+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Pilihan Teknologi Masa Depan

kendaraan berbahan bakar efisien “Tidak bisa tidak.” Itu adalah jawaban Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono saat ditanya tentang kesiapan pabrikan menghadapi era mobil bertenaga energi terbarukan. Saat ini ada tiga teknologi otomotif yang dapat menjawab tantangan tersebut, yakni biofuel, hybrid, dan mobil listrik (EV). Ketiganya, menurut Warih, memiliki potensi untuk diterapkan di Indonesia. Dari ketiganya itu, ada yang memiliki persiapan terbilang besar, ada yang sederhana. Indonesia sudah mulai bergerak ke arah penggunaan bahan bakar biofuel. Penerapan biodiesel atau solar dengan campuran minyak sawit sudah berlaku sejak tahun lalu, yang mana 20% kandungan solar adalah minyak sawit atau dikenal dengan B20. Saat ini, Indonesia pun telah bersiap menuju B30 alias campuran 30%. Proses ini dinilai tidak akan ada masalah. Ketersediaan bahan mentah dalam negeri sangat memungkinkan. Paling soal mesin yang perlu penyesuaian. Baru-baru ini sejumlah konsumen mengeluhkan masalah penggunaan solar B20 yang membuat truk lebih sering ganti filter. Seperti disampaikan pengguna truk Hino, filter yang kotor mengurangi tenaga yang dihasilkan mesin. Namun, kata Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Hino Motor Sales Indonesia Santiko Wardoyo, soal filter kotor bukan masalah serius. “Paling kalau kotor tenaganya saja kurang. Kalau sudah dibersihkan, ya balik (normal) lagi.” Saat ini Toyota bersama dengan PT Pertamina dan PT Rajawali Nusantara Industri (RNI) tengah mengembangkan bahan bakar etanol. Warih mengatakan dari segi mesin kendaraan Indonesia siap 100% etanol. (BISNIS INDONESIA)