+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Penerapan Bioethanol, DEN Minta Insentif:

Penerapan Bioethanol, DEN Minta Insentif: Penggunaan bauran energi perlu dilakukan untuk altematif bahan bakat Bioeianol bisa dijadikan salah satunya, sayangnya harga bioetanol masih terbilang mahal dibandingkan dengan harga BBM jenis pertamax- “Kalau biodiesel kan ada BP Sawit yang cost produksi dan cost jual oleh Pertamina bisa ditutup. Nah kalau echanol ini, jadi HEP bioetanol lebih tinggi daripada harga jual pertamax sekarang. ladi kalau misalnya Pertamina jual bio pertamax dia harus nambahin cost, selisih dengan pertamax bisa Rp 1.000-Rp2.000,” ujar Sekertaris lenderal DEN Saleh Abdurrahman di Jakarta. Kamis (12/10). (NERACA)

Bahan Bakar Nabati Butuh Insentif Fiskal: Dewan Energi Nasional (DEN) meminta pemerintah memberikan insentif fiskal untuk meningkatkan pemanfaatan bio-etanol. Dalam rencana umum energi nasional (RUEN), penggunaan bioetanol ditargetkan mencapai 0,24 juta kiloliter pada tahun ini. Sementara itu, realisasinya masih nihil. Anggota DEN Syamsir Abduh menyatakan, target bauran bioetanol dapat tercapai jika kebijakan harganya diatur. Misalnya, cukai bioetanol untuk/ue/ grade sebesar Rp 20 ribu per liter sebaiknya dihilangkan. Alasannya, bioetanol fuel grade berbeda dengan food grade. “Selain itu, harus ada insentif untuk bea masuk,” kata Syamsir di Jakarta kemarin (12/10). (JAWA POS)

Mandatori Biodiesel 20% Sulit Terwujud: Dewan Energi Nasional menyatakan mandatori biodiesel sebesar 20% (B20) ternyata sulit berjalan seluruhnya. Padahal aturan soal campuran biodiesel ke bahan bakar umum (BBM) untuk transportasi sudah ada sejak tahun 2015. Mandatori B20 ini tertuang dalam Permen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 12/2015. Di dalamnya mengatur mengenai tahapan kewajiban minimal pemanfaatan biodiesel sebagai campuran bahan bakar minyak (KONTAN)

Biodiesel: Konsumsi B20 Belum Maksimal, Penerapan B30 Berpotensi Ditunda: Hasil sidang Dewan Energi Nasional menyatakan penerapan bahan bakar dengan campuran biodiesel 30% (B30) yang diusulkan pada 2020 berpotensi ditunda karena penerapan bahan bakar campuran 20% atau B20 saja belum maksimal. Sekretaris Jenderal APROBI Stanley Ma mengatakan pemerintah perlu mengoptimalkan pemakaian B20 kepada industri agar peralihan penggunaan B30 bisa berjalan dengan baik. (BISNIS)
http://industri.bisnis.com/read/20171013/44/698707/javascript

• DEN masih optimis target bauran EBT tercapai: Pemerintah masih belum bisa menerapkan pemanfaatan biofuel baik melalui biodiesel B20 pada 2016 dan B30 pada 2020 maupun bioethanol E2 dan E5 pada 2020. Target pemanfaatan biodiesel dan bioethanol ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015. Target tersebut diterapkan bukan hanya untuk menurunkan impor BBM, tetapi juga untuk mencapai target bauran energi di mana EBT dipatok sebesar 23% pada 2025. (KONTAN)
http://industri.kontan.co.id/news/den-masih-optimis-target-bauran-ebt-tercapai
• DEN sebut harus ada insentif untuk bioethanol: Selain bermasalah dengan pemanfaatan biodiesel, pemerintah melalui Dewan Energi Nasional (DEN) juga menyoroti sulitnya menerapkan pemanfaatan bioethanol. Dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 12/2015 telah diatur kewajiban menggunakan bioethanol sebesar 5% mulai Januari 2016 dan 5% pada 2020 untuk sektor usaha mikro, perikanan, pertaninan, transportasi, dan pelayanan umum (PSO). (KONTAN)
http://industri.kontan.co.id/news/den-sebut-harus-ada-insentif-untuk-bioethanol

DEN Usul Insentif untuk Pengembangan Bioetanol: Pemerintah terus mendorong penggunaan bioetanol sebagai alternstif pilihan bahan bakar. Hal itu dilakukan untuk bisa meningkatkan bauran energi. Namun dalam penjualan, harga bioetanol masih lebih mahal dibandingkan jenis bahan bakar lainnya, seperti Pertamax. (DETIK)
https://finance.detik.com/energi/3681245/den-usul-insentif-untuk-pengembangan-bioetanol

Harga Bioetanol Lebih Mahal dari Pertamax, DEN Minta Insentif ke Sri Mulyani: Dalam rangka meningkatkan bauran energi pemerintah mendorong penggunaan bioetanol sebagai alternatif pilihan bahan bakar. Namun kenyataannya, bioetanol terbilang masih mahal dibandingkan jenis bahan bakar lainnya seperti Pertamax. (OKEZONE)
https://economy.okezone.com/read/2017/10/12/320/1793971/harga-bioetanol-lebih-mahal-dari-pertamax-den-minta-insentif-ke-sri-mulyani

Sulit Kembangkan Etanol, Indonesia Pilih Barter dengan Biodiesel Thailand: Pemerintah mendorong penggunaan bioetanol sebagai alternatif pilihan bahan bakar terdepan. Namun, ada kendala lain karena harga jual bahan bakar berbasis etanol masih mahal ketimbang pertamax dan bahan bakar sejenisnya. Anggota DEN Rinaldy Dalimi mengatakan, selama ini etanol digunakan pada bahan makanan dan selebihnya di ekspor. (OKEZONE)
https://economy.okezone.com/read/2017/10/12/320/1794050/sulit-kembangkan-etanol-indonesia-pilih-barter-dengan-biodiesel-thailand

DEN Minta Insentif Fiskal untuk Pencampuran BBM dan Etanol: Dewan Energi Nasional (DEN) mengharapkan adanya insentif fiskal dari Kementerian Keuangan (Kemeneku) untuk mendukung program pencampuran bahan bakar minyak (BBM) dengan bioetanol. Sekretaris Jenderal DEN Saleh Abdulrrahman mengatakan, salah satu kendala belum tercampurnya etanol dengan bensin karena harga yang tinggi. Dia menyebut harga etanol lebih mahal sekitar Rp1.000 sampai Rp2.000 dibanding Pertamax 92. (SINDONEWS)
https://ekbis.sindonews.com/read/1247741/34/den-minta-insentif-fiskal-untuk-pencampuran-bbm-dan-etanol-1507798151

Mandatori biodiesel 20% sulit terwujud: Dewan Energi Nasional menyatakan mandatori biodiesel sebesar 20% (B20) ternyata sulit berjalan seluruhnya. Padahal aturan soal campuran biodiesel ke bahan bakar umum (BBM) untuk transportasi sudah ada sejak tahun 2015. Mandatori B20 ini tertuang dalam Permen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 12/2015. Di dalamnya mengatur mengenai tahapan kewajiban minimal pemanfaatan biodiesel sebagai campuran bahan bakar minyak. (KONTAN)
http://industri.kontan.co.id/news/mandatori-biodiesel-20-sulit-terwujud

Indonesia Akan Tawarkan Thailand Pertukaran Biodiesel Dengan Etanol: Anggota DEN, Rinaldy Dalimi, mengatakan pihaknya berencana akan melakukan swap atau pertukaran dengan Thailand yang memiliki etanol dengan tingkat kemurnian tinggi. Sementara negeri gajah itu akan mendapat biodiesel dari Indonesia. Rencana itu nantinya masih harus didiskusikan terlebih dahulu dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM. (JAWAPOS)
https://www.jawapos.com/read/2017/10/12/162333/indonesia-akan-tawarkan-thailand-pertukaran-biodiesel-dengan-etanol

Takut Mogok, Kendaraan Tempur Belum Pakai Solar Campur Biodiesel: Dewan Energi Nasional (DEN) menyatakan masih ada kendaraan yang belum memakai B20 atau bahan bakar dengan campuran 20% biodiesel dan 80% minyak bumi. Lokomotif dan kendaraan tempur belum memanfaatkan energi tersebut. Alasannya karena khawatir penggunaan B20 akan membuat mesin mogok. Penerapan B20 masih ada kendala, terutama untuk kendaraan alat berat. Ada keberatan dari alutsista dan lokomotif untuk terapkan B20,” jelasnya di Kementerian ESDM (DETIK)
https://finance.detik.com/energi/3681151/takut-mogok-kendaraan-tempur-belum-pakai-solar-campur-biodiesel

Rencana Tingkatkan Kandungan Biodiesel 30% di 2020 Ditunda: Salah satu poin yang dibahas dalam sidang ke-23 Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Menteri ESDM, Ignasius Jonan, selaku Ketua Harian DEN, ialah tentang evaluasi bahan bakar nabati. Anggota DEN, Syamsir Abduh, menjelaskan penerapan bahan bakar nabati B30 yang diusulkan di 2020 ditunda. (DETIK)
https://finance.detik.com/energi/3681052/rencana-tingkatkan-kandungan-biodiesel-30-di-2020-ditunda

Pencampuran Bensin dengan Ethanol Butuh Insentif Fiskal: Dewan Energi Nasional (DEN) mengharapkan insentif fiskal dari Kementerian Keuangan, untuk mendukung program pencampuran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis gasoline atau bensin dengan bioethanol. Sekretaris Jenderal DEN Saleh Abdulrrahman mengatakan, salah satu kendala belum tercampurnya ethanol dengan bensin karena harga yang tinggi. Dia menyebut, harga ethanol lebih mahal sekitar Rp 1.000 sampai Rp 2.000 dari Pertamax 92. (LIPUTAN6)
http://bisnis.liputan6.com/read/3126333/pencampuran-bensin-dengan-ethanol-butuh-insentif-fiskal

Biodiesel 20% tersendat, terapan B30 dikaji ulang: Rencana pemerintah untuk bisa memanfaatkan bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel tidak berjalan sesuai rencana. Hingga saat ini, penerapan kewajiban minimal pemanfaatan biodiesel sebesar 20% (B20) tidak bisa dilaksanakan sepenuhnya oleh pemerintah dan badan usaha terkait. (KONTAN)
http://industri.kontan.co.id/news/biodiesel-20-tersendat-terapan-b30-dikaji-ulang

Rencana Penerapan Biodiesel B30 Berpotensi Mundur: Dewan Energi Nasional (DEN) mempertimbangkan untuk menunda mandatori pemanfaatan biodiesel sebesar 30% (B30) pad 2020. Hal ini lantaran masih banyak sektor transportasi dan industri yang belum siap menerapkannya. Anggota DEN Syamsir Abduh mengungkapkan, saat ini penerapan biodiesel 20% (B20) saja masih menemui kendala khususnya untuk kendaraan alat berat. (SINDONEWS)
https://ekbis.sindonews.com/read/1247676/34/rencana-penerapan-biodiesel-b30-berpotensi-mundur-1507787672

Program Penerapan Biodiesel pada 2020 Terancam Ditunda: Dewan Energi Nasional (DEN) mengusulkan penundaan pemanfaatan biodiesel B30 yang awalnya dicanangkan untuk 2020. B30 sendiri merupakan biodiesel dalam campuran solar yang semula 20 persen ditingkatkan menjadi 30 persen. Dalam hal ini, DEN merekomendasikan penyusunan prosedur standar yang lebih sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI). (TEMPO)
https://bisnis.tempo.co/read/1024231/program-penerapan-biodiesel-pada-2020-terancam-ditunda

DEN: Tiga Jenis Kendaraan tak Cocok Pakai B20: Dewan Energi Nasional (DEN) menyampaikan penerapan minyak solar yang bercampur dengan minyak sawit 20 persen atau B20 sampai saat ini masih terkendala. Beberapa mesin kendaraan yang disasar menggunakan B20 ternyata tidak cocok. Mulanya, penerapan B20 menyasar segala jenis kendaraan. Namun Anggota DEN Syamsir Abduh menyebutkan, untuk mesin alat berat, lokomotif kereta, dan alutsista tidak cocok menggunakan B20. (METROTVNEWS)
http://ekonomi.metrotvnews.com/energi/Wb72yD2N-den-tiga-jenis-kendaraan-tak-cocok-pakai-solar-bercampur-20-biodiesel

* Menteri ESDM Ignasius Jonan selaku Ketua Harian DEN adalah tentang evaluasi bahan bakar nabati. Anggota DEN Syamsir Abduh menjelaskan program penerapan bahan bakar nabati B30 yang diusulkan di 2020 ditunda. B30 sendiri merupakan campuran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang ditingkatkan menjadi 30%. Sebelumnya aturan pemanfaatan biodiesel sudah ditingkatkan dari B10 ke B20. (MEDANBISNISDAILY)
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/10/13/322200/program_biodiesel_30_ditunda/

DEN minta penerapan B30 di 2020 ditunda: Dewan Energi Nasional (DEN) menggelar sidang anggota ke-23 di Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (12/10). Sidang tersebut membahas evaluasi pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN). Sidang tersebut menghasilkan usulan penundaan mandatori pemanfaatan biodiesel ditingkatkan menjadi 30 persen (B30) pada 2020. (MERDEKA) https://www.merdeka.com/uang/den-minta-penerapan-b30-di-2020-ditunda.html

DEN Usulkan Penerapan Biodesel 30 Persen Ditunda: Dewan Energi Nasional (DEN) mengumumkan hasil Sidang Anggota ke-23 yang dilakukan pada Kamis (12/10/2017). Pada rapat tersebut Anggota DEN Syamsir Abduh, mengungkapkan kalau DEN mengusulkan untuk menunda mandatori pemanfaatan biodiesel sebesar 30 persen (B30) pada 2020. (TRIBUNNEWS)
http://www.tribunnews.com/bisnis/2017/10/12/den-usulkan-penerapan-biodesel-30-persen-ditunda

Pesawat Terbang Ditargetkan Pakai Avtur Bercampur Sawit pada 2018: Pesawat terbang ditargetkan mulai menggunakan avtur yang dicampur dengan minyak kelapa sawit (bioavtur) sebesar 0,01 persen pada 2018. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Syamsir Abduh mengatakan, ‎dalam kebijakan pengembangan biofuel di Indonesia, pesawat udara masuk di dalamnya. (LIPUTAN6)
http://bisnis.liputan6.com/read/3126482/pesawat-terbang-ditargetkan-pakai-avtur-bercampur-sawit-pada-2018

Sri Mulyani Diminta Korting Bea Masuk bagi Produsen Etanol: Dewan Energi Nasional (DEN) meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memangkas tarif bea masuk bagi produsen Bahan Bakar Nabati (BBN) atau etanol karena pasokan yang masih langka. Saat ini, penggunaan etanol masih minim, lantaran harganya lebih tinggi dibandingkan Bahan Bakar Minyak (BBM), terutama jenis Pertamax. (CNNINDONESIA)
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20171012153142-85-247981/sri-mulyani-diminta-korting-bea-masuk-bagi-produsen-etanol/