+62 2129380882 office@aprobi.co.id

Pola Produksi Tahun Ini Relatif Normal:

Pola Produksi Tahun Ini Relatif Normal: “Produksi Juni memang sedikit menurun, tapi memang begitu pola normalnya. Juga, ada pengaruh jumlah hari kerja. Pola produksi tahun ini relatif normal, yakni pada semester pertama sekitar 40-45% dan semester kedua berkisar 60-65%,” kata Direktur PPKS Medan Hasril Hasan Siregar saat dihubungi dari Jakarta, kemarin. Sementara itu, ekspor minyak sawit nasional untuk jenis CPO, lauric oil, dan biodiesel pada semester I-2018 diprediksi mencapai 15,98 juta ton. Untuk Januari- April 2018, ekspor CPO, lauric oil, dan biodiesel dengan mengacu data Gapki berturut-turut sebanyak 2,84 juta ton, 2,48 juta ton, 2,53 juta ton, dan 2,64 juta ton. Tim PPKS Medan mengestimasikan bahwa ekspor pada Mei dan Juni 2018 masing-masing 2,78 juta ton dan 2,71 juta ton. Per Juni 2018, stok CPO nasional diproyeksikan 3,63 juta ton yang mana produksi pada Juni 2018 diprediksi mencapai 3,62 juta ton dan konsumsi domestik diperkirakan mencapai 950 ribu ton. Sebelumnya, Gapki memperkirakan produksi CPO nasional tahun ini bisa mencapai 40 juta ton, atau tumbuh sekitar 5% dari estimasi produksi 2017 yang sebesar 38 juta ton. Kondisi cuaca yang mendukung pertanaman sawit menjadi pemicu utama naiknya produksi komoditas perkebunan tersebut. (BERITASATU)

http://id.beritasatu.com/home/pola-produksi-tahun-ini-relatif-normal/177309

Uni Eropa Boikot CPO RI, Harga TBS Kelapa Sawit Anjlok Cuma Rp 950/Kg: Rencana Uni Eropa memboikot produk CPO Indonesia dan Malaysia berdampak anjloknya harga TBS kelapa sawit di tingkat petani. Informasi terbaru, harga TBSsawit di tingkat petani di Kabupaten Langkat kini hanya Rp 950/kg. Karena penjualan ke PKS juga turun. “Yang kami dapat informasi, Eropa masih stop membeli CPO. Alasannya, perkebunan kelapa sawit Indonesia dari pembabatan hutan yang tidak ramah lingkungan. Selama ini bahan baku biodiesel Eropa dari CPO asal Indonesia dan Malaysia. Eropa dikabarkan tidak lagi menggunakan biodiesel berbahan baku minyak sawit. Eropa memproduksi biodiesel dari kacang-kacangan. Makanya Eropa terus memperluas tanaman biji bunga matahari, kedelai, jagung, kacang tanah dan wijen hingga ratusan juta hektar. Sedangkan Eropa menuduh Indonesia menggunduli hutan untuk perluasan tanaman kelapa sawit yang tidak ramah lingkungan,” kata Sugiharto alias Kok Peng, Manager PKS PT JPN, di Kecamatan Gebang, Langkat. Dijelaskannya, saat ini PKS-nya melakukan pembelian TBS dari kalangan supliyer Rp 1.360/kg. Karena harga CPO Rp 7.603/kg, sedangkan inti sawit Rp 5.502/kg. “Biasanya harga CPO Rp 8.500/kg dan inti sawit juga sama, yakni Rp 8.500/kg”, jelasnya, sambil menyingung Malaysia saat ini sudah mulai berangsur menggantikan tanaman sawit dengan tanaman kakao. Ditemui terpisah, petani sawit di Kecamatan Gebang, Tanjungpura, mengakui, harga TBS saat ini dibeli pedagang pengumpul hanya Rp 1.000/kg. Lain halnya di Kecamatan Padang Tualang, Hinai dan Kecamatan Sei Lepan, harga sawit mereka dijual Rp 950/kg. “Karena penjualan di PKS PT Mulia Tani Jaya, Desa Buluh Telang sekarang tinggal Rp 1.175/kg, sehingga kita melakukan pembelian ke petani Rp 950/kg, padahal produksi sawit masih trek,” kata Ismail, pedagang pengumpul TBS di Desa Buluh Telang, Langkat. (MEDANBISNISDAILY)

http://www.medanbisnisdaily.com/news/online/read/2018/07/02/42399/uni_eropa_boikot_cpo_ri_harga_tbs_kelapa_sawit_anjlok_cuma_rp_950_kg/