+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Pemerintah Uji Coba Kereta Api Berbahan Bakar Biodiesel:

  • Pemerintah Uji Coba Kereta Api Berbahan Bakar Biodiesel: Pemerintah melakukan uji coba kereta api menggunakan bahan bakar biodiesel untuk mengurangi polusi udara yang selama ini terus meningkat. Biodiesel kadar 20 persen (B20) itu mulai diuji coba pada lokomotif kereta api di Balaiyasa Lahat, Sumatera Selatan, Sabtu. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rida Mulyana saat peluncuran lokomotif “Rail Test” uji coba penggunaan Biodiesel di Lahat mengatakan, uji coba biodiesel 20 persen (B20) tidak lain untuk mengurangi polusi udara di Indonesia. “Selama ini pencemaran udara terus bertambah akibat kendaraan dan polusi lingkungan lainnya. Jadi kami mencari solusi antara lain lokomotif kereta api akan menggunakan biodiesel,” ujar dia. (OKEZONE)

https://economy.okezone.com/read/2018/02/10/320/1857695/pemerintah-uji-coba-kereta-api-berbahan-bakar-biodiesel

  • Prioritaskan Peremajaan dalam Dana Perkebunan: Serikat Petani Kelapa Sawit mengajukan uji materi peruntukan dana perkebunan bagi biodiesel di Pasal 9 Ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2015 tentang Penghimpunan Dana Perkebunan. Isi pasal itu dinilai bertentangan dengan tujuan dana perkebunan yang diamanatkan Pasal 93 UU No 39/2014 tentang Perkebunan. Nilai bagi subsidi biodiesel 89 persen dari seluruh dana perkebunan didapat Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP)-Kelapa Sawit periode 2015 dan 2016. Untuk peremajaan kebun sawit hanya 1 persen atau Rp 25 juta per hektar. “Kami pinjam ke bank untuk biaya tambahan sekitar Rp 35 juta,” kata Alex Simamora, petani di Tanjung Jabung Barat, Jambi (KOMPAS)
  • Perkebunan Bagian Solusi Dari Masalah Pangan, Energi, Ekonomi, Dan Lingkungan Global: Masyarakat internasional saat ini dan terutama dimasa yang akan datang menghadapi triple-crisis yang mungkin lebih parah dari pada masa-masa sebelumnya. Krisis yang dimaksud adalah krisin pangan (food crisis), krisis energi (energy crisis), dan krisis lingkungan (evironmental crisis), yang salaing terkait dan bila tidak dikelola secara global dapat bersifat trade-off. Ketika krisis tersebut akan mudah menjelma akan mudah menjadi krisis ekonomi, sosial dan keamanan global. Dalam kurun waktu tahun 2010-2050, negara-negara berkembang yang didalamnya 75 persen (sekitar 5 milyar orang) penduduk dunia, akan naik kelas menjadi negara berpendapatan menengah-tinggi. Peningkatan pendapatan dan jumlah penduduk yang begitu besar, akan memerlukan pangan dan energi yang besar pula, yang diperkirakan sekitar 5-10 kali lipat dari produksi pangan dan energi dunia saat ini. Jika tambahan kebutuhan energi tersebut tetap dipenuhi dari bahan bakar fosil (BBF) selain makin mahal, akan mempercepat peningkatan temperatur atmofir bumi. Jika tempertur atmofir bumi meningkat, akan menurunkan produksi pangan global (Cline, 2007) dan kenaikan harga pangan global (Esterling et.al. 2007). Jika tambahan kebutuhan energi tersebut sebagian dipenuhi dari biofuel (tanpa peningkatan produksi bahan baku yang dramatis) akan meningkatkan harga bahan pangan global secara dramatis (FAO, 2007; IFPRI, 2007). Kedua cara memenuhi tambahan kebutuhan energi tersebut akan menimbulkan krisis ekonomi, sosisl dan keamanan global. (SAWIT INDONESIA)

https://sawitindonesia.com/rubrikasi-majalah/berita-terbaru/perkebunan-bagian-solusi-dari-masalah-pangan-energi-ekonomi-dan-lingkungan-global-bagian-i/

  • Petani Uji Materi Kebijakan Pungutan Sawit: Pada 8 Februari 2017, Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mengajukan Uji Materi (Permohonan Keberatan) tepatnya untuk Pasal 9 Ayat (2) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2015 tentang Penghimpunan Dana Perkebunan. Dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT belum lama ini, tuntutan tersebut mengenai PP tentang Penghimpunan Dana Perkebunan ini memberikan ruang bagi penyalahgunaan dana, terutamauntuk subsidi biodiesel dan bukan untuk mendukung pengembangan petani sawit Indonesia yang tertinggal jauh dalam banyak hal, seperti, sumber daya manusia(SDM), pendanaan, dan teknologi. (INFO SAWIT)

https://www.infosawit.com/news/7722/petani-uji-materi-kebijakan-pungutan-sawit