+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Pengusaha Dorong Program B30 Dikebut (Dongkrak Penyerapan Biodiesel Lokal):

• Pengusaha Dorong Program B30 Dikebut (Dongkrak Penyerapan Biodiesel Lokal): Pengusaha mendorong pemerintah untuk mengebut penerapan program pencampuran biodiesel ke solar 30 persen (B30). Kebijakan ini akan membantu penyerapan biodiesel lokal. DIREKTUR Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (Gimni) Sahat Sinaga mengatakan, dengan penerapan B30 akan membantu industri sawit nasional. Sebab, kebijakan ini akan meningkatkan pemakaian biodiesel domestik. Menurut Sahat, saat ini serapan biodiesel di pasar domestik cuma 27 persen dari total produksi. Jumlah tersebut sudah termasuk dengan biodiesel untuk program B20. Dengan program B30, maka serapan domestik akan naik dari 27 persen menjadi 35 persen. Artinya domestik lebih kuat dan bisa mengurangi ketergantungan kepada pasar global. “Saat ini jumlahnya 2,5 juta ton. Dengan naik jadi 30 persen ada tambahan 1 ,5 juta ton menjadi 4 juta ton,” paparnya. (RAKYAT MERDEKA)

• Seperti Apa Misi Dagang Menteri Enggar di Cile?: Menteri Enggar memanfaatkan peluang itu untuk menggairahkan ekonomi Indonesia dari Amerika Latin. Bahkan, ia bisa meluncurkan bus turistik dengan desain khusus Indonesia di Santiago, ibu kota negeri Cile. Peluang lainnya adalah melalui perusahaan susu terbesar di Cile, Cooperativa Agricola y Lechera de La Union Ltda (Colun), melalui investasi langsung di Indonesia. Misi dagang ke Cile memboyong tujuh delegasi bisnis Indonesia, yakni GAPKI, Asosiasi Produsen Bio Diesel Indonesia (Aprobi), PT Wilmar International, CV Home Fashion, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Sentra Surya Ekajaya, dan BPDPKS. (BERITA SATU)
http://www.beritasatu.com/bisnis/469486-seperti-apa-misi-dagang-menteri-enggar-di-cile.html

• Realisasi Bauran Bioetanol Tahun Ini Masih Nol: Dewan Energi Nasional (DEN) merevisi target bauran bioetanol dari 5 persen menjadi 2 persen. Minimnya suplai dari produsen bioetanol di tanah air menjadi kendala bioetanol sebagai campuran BBM. Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan, selama ini suplai dari produsen lokal tidak mencukupi. ’’Tetapi, perlahan akan kami tingkatkan menjadi 5 persen saat produsen bioetanol sudah siap. Selain itu, sosialisasi ke produsen mobil perlu dilakukan karena ini terkait erat dengan mereka,” ujarnya(JAWA POS)
https://www.jawapos.com/read/2017/12/20/176346/realisasi-bauran-bioetanol-tahun-ini-masih-nol

• Paspi Klaim Raja CPO Dunia Sekarang Milik Indonesia: Direktur Eksekutif PASPI Tungkot Sipayung mengatakan saat ini Indonesia merupakan raja CPO dunia seiring terus meningkatnya luasan tanaman sawit nasional. Menurut Sipayung pada workshop jurnalistik dengan tema “Jurnalis Menguak Fakta dibalik Industri Kelapa Sawit” di Banjarmasin. Indonesia juga bakal menjadi raja “oleokimia” dunia, yaitu produsen sabun, detergen, shampoo, pelumas, bioplastik dan lainnya, juga raja “biofuel” dengan industri, biodiesel, bioethanol, bioavtur dan lainnya. Saat ini, tambah dia, pemerintah bersama pengusaha, sedang mempersiaphakan, untuk hilirisasi berbagai produk dari kelapa sawit tersebut. “Saat ini, kita baru sebagai raja CPO, karena hilirisasi yang kita lakukan belum maksimal, tetapi pada 2045, semua cita-cita tersebut, akan terlaksana,” katanya. (WARTA EKONOMI)
https://www.wartaekonomi.co.id/read164874/paspi-klaim-raja-cpo-dunia-sekarang-milik-indonesia.html

• Pemerintah Segera Uji Coba Program Bioetanol E2: Pemerintah akan memulai uji coba pencampuran bahan bakar dengan kadar etanol sebanyak dua persen pada kendaraan roda empat atau mobil yang menggunakan BBM non-PSO dan nonsubsidi. “Pemerintah sedang mendorong uji etanol dua persen (E2) di mana pasokan masih memungkinkan,” kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Seharusnya uji coba sudah memasuki tahap campuran etanol lima persen, namun karena terkendala dari sisi ‘suply’ atau pasokan baru akan di mulai pada kadar campuran dua persen. Ia juga menjelaskan bahwa perlahan kandungan akan ditingkatkan hingga pada angka lima persen. Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM nomor 12 tahun 2015 tentang kewajiban minimal pemanfaatan bioetanol sebagai campuran bahan bakar minyak, untuk pemakaian transportasi non-PSO dan industri, seharusnya sudah dilakukan pada April 2015, untuk kadar dua persen. (OKEZONE)
https://economy.okezone.com/read/2017/12/20/278/1833291/pemerintah-segera-uji-coba-program-bioetanol-e2

• Minyak Kanola Australia Terbaik di Eropa: Australia telah mengamankan akses ke pasar biodiesel Eropa senilai satu miliar dolar untuk produk minyak canola, hanya dua minggu dari tanggal penentuan batas keunggulan. Lembaga penelitian utama Australia CSIRO menemukan bahwa dengan menggunakan minyak kanola Australia dalam rantai pasokan biodiesel menghasilkan setengah emisi gas rumah kaca dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar fosil, pada saat dipompa ke mobil. Eropa telah memperketat Target Penghematan Energi Gas Rumah Kaca Terbarukannya menjadi 50 persen dari emisi yang bersumber dari mineral diesel, sebuah bahan bakar fosil. Target ini akan mulai berlaku pada 1 Januari. Dan target ini telah ditetapkan pada angka 35 persen. “Minyak Kanola Australia sangat kompetitif di pasar global dalam hal profil gas rumah kaca untuk minyak canola untuk biodiesel,” kata pemimpin tim CSIRO, Sandra Eady. (TEMPO
https://www.tempo.co/abc/654/minyak-kanola-australia-terbaik-di-eropa

• Emiten Perkebunan Fokus pada Peningkatan Produksi: Emiten perkebunan, PT UNSP, kian fokus pada program revitalisasi perkebunan dan fasilitas produksi untuk menjaga produktivitas kebun inti sawit dan karet. Hal ini dilakukan di tengah fluktuasi harga komoditas CPO dunia pada sembilan bulan pertama 2017 dan diskon harga jual CPO domestik akibat kebijakan pemerintah tentang CPO Fund yang mewajibkan 50 dollar AS per ton CPO untuk subsidi program biodiesel nasional. (KORAN JAKARTA)
http://www.koran-jakarta.com/emiten-perkebunan-fokus-pada-peningkatan-produksi/