+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Perjuangkan Biodiesel, Indonesia Tantang AS:

  • Perjuangkan Biodiesel, Indonesia Tantang AS: Indonesia berencana menentang keputusan Amerika Serikat terkait biodiesel Indonesia di Organisasi Perdagangan Dunia Sebelumnya, AS mengambil sikap untuk menentang dumping biodiesel dan subsidi yang dilakukan Indonesia. Kebijakan AS tersebut kemudian menyebabkan biodiesel dari Indonesia dan Argentina tidak akan bisa masuk pasar AS, yang mencapai 159 persen biodiesel Argentina dan 341 persen biodiesel Indonesia. “Kebijakan anti-dumping dan keputusan anti-subsidi yang dikenakan bagi biodiesel Indonesia menunjukan kecatatan hukum pengampunan dagang (trade remedy law),” kata Menteri Perdagangan Indonesia (EKONOMI)

http://ekonomi.akurat.co/id-174406-read–perjuangkan-biodiesel-indonesia-tantang-as

  • Industri Kelapa Sawit Terancam Gulung Tikar: Industri kelapa sawit nasional menghadapi problem serius. Itu setelah Uni Eropa (UE) bersikukuh melarang penggunaan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebagai bahan baku biofuel mulai 2021. Kondisi itu diperburuk dengan niat India mengenakan bea masuk lebih tinggi. India diketahui menaikkan bea masuk CPO dan minyak sawit olahan (refined palm oil) mulai l Maret 2018. Bea masuk CPO naik menjadi 44 persen dari sebelumnya 30 persen dan minyak sawit olahan  dari 40 persen menjadi 54 persen. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), India merupakan pasar terbesar ekspor CPO tahun lalu senilai USD 4,9 miliar atau sebanyak 7,32 juta ton. Sepanjang tahun lalu, nilai ekspor CPO mencapai USD 22,97 miliar. Itu terbagi untuk UE 5,03 juta ton, India 7,6 juta ton dan Tiongkok 3,73 juta ton. Selengkapnya lihat grafis. Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Danang Girindrawardana menyebut bisa merekomendasikan pada setiap anggotanya untuk menghentikan seluruh ekspor CPO dan produk turunan ke Eropa. Kondisi itu dipastikan akan menyulitkan UE. Maklum, produk susu, cokelat, dan produk perawatan kulit dari Eropa memakai bahan baku dan bahan penolong dari CPO foodgrade. (INDO POS)

 

  • Ekspor Minyak Sawit Tembus 2,74 Juta Ton (JANUARI 2018): Ekspor minyak sawit sepanjang Januari 2018 mencapai 2,74 juta ton, atau meningkat 4,18% dari Desember 2017 yang tercatat sebesar 2,63 juta ton. Permintaan minyak sawit di pasar global yang cenderung melemah membuat kenaikan kinerja ekspor tidak signifikan. Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Togar Sitanggang mengatakan, angka ekspor tersebut hanya untuk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya dan tidak termasuk biodiesel dan oleokimia. Permintaan pasar global yang cenderung melemah telah memicu penurunan harga CPO global. Pada awal 2018, pasar minyak sawit global cukup menjanjikan, ini tercermin dari harga minyak sawit yang meningkat pada dua pekan pertama di kisaran US$ 675- 697,50 per metrik ton (mt). Namun demikian, pada pekan ketiga dan keempat Januari 2018, harga terus menurun hingga menyentuh US$ 652,50 per mt. (INVESTOR DAILY INDONESIA)