-aprobi-penjajakan-negara-baru-tujuan-ekspor-butuh-waktu

  • LIPI Rintis Pembuatan Biobutanol: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengembangkan bahan bakar nabati bioetanol sejak 2008 dan merintis produksi biobutanol. Pengembangan biobutanol masih dalam tahap riset di laboratorium. Biobutanol tidak bersifat korosif sehingga tidak merusak mesin. “Untuk pengembangan lebih lanjut, dijajaki kerja sama dengan Korea Invention Promotion Association. Korea Selatan akan memakai bioetanol dipadukan biobutanol pada 2020.” kata peneliti bioenergi LIPI. Hasnan Abimanyu, pada The 2 1 Seminar of Biofuel and IP Policy Consultation, Selasa (27/2), di Jakarta. (KOMPAS)