+62 2129380882 office@aprobi.co.id

PENOLAKAN BIODIESEL CPO, Kemendag: Belum Ada Putusan Final:

  • PENOLAKAN BIODIESEL CPO, Kemendag: Belum Ada Putusan Final: Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menuturkan hingga saat ini keputusan Uni Eropa menghapus biodiesel yang berbahan baku minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) masih dalam proses, sehingga belum menjadi hasil akhir. “Keputusan phase out itu kan masih akan di bahasa sama dewan dan parlemen Eropa,” sebut Oke kepada Bisnis. Seperti diketahui Uni Eropa berencana menghapus penggunaan energi dari sumber terbarukan biodiesel yang berasal minyak kelapa sawit mentah ditentang pemerintah Indonesia. Parlemen Uni Eropa bahkan melakukan jajak pendapat (voting) untuk mengambil keputusan rencana menghapus penggunaan energi terbarukan dari crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah) pada 2021. (BISNIS)

http://industri.bisnis.com/read/20180212/12/737771/javascript

  • Pemerintah Mulai Rail Test Biodiesel untuk Kereta Api: Pemerintah mulai melaksanakan rail test penggunaan biodiesel 20% (B20) pada kereta api di Lahat, Sumatera Selatan. Rail test ini guna mengoptimalkan pemanfaatan biodiesel sebagai bahan bakar ramah lingkungan. Biodiesel kadar 20% (B20) itu mulai diuji coba pada lokomotif kereta api di Balaiyasa Lahat, Sumatera Selatan, akhir pekan lalu. Rail test dilakukan pada lokomotif jenis CC205 dan CC206 yng digandeng untuk menarik batubara. Satu unit lokomotif menggunakan biodiesel kadar 10%, satu unit lagi memakai biodiesel 20%.  Tujuan rail test ini diharapkan agar pemanfaatan bioedisel dapat berjalan di PT KAI dan terjadi peningkatan dari pemanfaatan biodiesel di PT KAI,” kata Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Kementerian ESDM Dadan kusdiana (INVESTOR DAILY INDONESIA)
  • Sawit Kembali Jadi Penyumbang Devisa Terbesar: Komoditas kelapa sawit kembali menjadi penyumbang devisa terbesar. Berdasarkan catatan BPS, neraca perdagangan Indonesia pada 2017 mengalami surplus US$ 11,84 miliar dan sama seperti 2016 penyumbang devisa terbesar masih berasal dari ekspor minyak sawit dan produk turunannya. Pada 2016, ekspor minyak sawit dan produk turunannya (tidak termasuk biodiesel dan oleokimia) USS 18,22 miliar dan pasa 2017 melejit hingga 26% menjadi US$ 22,97 miliar. (INVESTOR DAILY INDONESIA)