+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Perang dagang AS-China akan berdampak pada biodiesel:

Perang dagang AS-China akan berdampak pada biodiesel: Perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan China akan berdampak pada biodiesel Indonesia. Meski begitu pengaruh yang dihasilkan dari perang dagang tersebut belum terasa hingga saat ini. “Potensi pengaruhnya tentu ada, tapi sampai saat ini kami melihat masih belum ada pengaruh nyata,” ujar Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan. Pengaruh dari perang dagang tersebut ada beberapa skenario. Paulus bilang pengaruh itu bisa positif dan bisa juga negatif bagi Indonesia. Padahal sebelumnya China dapat menjadi pasar baru bagi biodiesel Indonesia. Hal itu dapat mengurangi ketergantungan biodiesel Indonesia terhadap AS. Asal tahu saja, kebutuhan biodiesel China dinilai akan meningkat mengingat penerapan kebijakan B5. Namun, kebijakan tersebut belum berjalan lancar. “China sudah punya program B5, namun belum berjalan dengan baik,” terang Paulus. (KONTAN)
https://industri.kontan.co.id/news/perang-dagang-as-china-akan-berdampak-pada-biodiesel

Boikot Ekspor Minyak Sawit ke Uni Eropa Bisa Dilakukan: Adanya usulan Resolusi Sawit di Parlemen Uni Eropa pada awal tahun 2018 ini sontak mendorong protes dari segenap produsen minyak sawit di dunia. Langkah ini juga mendorong pemerintah Indonesia menggalang dukungan dari negara produsen minyak sawit lainnya di dunia untuk mendorong Uni Eropa mempertimbangkan kembali kebijakan larangan penggunaan minyak sawit untuk biofuel pada 2021 tersebut. Sementara di Indonesia, resolusi sawit itu tak pelak memunculkan kegeraman para pelaku sawit dan asosiasi petani. Bahkan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mendorong pemerintah Indonesia untuk melakukan boikot ekspor minyak sawit ke Uni Eropa. Menurut Direktur Eksekutif Council Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Mahendra Siregar, memboikot ekspor ke Uni Eropa muncul karena adanya resolusi Uni Eropa yang menuding komoditas sawit sebagai biang perusak hutan dan secara hitungan, ini bisa dilakukan. (INFO SAWIT)
https://www.infosawit.com/news/7922/boikot-ekspor-minyak-sawit-ke-uni-eropa-bisa-dilakukan

Ubah Minyak Goreng Bekas Jadi Biodiesel, Dapat Tawaran Bangun Pabrik di Luar Negeri: Putra asli daerah Kabupaten Pangkep, Andi Hilmy Mutawakkil patut berbangga, ia terpilih menjadi delegasi Indonesia berangkat ke Toronto, Kanada. Ia berangkat mengikuti ajang Internasional Global Student Entrepreneur Awards (GSEA) 2018. Hilmy sapaanya berangkat ke Kanada menjadi delegasi Indonesia, sebagai pengusaha muda yang merintis usaha minyak goreng bekas, atau biasa disebut dengan minyak jelantah, menjadi biodiesel. Hingga hari ini, Ia masih berada di Kanada bersama 56 perwakilan negara lainnya. Ia pun pernah ditawari oleh Inggris dan Selandia untuk membangun pabrik biodiesel disana. Tetapi, ia memilih untuk tetap mengembangkan usahanya di Indonesia. (FAJAR ONLINE)
http://fajaronline.co.id/read/46909/ubah-minyak-goreng-bekas-jadi-biodiesel-dapat-tawaran-bangun-pabrik-di-luar-negeri

Pemerintah Nggak Perlu Reaktif Sikapi Uni Eropa (Proses Pembuatan Kebijakan Belum Final): Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) menyebutkan, pemerintah harusnya mencari solusi atas sikap Uni Eropa yang membatasi impor crude palm oil (CPO) asal Indonesia. Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita meminta izin Wakil Presiden untuk membuat tindakan balasan terhadap Uni Eropa. Dia mengancam akan menghentikan pembelian pesawat buatan Eropa, terkait kebijakan Uni Eropa soal pembatasan impor CPO tersebut. Direktur Eksekutif Elsam, Wahyu Wagiman menuturkan, respons pemerintah Indonesia, seperti disampaikan Menteri Perdagangan, terlalu berlebihan terhadap Resolusi Parlemen Uni Eropa terkait larangan penggunaan minyak kelapa sawit sebagai biofuel (bahan bakar nabati) mulai tahun 2021. (RAKYAT MERDEKA)