+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Pengamat: Perkembangan Bioetanol Sulit Tanpa Adanya Subsidi:

Perkembangan bioetanol sebagai bahan bakar nabati (BBN) pengganti bensin sulit diharapkan karena tidak adanya subsidi BBN dalam RAPBN 2018 sebagaimana keputusan Rapat Kerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dengan Komisi VII DPR RI pada 11 Oktober 2017. Pemerhati Energi Baru Terbarukan dari Universitas Proklamasi 45, M. Sigit Cahyono, mengungkapkan, pencabutan subsidi akan mematikan industri bioetanol sebab dibutuhkan untuk menutup biaya pokok produksi (BPP) yang lebih tinggi daripada Pertamax. Tanpa subsidi, operator tidak akan mau mencampur bioetanol dengan produk mereka karena akan merugi. Tentunya, hal ini bertolak belakang dengan target pemerintah untuk melakukan mandatory penggunaan bioetanol ke dalam bensin sebanyak 0,24 juta kiloliter tahun ini, sebagaimana Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang telah disahkan Presiden Jokowi. (ANTARA)