+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Penerapan RED II akan turunkan ekspor sawit Indonesia:

  • Penerapan RED II akan turunkan ekspor sawit Indonesia: Parlemen Uni Eropa (UE) telah bersepakat menyetujui proposal Renewable Energy Directive (RED) II. Proposal tersebut akan mengeluarkan penggunaan biodiesel yang terbuat dari minyak sawit. Peraturan tersebut direncanakan akan berlaku pada tahun 2021. Minyak sawit tidak lagi digunakan dalam campuran biodiesel di Eropa karena penggunaannya untuk bahan makanan. (KONTAN)

http://industri.kontan.co.id/news/penerapan-red-ii-akan-turunkan-ekspor-sawit-indonesia

  • Harga Minyak Sawit Malaysia Diramal Naik Tiga Bulan ke Depan: Analis minyak nabati James Fry memperkirakan harga minyak sawit Malaysia akan meningkat menjadi 2.700 ringgit (USD685,98) per ton dalam tiga bulan ke depan, akibat turunnya stok dan meningkatnya permintaan dari Indonesia. merujuk pada sebuah badan pemerintah yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan pungutan kelapa sawit untuk membiayai subsidi biodiesel di Indonesia. Indonesia mendorong untuk meningkatkan penggunaan biodiesel untuk memotong tagihan impor minyak dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Mandat yang lebih tinggi juga menyerap lebih banyak minyak kelapa sawit dari pasar untuk membuat biodiesel, meningkatkan permintaan dan mendorong harga. (SINDO)

https://ekbis.sindonews.com/read/1275329/35/harga-minyak-sawit-malaysia-diramal-naik-tiga-bulan-ke-depan-1516446533

  • Pasar Ekspor Biodiesel Makin Sempit: Serangan terhadap produk minyak kelapa sawit semakin gencar. Apalagi Parlemen Uni Eropa (UE) menyetujui proposal renewable energy Directirve (RED) II yang menolak biodiesel dari minyak sawit sebagai bahan baku energi terbarukan. Kebijakan ini akan membuat produk biodiesel asal Indonesia tidak diterima di UE. Padahal, tanpa ada kebijakan itu saja, ekspor biodiesel Indonesia telah menurun tajam. Berdasarkan data Gapki, ekspor biodiesel ke Uni Eropa turun drastis dari US$ 635 juta pada 2013 menjadi US$9 juta pada 2016. (HARIAN KONTAN)
  • Bantah Subsidi Biodiesel: Dono Boestami, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa sawit (BPDPKS), membantah bahwa dana yang diterima pelbagai perusahaan dari BPDPKS adalah subsidi pemerintah kepada perusahaan. Sebab menurutnya, penerima keuntungan dari kebijakan itu adalah masyarakat. Yang mendapat keuntungan adalah masyarakat karena biodiesel dibeli oleh PLN dari Pertamina dan PT AKR (Corporindo Tbk. (HARIAN KONTAN)
  • Menteri Enggar Kudu Ambil Sikap Tegas: Keputusan Partemen Uni Eropa yang menyetujui penghapusan CPO sebagai salah satu bahan baku blofuel membuat pengusaha sawit Indonesia kelimpungan. Kebijakan tersebut akan membuat penjualan ekspor melempem. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kudu ambil sikap tegas. Parlemen Eropa setelah menyetujui proposal undang-undang yang akan diajukan ke Menteri Uni Eropa mengenai penggunaan energi terbarukan. Salah satunya kebijakan yang dihasilkan ada menghapus CPO sebagai salah satu bahan dasar biofuel. (RAKYAT MERDEKA)
  • RI Tolak Diskriminasi Sawit Parlemen UE: Pemerintah Indonesia menolak hasil jajak pendapat (voting) Parlemen Uni Eropa (UE) yang menyetujui penghapusan penggunaan minyak sawit mulai 2021. Hasil jajak pendapat yang digelar 17 Januari 2018 itu bukan hanya semakin merusak citra sawit Indonesia, namun juga berpotensi menurunkan nilai ekspor RI ke UE secara keseluruhan. Dalam keterangan yang dikirimkan KBRI Brussels, kemarin. Pemerintah Indonesia menyayangkan dan menolak report Parlemen Eropa yang melakukan diskriminasi dengan mengusulkan untuk phase out palm oil based biofuel pada 2021.  (INVESTOR DAILY INDONESIA)

Tetap Yakin Setelah Keputusan UE: Keputusan Parlemen Uni Eropa pada lalu terkait dengan larangan penggunaan minyak sawit mentah sebagai bahan bakar alternatif menimbulkan kekecewaan bagi negara eksportir, terutama Malaysia dan Indonesia, kontributor utama pasar Benua Biru. Sumbangan kedua negara itu mencapai 7 juta ton setiap tahun. Analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar menuturkan, keputusan dari Parlemen UE terkait dihapuskannya CPO sebagai bahan dasar biofuel memicu kecemasan produsen utama dunia pada komoditas perkebunan tersebut. (BISNIS INDONESIA